
Alisa tertidur begitu lama. Ia terbangun saat mentari sudah menunjukkan sinarnya. Alisa bangkit dan duduk, ia melihat bude nya juga tertidur disebelah nya. Alisa memandang nya sekilas, kemudian ia beranjak ke jar mandi untuk berwudhu.
Alisa menunaikan ibadah sholat subuh walau sudah kesiangan. Ia tetap melaksanakan nya. Dalam sujud nya, Alisa terisak membuat budenya bangun dan kaget melihat Alisa sedang sujud dalam keadaan terisak.
Bude yang melihatnya pun terisak. Ia ikut merasakan apa yang Alisa rasakan. Lama Alisa terisak didalam sujud nya, Bude yang melihat itu pun beranjak meninggalkan Alisa.
Karna ia tau, Alisa butuh waktu untuk sendiri. Bude paham akan hal itu. Bude keluar dari kamar Alisa berpapasan dengan Pakde yang juga berniat ingin membangunkan mereka berdua. Karena sudah bangun, pakde menarik bude kedepan dimana para keluarga besar Alisa berkumpul menikmati sarapan pagi mereka.
''Apa Alisa sudah bangun buk??'' tanya Pakde, ia penasaran Alisa sudah bangun atau belum.
''Sudah pak.. ibu kasihan melihatnya.. Alisa menangis didalam sujud nya begitu lama seakan ia tak punya harapan lagi untuk bangkit. Ibu nggak tega melihatnya, maka dari itu ibu keluar.. kasihan pak..'' ucap Bude dengan terisak.
Pakde menghela nafasnya.
''Kita harus apa buk.. ibuk kan tau Yoga seperti apa? Jika ia sudah kecewa.. maka akan sangat sulit bisa berbicara dengannya kembali. Dan bila ia dibohongi maka sulit baginya untuk percaya lagi..''
''Terus bagaimana dengan Alisa pak..?? Ia kan tak tahu apa apa tentang masalah lamaran itu.. bagaimana mungkin Yoga tega menghakimi putrinya sendiri! Alina juga! Mengapa pula ia tega membiarkan putrinya itu dihakimi tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu.. kan itu nggak adil pak buat Alisa..??''
''Itulah gunanya kita keluarga Mbak.. jadi jika salah seorang dari kita merasa kecewa maka kita sebagai saudara nya harus tetap berdiri disisinya walau apapun yang terjadi! Seperti sekarang, Alisa yang mendapatkan nya maka kita selaku keluarganya harus bisa mendukung Alisa dan membawa mas Yoga ke jalan yang benar! agar tidak berlarut-larut dalam masalah seperti ini.'' jelas paklek Alisa.
''Betul sekali.. kita keluarga besar Alisa harus bersatu.. menyatukan mereka bertiga seperti sedia kala.''
''Baiklah sekarang kita harus lebih dulu membujuk Yoga agar mau mendengarkan penjelasan Alisa.. kasihan anak itu di umurnya yang masih belia.. ia sudah mendapatkan rasa sakit yang luar biasa. Semoga ia akan menjadi seorang wanita yang tangguh nantinya.'' ucap Pakde Alisa.
Sungguh beruntung nasib Alisa. Ketika ia tidak diterima oleh kedua orangtuanya, ia masih mendapatkan dukungan dari keluarga besar papa nya.
Keluarga Sebastian adalah keluarga terpandang. Mereka turun temurun yang menduduki jabatan kepala desa. Hingga sekarang mereka masih saja menyandang jabatan itu.
Kakak tertua pak Yoga adalah seorang kepala desa yaitu pakde Tarman Sebastian. Setelah lima tahun berturut-turut beliau menjabat sebagai kepala desa di desanya.
Sedangkan pak Yoga adalah putra kedua dari keluarga Sebastian. Beliau sekarang menjabat sebagai kepala dusun di desanya. Desa dimana Alisa dilahirkan.
Adik pak Yoga yang ketiga adalah Hilman Sebastian. Beliau menjabat sebagai wakil camat di kota sebelah.
Adik pak Yoga yang keempat adalah Rasmi Sebastian. Beliau bekerja di kantor DPR dikota sebelah, tempat yang sama dengan paklek Hilman.
Adik pak Yoga yang terakhir adalah Nafisah Sebastian. Ia menikah dengan seorang pengusaha kaya ditempat yang sama dengan pak Yoga. Bahkan suaminya itu adalah sahabat pak Yoga sejak kecil.
__ADS_1
Pak Yoga lima bersaudara, semuanya akur mereka dididik dengan baik karena mereka adalah keturunan Sebastian keluarga terpandang di desanya.
