Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Kekuatan ibu hamil


__ADS_3

Setelah kepergian Alisa, Emil termenung seorang diri. Ia duduk tepekur dengan pandangan kosong.


Lagi dan lagi ia menyakiti perasaan istri sah nya. Istri?? ah! Emil lupa jika ia sudah memiliki istri jika sedang dengan perempuan lain.


Emil membuang nafasnya berulang kali. Berharap rasa sesak itu berkurang walau sedikit saja.


''Abang terpaksa dek... aku harus melakukan ini demi nyawa gadis malang itu. Jika tidak, ia akan bunuh diri lagi karena di tinggal oleh ku.. Aku harus apa sekarang?? Demi menyelamatkan hidup orang lain, aku menyakiti hati istriku sendiri..''


''Masalah CD itu aku tidak tau... tapi jika jaket iya. Ia memeluk ku dari belakang saat aku bawa motor dengan kencang, karena malam kemarin hujan deras di daerah sana. Aku tidak seperti yang kau tuduhkan dek.. Hanya kau perempuan yang aku sentuh selama ini.. aku pulang subuh karena gadis itu mengamuk lagi. Dan mengancam ku, jika aku pulang maka ia akan bunuh diri lagi... aku harus apa dek... aku harus apa???'' Lirih Emil pada dirinya sendiri.


Lama ia berperang dengan hati dan pikiran nya. Setelah lama berpikir, ia pergi lagi ke tempat dimana seharusnya ia berada.


''Ya sudahlah! aku sudah menerima gadis itu apa adanya. Jika memang ini yang harus terjadi, maka akan aku terima! Toh, Alisa juga sudah tidak mau hidup dengan ku lagi?? Jadi buat apa aku berpikir! Lebih baik cari pengganti nya saja!'' ucap nya setelah nya ia berlalu pergi, meninggalkan seorang istri dan anak yang menatap nanar padanya.


Bahkan dengan tidak sadarnya Emil, melewati Alisa begitu saja tanpa melihatnya sama sekali.


Alisa tercenung melihatnya. Hatinya kembali sakit, melihat suaminya pergi tanpa menoleh padanya sama sekali.


Sesak rasa dada nya, nafasnya rasanya ingin berhenti saat itu juga. Tapi ia tetap berusaha sabar.


''Ternyata ancaman ku tidak berguna bagi mu ya bang?? Aku doakan kau akan menyesal karena telah memilih perempuan itu dari pada istri sah mu! Aku doakan, jika kau akan menangis setelah tau, jika kau hanya jadi kacung gundik mu itu! Aku doakan kau akan menyesal seumur hidup mu! Aku doakan semoga kau pulang dengan jalan kaki! Tanpa sandal dan tanpa motor baru mu itu!'' ucap Alisa begitu geram, hingga tanpa sadar ia mendoakan keburukan untuk suami nya.


Bukan tanpa alasan Alisa Mendokan motor barunya itu. Motor itu berkat Alisa yang rajin menabung.


Dan sekarang dengan motor itu, Emil membawa pergi jalan-jalan gun?dik nya itu. Siapa yang tidak sakit hati??


Setelah nya, Alisa masuk kerumah dan mengunci pintu. Karena melihat Ira yang sudah mengantuk sedari dari jalan saat ia diantar oleh Abang iparnya, suami kak Nia.


''Kakak ngantuk??''


''He'em, Kakak bobok ya Mak!'' sahut bocah dua tahun lebih itu.


''Iya, boboklah! Mak mau sholat dulu! setelahnya baru bobok!'' imbuhnya pada sang anak dan mendapat anggukan samar dari putri kecilnya.


Setelah nya Alisa sholat dan tidur hingga subuh. Saat subuh Alisa terbangun karena mendengar suara seseorang membuka pintu dari luar.


Tanpa ia melihat pun, Alisa tau siapa itu. Sadar akan dirinya yang belum sholat, ia bergegas bangun.


Saat keluar dari kamar Alisa berpapasan dengan Emil. Suaminya terlihat begitu lelah dan capek.


Sorot mata yang sayu begitu kentara terlihat dari wajah suaminya itu. Alisa menatap datar suaminya itu, setelah nya ia berlalu tanpa melihat Emil yang menatap nya dengan sendu.


''Dek...'' panggilnya saat melihat Alisa berlalu dari hadapan nya dengan wajah datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


Alisa bergeming, ia sibuk dengan wudhu nya. Sedangkan Emil, menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Selesai berwudhu, Alisa menggelar sajadah dan sholat. Emil masih setia menunggu Alisa hingga sampai istrinya selesai sholat.


Melihat itu, Alisa diam saja. Karena ia tau pasti akan ada yang akan disampaikan oleh suaminya itu.


Alisa menggulung sajadah dan bangkit dari duduknya, Emil dengan sigap menarik tangan nya.


Alisa yang tidak siap pun terhuyung dan jatuh terduduk di pangkuan Emil. Emil memeluk Alisa dengan erat.


''Maaf...'' ucap nya masih dengan memeluk Alisa.


