
Setelah pertengkaran hebat antara mantan dan kakak ipar nya, kini Alisa bisa bernafas lega. Jika Emil bukanlah pelaku dari yang di katakan oleh kakak iparnya itu.
Alisa heran, darimana kakak iparnya itu tau, jika Emil bertemu dengan mantan nya itu. Apakah kakak iparnya itu punya mata-mata di sekitar rumah kontrakan ini?
Lama ia termenung, Emil yang melihatnya heran. Ia mendekati Alisa dan duduk tepat di depannya.
''Dek...''
''Eh?'' Alisa tersentak karena Emil mengusap pipi halusnya.
''Kenapa?'' tanya Emil
''Nggak apa-apa bang..'' sahut Alisa.
''Beneran??'' selidik Emil
''He'em,'' sahut Alisa lagi.
''Ya sudah, istirahatlah! malam ini kita keluar! jalan-jalan ya, mau?'' Emil menatapnya dengan dalam.
Alisa tersenyum. ''Terserah Abang aja..''
Emil pun ikut tersenyum. Emil terus mendekati wajah Alisa, membuat sang empu menunduk malu.
Emil mencapit dagunya agar bisa melihat kearah ya lagi.
Cup.
Pertemuan dua bibir itu pun terjadi. Alisa terkejut, namun hanya sebentar. Setelah nya mereka saling berbagi kehangatan.
Emil yang semakin gencar memporak porandakan bibir wanitanya itu. Sedangkan wanitanya itu semakin terbakar gairah.
Saat sedang membagi perasaan bersama ingin memadu kasih lagi, terdengar suara ketukan di pintu depan.
Tok, tok, tok.
''Assalamualaikum.. Emil..'' panggil seseorang.
Sedangkan Emil menulikan pendengaran nya. Ia masih saja sibuk mengutak ngatik bibir sang istri.
Alisa melenguh, membuat Emil semakin terbakar gairah. Alisa menepuk pundak Emil agar melepaskan pagutannya itu.
Emil yang sadar melepaskan nya dan menatap Alisa.
''Ada apa??'' tanya nya masih dengan nafas memburu.
''Ada tamu!''
''Tamu?? Siapa??''
Alisa menghendikkan bahunya pertanda tidak tau.
''Siapa ya?? Abang nggak buat janji kok.''
''Coba aja dilihat dulu.. mana tau penting. Tuh, dengar! berulang kali ngucapin salam! Gedor-gedor pintu pula!'' sungut Alisa.
Emil terkekeh. ''Tapi... bagaimana dengan ini???'' tunjuk Emil pada pusaka nya sudah tegak berdiri.
''Ishhh... diturunin lah! masa' mau ketemu tamu ngaceng begitu?! nggak malu apa?! Ishh.. dasar pusaka nggak ada akhlak!'' sungutnya lagi dengan mencebik kan bibir nya.
Emil terkekeh. ''Gini-gini kamu puaskan sama pusaka Abang??'' godanya
__ADS_1
Alisa melengos. ''Udah sana! buka pintunya! Tuh, gedor lagi! bikin pusing aja!'' sewot Alisa.
Lagi Emil terkekeh. ''Iya-iya Abang buka pintu nya. Kamu disini aja ya? Abang cuma sebentar!''
''Hem,'' sahut Alisa. Mbuat Emil gemas dan mencuri kecupan singkat di bibir istrinya itu. Alisa mendelik sedangkan Emil tertawa puas.
Ia keluar dari kamar dan membuka pintu.
Ceklek,
Seseorang yang berdiri membelakangi pintu itu berbalik, dan..
''Assalamualaikum Mil! Apa kabarnya nih??''
''Waalaikum salam Pak Jali! Kapan bapak datang? Ayo masuk! Dari jam berapa tadi bapak kesini?? Kok nggak kabarin sih? Kan bisa di jemput?'' sahut Emil dengan terus mengoceh.
Pak Jali yang mendengar ucapan Emil tertawa.
''Kamu masih sama Mil, nggak berubah! Mana istri mu? Tuh ada oleh-oleh dari Tante nya!'' ucap pak Jali.
''Ada. Lagi istirahat dia. Sebentar saya bangun kan dulu ya, Pak! Silahkan duduk!'' titah Emil sedang ia berlalu menuju ke kamar untuk mengajak keluar bertwmu dengan tamu nya itu.
Sesampainya di kamar. ''Dek.. ada tamu tuh di luar. Buatin kopi gih! Sekalian kamu masak untuk makan malam kita!'' ucap nya begitu senang.
Alisa mengernyitkan dahinya bingung.
''Siapa bang tamu nya??''
''Ada deh.. kamu pasti kenal! ayo kita keluar! Tante Irma juga nitipin sesuatu buat kamu!''
Mendengar nama Tante Irma, Alisa menjadi sumringah.
''Iyakah??''
''Ah, Abang bisa aja! Ayo.. aku mau tau! Apa sih titipan Tante Irma??'' imbuhnya begitu antusias.
Emil tersenyum. Setelah nya mereka keluar dari kamar dan menemui tamu itu.
''Assalamualaikum Lis.. apa kabar nya nih??'' tanya pak Jali saat bertemu Alisa.
