
''Sekali lagi aku tekankan pada kalian berdua, keluar dari rumah ini! Mulai hari ini, aku yang memegang kunci rumah ini Sampai Lana datang untuk mengambilnya. Pantas saja Lana menangis saat meminta manisan padaku saat aku di pekan baru. Tak kusangka, kalian berdua melakukan ini di belakang ku! Aku kecewa dengan kalian berdua!''
Uwak Rita menatap datar pada mereka berdua. Hatinya bagai di tusuk sembilu. Begitu sakit hingga ke tulang.
Mak yang ia pikir bisa menjadi penengah diantara hubungan Emil dan Alisa, malah menjadi penghancur untuk wanita malang itu.
Emil menatap nanar pada Uwak Rita. Begitu juga dengan nenek Rima. Uwak Rita melanjutkan lagi ucapannya.
Walau dengan dada yang begitu sesak. Air mata itu jatuh mengalir di pipinya. Walau wajahnya datar, tapi air mata yang jatuh menandakan jika hatinya begitu sakit saat ini.
''Yang seharusnya menjadi panutan malah menjadi penghancur rumah tangga anaknya sendiri! Semoga Alisa memaafkan kalian berdua yang telah berbuat zholim padanya selama ini! Berikan surat tanah dan sawah yang kalian beli atas nama kalian berdua di jalan gang Bilal sana. Semua uang yang kalian pakai untuk membeli ladang dan tanah itu adalah milik Alisa! Uang kiriman dari kedua orang tuanya selama dua belas tahun ini!''
Ddddduuuaaarrrr...
Tersentak nenek Rima dan Emil ketika mendengar ucapan Uwak Rita. ''A-apa ma-maksudmu Nak ?''
''Mak tau maksud ku apa. kalian mengambil yang bukan harta kalian. Pulang Emil, ambil surat itu dan bawa kemari. Agar aku bisa mengubah surat itu atas nama Alisa. Kalian tidak berhak sedikitpu terhadap tanah itu. Itu hak Alisa. Alisa selalu menunjukkan bukti pengiriman uang dari kedua orang tuanya saat ia mengambilnya bersama ku di ATM. Begitu juga ketika ia membayar DP rumah ini. Kembalikan! Sebelum Alisa menuntut kalian berdua karena kasus penipuan!''
__ADS_1
Deg!
Lagi, Emil dan Nenek Rima terkesiap mendengar ucapan Uwak Rita. Mereka berdua tak tau harus berbuat apa sekarang.
''Ternyata...-,''
''Tidak usah kau sesali Milham! Cepat pulang dan bawa surat itu kemari. Karena Lana berpesan padaku, agar surat rumah serta tanah itu aku yang memegang nya! Kalian tak berhak sedikit pun dengan harta Alisa! Tidak guna menyesal sekarang! Kalian ingin kaya, tapi mengambil harta orang lain!'
"Alisa tidak pernah berbohong pada mu Emil. Uang yang kau kirimkan dari pekan baru itu memang benar adanya. Tapi karena kesalahan seseorang,'' Uwak Rita menatap nenek Rima tajam. ''uang itu habis entah kemana. Tak berbekas sedikit pun! Sedangkan uang Alisa yang dikirimkan dari Aceh oleh kedua orang tuanya, Mak dan kaulah yang mencurinya! Dasar pencuri! Tak tau malu! Ingin kaya tapi mengambil harta orang! Sungguh! Aku malu memilki keluarga seperti kalian berdua!"
Ddddduuuaaarrrr..
Maya berdiri di depan pintu ketika melihat sekilas jika Rita ada disana. Ia menatap datar pada Emil dan Nenek Rima.
"Hukum tabur tuai berlaku di dunia ini!! Apa yang kau tanam, itu yang kau tuai! Itu baru sedikit yang kalian dapat. Jika semua terbongkar, pastilah kalian akan hancur seketika itu juga." Imbuh Maya, dengan segera ia berlalu meninggalkan mereka yang terdiam karena ucapan Maya baru saja.
Uwak Rita tersenyum sinis. "Siap-siap kalian berdua menuai hasil dari perbuatan kalian berdua. Untuk sekarang kalian bisa tidur dengan nyenyak. Tunggu saja. Do'a orang teraniaya itu tidak ada hijab atau penghalang dengan Robb nya. Jika dia meminta kalian hancur, maka kalian berdua akan hancur! Tunggu saja!"
__ADS_1
"Sekali lagi aku tekankan! Aku yang akan memegang kunci rumah ini bukan kalian berdua! Kembalikan surat itu kepada ku sekarang juga! Pergilah! Aku menunggu mu disini! Sepuluh menit! Hanya sepuluh menit!" tegas Uwak Rita.
Emil dengan segera membopong nenek Rima yang masih terkejut dengan kenyataan yang sebenarnya.
Tatapan matanya kosong. Ia tidak tau harus berbuat apa saat ini. Emil dengan segera membawa Nenek Rima pulang dan mengambil surat-surat yang selama ini di simpan oleh nenek Rima.
Nenek Rima tidak bisa berbuat apapun, karena sudah tau jika surat itu bukanlah milik nya lagi. Ia menatap kosong pada dua buah map yang ada ditangan Emil.
Sepuluh menit kemudian, Emil tiba dirumah mereka. ''Ini Kak..'' Emil menyerahkan surat itu kepada Uwak Rita.
Uwak Rita mengambilnya dan menoleh pada Emil. ''Cari wanita itu sampai dapat! jika kau ingin aku mengakui mu sebagai adikku lagi! Jika kau tidak menemukan nya, maka.. jangan pernah kembali lagi kesini! Kau bekerjalah di mana pun, tapi seluruh uang mu aku yang memegang nya. Karena itu adalah hak idah dari mantan istrimu! Kau harus membayarnya! Begitu juga dengan surat pengadilan. Kau harus pulang ke Aceh untuk mengurus perceraian mu. Jika kau tidak bisa, maka suruh orang lain! Kumpulkan semua uang mu untuk mengurusi perceraian kalian berdua. Pergilah!'' Usir Rita.
Ia berbalik membelakangi Emil. Emil yang paham, berlalu meninggalkan Uwak Rita di rumah itu seorang diri.
Setelah Emil pergi, uwak Rita menatap foto Alisa dan Lana. ''Kalian tenang saja. Seperti yang kamu inginkan Lana, Uwak tidak akan mengatakan apapun pada Ayah mu tentang orang itu. Kita akan bertemu pada saat yang tepat. Sampai saat itu tiba, maka Uwak lah yang memegang kendali dari semua harta Mak mu Lana. Semoga kalian berempat berbahagia disana. Dan secepat nya Mak kalian mendapatkan ganti Ayah kalian yang baru. Yang menyayangi kalian tanpa melihat masa lalu, dan kekurangan yang ada pada Mak kalian. Semoga kalian berbahagia.. do'a Uwak selalu menyertai kalian semua..''
💕💕💕
__ADS_1