
Empat puluh hari sudah usia Annisa. Sejak hari dimana Nenek Rima datang dan di lawan oleh Lana dan Ira, kini wanita tua itu tidak pernah datang lagi.
Uwak Rita dan uwak Nia sering datang untuk menjenguk Alisa. Mereka selalu bertanya tentang keadaan rumah tangga nya, Alisa mengatakan baik-baik saja.
Tapi uwak Rita tidak percaya begitu saja. Seminggu yang lalu saat ia datang kerumah Nenek Rima, disana ada Emil yang sedang tidur di depan tivi.
Ketika ditanya oleh uwak Rita, Nenek Rima hanya bilang jika Emil tidak tidur semalaman karena menunggui anaknya yang masih bayi.
Uwak Rita tidak percaya itu. Ia tau, pasti ada yang tidak beres dengan rumah tangga adiknya ini.
Belum lagi desas desus mengatakan jika Emil selalu pulang dalam keadaan marah ke rumahnya.
Lagi Nenek Rima pun ikut campur dalam masalah itu. Uwak Rita menegurnya, tapi wanita tua yang menjabat sebagai ibu nya itu marah ketika di nasehati.
Ia tidak terima dituduh seperti itu oleh putrinya. Uwak Rita hanya bisa pasrah sekarang.
Ia terpaksa diam, padahal hatinya mengatakan jika Alisa dan Emil pasti sedang tidak baik-baik saja.
Uwak Rita tau itu. Dan terbukti penyelidikan nya selama sebulan ini, jika Alisa dan Emil memang tidak bersama lagi dari berapa bulan yang lalu.
Sekarang ia tinggal di rumah nenek Rima. Bahkan uwak Rita begitu terkejut mendapati kenyataan jika Emil sudah bertunangan dengan gadis pilihan Nenek Rima.
Padahal statusnya dengan Alisa masihlah suami istri. Uwak Rita begitu geram. Terpaksa ia ikut campur dalam masalah keluarga Alisa ini.
Ia mendatangi keluarga itu dan melabraknya. Uwak Rita memarahi kedua orang tua gadis itu dan juga gadis yang berstatus sebagai tunangan Ayah Emil.
Uwak Rita mengatakan jika ia akan melaporkan hal ini kepada yang berwajib karena telah menipu keluarga nya.
Dan benar dugaan uwak Rita, ternyata gadis itu memang sengaja ingin menipu Nenek Rima dan Ayah Emil.
Mereka mengakui nya. Uwak Rita semakin geram dengan kelakuan Emil. Ternyata semua ini memang sudah direncanakan olehnya untuk segera menceraikan Alisa.
Setelah urusan dengan keluarga penipu itu selesai, kini uwak Rita sedang ke rantau Prapat.
Ia terpaksa harus menghadiri acara pernikahan adik sepupu suaminya disana. Padahal hari ini ia bertujuan ingin membujuk Emil agar tidak menceraikan Alisa.
Tapi sayang, semua itu tidak terlaksana. Hari ini Emil pulang ke rumah itu dengan keadaan begitu marah.
Karena mengetahui jika Alisa telah mengadu kepada kakaknya tentang pertunangan nya dengan gadis itu batal di karenakan Alisa yang mengadu kepada uwak Rita.
''Alisa!!!'' pekik Emil begitu memekakkan telinga.
Ira dan Lana begitu terkejut mendapati Ayahnya sedang marah-marah tidak jelas di dalam rumah itu.
__ADS_1
Alisa keluar dari kamar mereka setelah menyusui Annisa. Ia menutup pintu supaya teriakan Emil tadi tidak mengganggu tidur putrinya.
Alisa berbalik dan saat ia berbalik..
Plaakk
Plaakk
Plaaakk..
Suara tamparan menggema di ruangan sempit itu. Alisa jatuh terhuyung ke pintu dan terduduk dilantai.
''Ssssttt...'' desisnya.
''Apa sih yang kamu inginkan?! Sudah datang dalam kehidupan ku seperti benalu, sekarang malah meghancurkan hubungan ku dengan tunangan ku! Berani sekali kau mengadu kepada kakak ku?! Hah?!'' sentak Emil membuat Alisa terjingkat kaget.