''Waalaikum salam Paman.. baik.. sangat baik! Paman sendiri??'' tanya Alisa sembari mencium takzim tangan pak Jali.
''Seperti yang kamu lihat! Paman sendiri! Rencana nya sih.. mau pinjam Emil sebentar, untuk temani Paman ke tempat saudara.'' imbuhnya dengan menatap Emil dengan tersenyum misterius.
Alisa yang polos tidak tau apapun hanya mengangguk saja.
''Ya sudah, Alisa buatkan minum dulu ya.. Paman duduk aja disini dulu. Bang ada sesuatu nggak di dapur untuk dimasak??'' tanya Alisa.
Emil mengangguk. ''Ada. Kak Rita udah persiapkan semuanya tadi pagi..'' lirih Emil sembari menunduk.
''Hoo..'' sahut Alisa.
Raut wajahnya menjadi datar mengingat kejadian tadi pagi. Setelah nya ia berlalu ke dapur dan memasak untuk makan malam mereka.
Karena waktu sudah menunjukkan waktu ashar dan sebentar lagi akan Maghrib.
Malam hatinya.
''Ayo Mil, Bapak udah nggak sabar kesana! Dia udah nunggu dari tadi loh..'' ucapnya begitu antusias.
Alisa yang samar-samar mendengar ucapan Emil dan Pak Jali mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
''Dia?? Dia siapa??'' gumamnya.
Sedang sibuk dengan pemikiran nya, tiba-tiba Emil datang menghampiri nya dan membuatnya terkejut.
''Dek...''
''Eh? Iya bang??''
''Abang pergi dulu ya?? Jangan di tunggu karena Abang pulang nya malam! Adek tidur duluan aja! Ini u tuk pegangan mu besok. Belilah apapun yang adek mau. Abang pergi dulu.'' imbuhnya seraya berlalu dari hadapan Alisa.
Alisa termangu melihat perubahan pada diri Emil setelah bertemu dengan paman Jali. Bukan ia tak tau, jika Paman jali adalah seseorang yang begitu menggilai wanita.
Dengan kata lain adalah play boy. Alisa termenung, tidak sadar jika Emil telah pergi meninggalkan nya Tapan menoleh ke belakang lagi.
''Abang jadi berubah saat bertemu saat bertemu dengan paman Jali. Ku harap, Abang tetap sama seperti dulu..'' lirihnya begitu khawatir.
Semoga saja Emil tidak berubah setelah pertemuan antara dirinya dengan pak Jali. Karena jika apa yang di pikirkan Alisa terbukti, maka dirinya akan sama seperti istri nya pak jali.
Dipakai ketika di butuhkan, dan dibuang setelah selesai. Alisa menghela nafasnya berat.
Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Tapi yang ditunggu tidak pulang juga. Alisa jadi khawatir memikirkan keberadaan Emil.
Saking lelahnya menunggu, Alisa tertidur dilantai tanap selimut dan bantal. Setelah sholat tahajud iaencoba untuk memejamkan mata.
Dan berhasil. Dirinya yang begitu mengantuk tertidur di lantai Samapi subuh. Alisa tersentak saat suara adzan berkumandang.
''Astaghfirullah! sudah subuh ternyata. Bang Emil...'' lirih Alisa.
Setelah mengingat jika Emil tidak Kemabli sedari tadi malam ia menunggu nya.
''Ya sudahlah.. lebih baik aku sholat saja dulu. Mana tau setelah ini Abang akan pulang.'' imbuhnya pada diri sendiri.
Setelah nya ia sholat dan mulai membersihkan rumah serta mencuci pakaian nya dan juga Emil.
Setelah selesai Alisa menyadari jika waktu sudah siang bukan lagi pagi.
''Abang kemana ya?? kok nggak pulang-pulang sih? Aku kan jadi khawatir??''
''Di telpon nggak di angkat! di SMS nggak di balas! Kamu kemana bang? Jangan buat aku khawatir kenapa??'' gumamnya pada diri sendiri.
Lama ia melamunkan Emil, hingga Alisa tertidur lagi saat ia melamunkan Emil.
Sedangkan seseorang disana sedang bersenda gurau dengan seorang gadis lebih muda dari Alisa.
Tidak sadar jika waktu sudah sore Namun masih asik berbicara dengan gadis belia itu. Pak jali yang melihat Emil begitu senang tersenyum misterius.
''Akhirnya.. aku bisa membawa Emil kesini. Setelah sekian lama, baru sekarang tercapai. Semoga ini berhasil! Dan aku akan mendapatkan komisi dari perjodohan tuang tertunda ini..'' ia tertawa sendiri melihat Emil masih sibuk dengan gadis belia itu.
Sedangkan ia sibuk dengan pacar barunya. Seandainya kak Rita tau apa yang telah Emil lakukan hari ini, pasti ia akan di habisi oleh kakak Singa nya itu.
💕
Tenang dulu sebelum konflik berkepanjangan.
Siapkan hati siapkan dan siapkan tisu.. 😄😄
Like nya jangan lompat-lompat atuh.. kayak lompat tali aja! hehe
Komen yang positif agar othor lebih semangat updatenya!
Kalau ada typo komen aja! biar nanti othor revisi! kerja sambil momong bayi.. harap maklum! 😁😁
__ADS_1
TBC