Diantara mereka berlima, Pak Yoga lah yang terkenal garang. Ia sangat disegani dan juga ditakuti oleh kalangan anak muda. Tapi tidak dengan mama Alina, ia tidak takut sama sekali dengan pak Yoga. Mama Alina lah yang merubah pak Yoga menjadi pribadi yang lebih baik.
Tapi semua itu hancur.. tatkala ia mendapati putrinya dilamar orang, membuat dirinya murka. Sifat yang dulu pernah hilang kini kembali lagi.
Alisa seperti membangunkan singa yang sedang tidur. Dibangunkan secara paksa membuatnya marah dan mengaum hingga hampir menggigit siapa saja yang dijumpainya.
Itulah ibaratnya untuk pak Yoga. Semua kegarangan itu hilang setelah pertemuan nya dengan mama Alina. Mama Alina yang sabar, lembut juga penyayang membuat pak Yoga menyukainya.
Tapi sekarang semua itu hancur. Hancur ditangan putrinya sendiri. Ia merasa kecewa dengan putrinya karena tanpa sepengetahuan nya Alisa berani menerima pemuda itu.
Sebenarnya pak Yoga menerima siapapun pemuda itu asalkan ia baik terhadap Alisa, pak Yoga menerima nya dengan senang hati.
Tapi Alisa berbohong padanya.
Ia merasa kecewa. Ia merasa dirinya gagal menjadi ayah untuk Alisa. Maka dari itu daripada ia membentak Alisa lebih banyak lagi terpaksa ia meninggalkan pertemuan keluarganya itu.
Bukan ia tak sakit karena telah membentak Alisa, batinnya terasa nyeri. Sudut matanya mengandung air bening, yang sudah siap tumpah kapan saja.
Ia sangat sakit melihat putrinya seperti itu. Tapi ia terpaksa melakukannya karena amarah dihatinya begitu menggebu membuatnya menyakiti perasaan Alisa.
Tapi ia bisa apa?? Jika hatinya sudah kecewa maka ia takkan mau berbicara lagi termasuk pada isterinya sendiri.
Keluarga Alisa tetap disana sampai Alisa benar benar diterima oleh kedua orangtuanya. Walaupun mereka bekerja di tempat yang jauh tak membuat Keluarga Alisa meninggalkan rumah pak yoga begitu saja. Mereka tetap disana secara bergantian.
Keluarga yang patut dicontoh.
Di dalam kamar Alisa.
Alisa masih saja bersimpuh di sajadah walau waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Alisa masih betah berdiam diri disana hingga budenya datang membawakan makanan untuknya sarapan pagi. Sarapan yang sudah lewat.
Bude masih melihat Alisa terisak dalam sujud nya. Ingin rasanya ia memeluk Alisa. Tapi itu tidak mungkin, karena sekarang ia sedang mengadu kepada Robb nya tentang masalah yang dihadapinya sekarang ini.
Bude mengelus pundak Alisa. Tanpa disengaja malah bahu itu semakin berguncang membuat bude panik dan memeluknya dengan erat.
Hiks.. hiks.. hiks..
__ADS_1
Tangisan Alisa bergema didalam kamarnya. Tangisan yang begitu menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya.
Bude pun ikut menangis melihat Alisa yang sudah berlinangan air mata.
Dalam tangisannya ia mengigau memanggil nama seseorang.
*Papi... hiks
Gilang... hiks
Bawa Alisa pergi... hiks*
Deg!!
Bude terkejut mendengar nya. Ia kaget mendengar nama itu. Nama yang asing ditelinga nya. Bukankan tunangan Alisa ini bernama Emil? Kenapa sekarang jadi berbeda lagi. Bude melamun. Ia kaget saat Alisa menjerit memanggil nama itu lagi.
*Bawa Alisa pergi Gilang.. Alisa sudah nggak kuat.. Alisa nggak sanggup.. sampai kapan Alisa seperti ini..!!
Bawa Alisa pergi Gi.. kemana pun kamu pergi Alisa lkut.. jangan tingalkan Alisa disini sendiri..!!
Giiiiiilllllaaaaaannnngggg*........!!!!!
Brrrruuuaakkk
Deg!!
****
Kenapa lagi sih neng.. siapa tuh Gilang?? ada yang tau nggak..??
Jawabannya ada di sebelah ya!
Tapi sebelum kesana sebaiknya disini dulu biar nyambung ceritanya hehehe..
Buat part kemarin udah othor revisi ya. Maklum ngebut ngetiknya. Lomba ngetik Sama sikecil bangun tidur.. wkwk
Terimakasih yang masih setia dengan recehan othor ini.. hiks.. saya terhura...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
See you..