Ira dan Lana mematung di depan pintu kamar mereka. Melihat Ayah nya dengan tega memukuli Mak nya tanpa belas kasih.
''Bangun kamu! Dasar wanita tidak tau diri! Berani sekali kamu mengadu kepada kakak ku tentang hubungan ku dengan tunangan ku!! Siapa kau berani mengatakan nya?! hah?!''
Plaakk
Plaakk..
Lagi suara tamparan itu begitu nyaring terdengar di telinga kedua anaknya. Mereka membeku dengan air mata yang sudah bercucuran.
Alisa terdiam tanpa kata. Dirinya yang tidak tau apa-apa malah dituduh seperti itu. Kapan ia mengadu kepada Uwak Rita?
Sedang Uwak Rita saja hanya sekali datang ke rumahnya. Itu pun karena ingin tau seperti apa kabar dari anak Emil yang baru saja lahir.
Alisa tertunduk. Air mata jatuh bercucuran di pipi tirus nya. Emil melihat Alisa diam, tidak menjawab sepatah katapun semakin kalap.
''Bangun kamu!'' paksa nya pada Alisa.
Alisa bangkit dengan terhuyung. Karena ditarik paksa oleh Emil. Karena pergerakan Alisa begitu lambat, entah setan apa yang merasukinya.
Emil mendorong Alisa hingga kepalanya terbentur dinding rumah mereka.
Duukkk.
''Akkkhh...'' pekik Alisa saat merasakan sakit di kepala bagian belakangnya.
Kepalanya pusing, pemandangan nya jadi berkunang-kunang. Ia menahan sakit itu dengan menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
Tidak sampai disitu, Emil menarik wanita lemah itu lagi dan membenturkan nya ke pintu kamar mereka.
Brruaaakkk..
''Aaarrrgghhhtt...''
''Maaaaakkkk!!! Tidaaaaakkk... jangan sakiti Mak ku lagi!!!'' pekik Lana.
Dengan segera ia mendorong Emil hingga jatuh terjengkang ke belakang dan membentur lemari tivi.
''Aaaarrgghhtt.... Sialaaaaaannn!!!'' umpat Emil.
Ia mendudukkan dirinya di depan lemari itu. Ia meringis menahan sakit di bagian lengan dan sikunya.
Akibat benturan yang begitu kuat karena di dorong Lana tadi. Ia menatap geram kepada Lana yang sedang menangis memeluk Alisa.
Alisa setengah sadar dan hampir pingsan. ''Mak?!! Banguuuunnnn... kita pergi dari sini!!! Ayo Mak!!!'' pekik Lana dalam keadaan menangis.
Alisa setengah sadar mendengar kan suara Lana. Kepala nya begitu sakit saat ini karena terbentur dinding dan pintu kamar mereka.
Ira di dalam kamar sedang berusaha mendiamkan adiknya yang sedang menangis karena terkejut tadi.
Ira terisak dan tetua menimang bayi kecil itu. Betapa sakit hatinya saat menyaksikan Mak nya dianiaya oleh Ayah Emil seperti itu.
Sekian lama mereka bersama, baru kali ini Ira melihat Ayah nya begitu marah dan kalap ketika melihat Mak nya. Alisa.
''Dasar anak kurang ajar!! Berani kamu ya, mendorong Ayah?! Sini kamu?!'' ucapnya dengan mendekati Lana yang sedang memeluk Alisa.
Ia menarik paksa tangan Lana. Alisa yang setengah sadar merasakan jika Lana tertarik dari tubuhnya secara paksa memaksa membuka matanya.
Matanya melotot saat melihat Emil mencekik leher Lana. Wajah Lana merah padam. Alisa membulat kan matanya.
Entah kekuatan darimana ia bangkit dan memukul belakang Emil dengan gagang sapu begitu kuat.
Puk.
Puk.
''Hentikan!!!! kau bisa membunuhnya!'' pekik Alisa.
Ira terkejut. Ia berlari keluar. Tiba di depan pintu ia mematung.
''Tidaaaaaakkkkk... abaaaaangg...''
__ADS_1
💕💕
TBC