Alisa tetap diam. Emil semakin erat memeluk Alisa. ''Maafkan Abang dek... Abang salah...'' lirihnya lagi masih dengan memeluk Alisa.


Alisa bergeming. Kaku sudah rasa hatinya karena kelakuan Emil. Ia tetap duduk dipangkuan Emil.


Tapi wajahnya itu tidak enak dipandang. Wajah datar tanpa ekspresi. Emil sadar itu. Ia semakin erat memeluk Alisa.


''Jawab dek...''


Alisa menoleh Emil yang juga tengah menatapnya. ''Kenapa?? Apakah kau sudah bosan dengan gundik mu itu?! Makanya kau pulang menemui istri sah mu?!'' ketus Alisa


Emil terkejut dengan ucapan Alisa. Ia menatap Alisa dengan datar. ''Lepas! aku mau masak! Jika Abang ingin tidur, silahkan! tapi jangan ganggu aku! Kehadiran mu membuatku tak nyaman!'' tukas Alisa, membuat Emil melepaskan tangan dari tubuhnya.


Emil menatap nya dengan datar. Tak tau apa yang ada di pikiran nya saat ini. Ia terus saja melihat Alisa.


Mata yang merah, raut wajah yang begitu lesu sangat terlihat di wajah kusut Emil. Alisa tetap tidak peduli dengan kehadiran Emil.


Ia sudah terbiasa melihat Emil seperti itu. Bahkan kadang terlihat jika ada yang memerah dileher Emil, seperti bekas gigitan.


Alisa tau itu, karena dia adalah seorang istri. Tak menutup kemungkinan jika Emil melakukan hal tidak senonoh dengan gadis itu bukan??


Bilang, bisa saja tidak. Tapi kelakuan? Siapa yang tau??


Lelah dengan pekerjaan rumah, mulai dari memasak hingga mencuci, kini Alisa sedang membereskan tempat tidurnya.


Karena putri kecilnya itu sudah bangun. Sekarang ia sedang duduk disebelah Emil, sembari nonton tv serial kartun Avatar Aang.


Emil masih saja menatap Alisa. Apapun yang dikerjakan oleh istrinya itu, tidak luput dari tatapan Emil.


Setelah selesai dengan pekerjaannya, barulah Alisa membuatkan teh jahe, dicampur dengan madu.


Setelah nya ia membawa minuman itu dimana Emil berada.

__ADS_1


Ia menghidangkan sepiring makanan di depan Emil, lengkap dengan cuci tangan nya serta juga lap tangan yang biasa ia sediakan untuk Emil saat makan.


Dirinya pun ikut makan tanpa suara. Ira yang melihat nya pun hanya diam saja. Emil masih saja menatap Alisa.


Yang ditatap malah cuek aja. Ia sibuk dengan sarapan nya. Sedangkan Emil masih setia menatap wajah sang istri yang menurutnya berubah lebih cantik dari biasanya.


''Dek....'' panggilnya.


''Makan! Setelah makan, istirahat! Bukankah Abang lelah karena satu malaman bergadang??'' tanya Alisa menatap Emil dengan datar.


''Abang mau ngomong, kalau Abang ditipu oleh nya...'' lirih Emil dengan menunduk.


Alisa mengangkat kepalanya. ''Ditipu?? Apa yang ditipu?? Siapa??'' tanya nya masih dengan menatap Emil datar.


''Mereka membohongi Abang dek.. Motor Abang diambil olehnya... Abang pagi ini pulang dengan jalan kaki.. mereka sekeluarga nipu Abang, dek...'' lirihnya lagi.


''Siapa?? Gundik mu itu?!''


Emil mengangguk dan menunduk. Membuat Alisa mengernyitkan dahinya. ''Kenapa kau di tipu oleh gundik mu? Bukannya ia sangat mencintai mu?? Bukannya kau sudah menghabiskan malam bersama nya selama beberapa bulan ini?? Lalu, mengapa dia menipu mu??'' sindir Alisa masih dengan wajah datar.


''Abang tidak tidur dengan nya dek... kamu salah paham! Mereka sengaja memperalat diriku, karena menginginkan hartaku yaitu motor, tadi malam ketahuan semuanya karena ada seseorang yang datang kerumahnya. Dan sialnya, motor ku dibawa pergi olehnya sampai subuh tadi belum pulang...'' lirih Emil dengan menunduk.


Membuat Alisa menaikkan sedikit ujung bibirnya. ''Sudah berjalan kah?? Waaaaahhhh... ini namanya kekuatan ibu hamil!'' celutuk nya tanpa sadar membuat Emil menoleh.


''Maksudmu??''


''Maksudku, doaku terkabul kan! kau ditipu oleh gundik mu! dan kau pulang jalan kaki karena motor mu diambil orang! kau tau kenapa??''


Emil menggelengkan kepalanya.


''Karena itu adalah permintaan ku! oleh karena nya Allah mengabulkan!''


''Apa?!?''


''Hahaha....''


Eh?


💕


Mak Alisa kenapa tuh?? kesurupan kah??


Ikutin terus kelanjutannya! 😉

__ADS_1


TBC


__ADS_2