Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Kristian Panjaitan


__ADS_3

''Apa yang baru saja kamu lakukan sangat berbahaya nak.. bagaimana jika wanita itu melapor kepada pihak rumah sakit tentang ketidak nyamanan nya karena dirimu?? Berapa kali ibu bilang, jangan sama kan semua wanita. Tidak semua nya sama. Termasuk pasien yang sedang hamil itu.'' jelas dokter kandungan yang menangani Alisa.


''Aku... aku tidak tau Bu.. ku kira kamarnya yang itu dan ku pikir, ia masih gadis! Dan tadi benarkah, jika ia sedang hamil?? Siapa ayahnya?? Apakah diluar nikah?? Umur nya masih sangat muda begitu?'' tanya Tian.


Dokter itu terkekeh. ''Kenapa, hem?? Kamu menyukai gadis eh maksudnya wanita itu?? Wanita orang?? Istri orang?? Kamu jangan macam-macam Tian! Jangan jadi pebinor kamu!''


''Kita lihat saja nanti! entah kenapa, gadis ini berbeda dari yang ku temui! Banyak gadis suci tapi tidak seperti gadis yang satu ini! Ia sangat menjaga Marwah nya sebagai seorang wanita. Bahkan dia berani mengusir ku yang notabene nya petugas disini! menarik!'' sahutnya sambil matanya menatap ke ruangan Alisa.


''Ingat Kristian! kau sengaja di turunkan kesini supaya bisa belajar lagi dari nol tentang adab dan berperilaku terhadap pasien. Rumah sakit besar sudah menyerahkan mu pada kami. Jadi ibu harap, kau mengerti! jangan usil kehidupan orang lain! Apalagi kau dengan nya itu berbeda! kau tak akan bisa mendapatkan berlian seperti nya! carilah yang sepantasnya untukmu! ingat tugas mu disini apa? Ke ruangan A3 sekarang! jangan mengganggu yang bukan menjadi urusan mu!'' titah dokter Ayi.


Ya, beliau adalah dokter spesialis kandungan bernama lengkap Nuraini. Tapi sering di panggil dengan dokter Ayi.


Sedangkan pemuda tadi bernama Kristian Panjaitan. Seorang perawat terkenal akan tidak sopan santun nya dalam menangani pasien.


Banyak rumah sakit yang tidak mau menerima pemuda itu lagi. Lantaran pemuda itu begitu sibuk ingin tau privasi pasien.


Dan suka memaksakan kehendak. Karena itulah, ia dibuang ke Puskesmas untuk belajar etika tentang pergaulan dengan pasien.


Hari pertama kerja saja, ia sudah membuat seorang wanita hampir keguguran. Bagaimana dengan besok?


Entahlah. Kita lihat saja nanti.


***


Setelah beristirahat selama dua jam, membuat Alisa merasa lebih segar. Wajah yang tadi kusut, kini sudah menjadi ceria lagi.


Sekarang waktunya untuk Alisa makan siang, karena waktu pun sudah menunjukkan pukul dua belas tepat.


Alisa mencoba meraih gagang nakas agar terbuka, tapi belum sempat ia meraihnya terdengar suara ketukan pintu dari luar.


''Boleh saya masuk??'' tanya suara itu.


''Ya,'' sahut Alisa, dengan cepat ia menggenakan hijabnya.


''Maaf saya datang lagi. Perkenalkan nama saya Kristian Panjaitan. Saya mau minta maaf atas kejadian tadi pagi. Maaf karena saya, kamu jadi sakit lagi. Ini saya bawakan makanan sebagai permintaan maaf saya?'' ucap pemuda yang bernama Tian itu.


Alisa menatapnya dengan datar. ''Ya, saya memaafkan kamu, lain kali jangan di ulangi lagi! Masih beruntung janin ku tidak apa-apa. Jika terjadi sesuatu, apa kamu mau tanggung jawab?? Lain kali tanya dulu baik-baik, lihat dulu kondisi pasien itu, apakah ia membutuhkan mu atau tidak! kamu paham??'' tanya Alisa.


Tian tersenyum. ''Terimakasih, atas saran mu! akan ku ingat selalu! Oh iya, ada yang bisa aku bantu??'' tanya nya sembari melangkah ke pintu dan ingin menutup nya.

__ADS_1


''Jangan! jangan tutup pintunya! biarkan terbuka! hargai keinginan ku!'' titah Alisa.


Tian mengangguk. ''Ada yang kamu butuhkan??''


''Ya, tolong buka nakas. Didalam sana banyak makanan dari kakak ku tadi pagi.''


''Oke.'' sahut Tian.


Setelah nya, ia membuka nakas dan mengambil rantang berisi makan Rita tadi pagi.


Memang sengaja Rita buat dua rantang, karena ia tau jika Alisa sering kelaparan. Semenjak hamil, Alisa sangat suka makan.


Walaupun sesekali masih ada morning sick. Tapi itu tak menyurutkan perut Alisa untuk di isi lagi.


''Ini! emm.. kamu nggak mau ya, makanan dariku??'' tanya Tian takut-takut.


''Kamu sudah makan??'' Tian menggeleng.


''Makanlah disini bersamaku! Bukankah itu makanan mu??'' tanya Alisa tanpa menatap Tian.


Matanya terus sibuk pada Rantang Rita. Setelah membuka nya ia tersenyum.


''Aseeekkk.. ayam semur! hihihi..'' Alisa cekikikan, semua itu tak luput dari tatapan Tian.


Ah! apa sebaiknya aku pindah agama saja ya? Agar nanti aku bisa mendapatkan gadis yang sama seperti nya?? Gadis seperti Alisa ini sangat langka. Tapi tidak mungkin kan jika tidak ada lagi?? Ya, sebaiknya aku pindah agama saja. Karena aku ingin mendapatkan gadis yang sama seperti nya.


Lama ia menatap Alisa, sedang Alisa sibuk dengan makanan nya.


''Aku mau pindah agama, maukah kamu membantuku Alisa??'' celutuk nya tanpa sadar, hingga membuat Alisa tersedak makanan.


''Uhuk.. uhuk.. uhuk..''


''Eh? Ini minum!'' Tian terkejut dan memberikan minum Alisa yang berada diatas nakas.


Setelah nya Alisa minum, ia menatap mata Tian mencari kebohongan disana.


''Kenapa??


''Karena aku ingin mendapatkan calon istri seperti dirimu!''

__ADS_1


Deg.


''Kenapa aku??'' tanya Alisa lagi.


''Karena kamu istimewa.. lain dari yang lain. Kamu sangat menjaga Marwah mu sebagai seorang wanita, berbeda dengan gadis yang ku temui selama ini.'' sahut Tian.


Alisa menghela nafasnya.


''Jika kamu ingin pindah agama, hanya untuk mencari calon istri yang sama seperti ku, sebaiknya tidak usah! karena pindah agama demi menginginkan hamba nya itu akan sengsara, tetapi jika kau .. pindah agama karena ingin mengenal Tuhan ku, maka kehidupan mu akan bahagia! Sebelum kau memutuskan, pikir dulu apa yang di inginkan oleh hati mu? Benarkah karena manusia?? Jika memang karena manusia, sebaiknya tidak kamu lakukan. Tapi jika tujuan mu pindah agama karena ingin mengenal Tuhanku, akan aku bantu! pikirkan itu!'' jelas Alisa, membuat pemuda lebih tua sedikit dari Alisa itu mematung mendengar ucapan gadis di depannya.


''Iyakah??'' gumam nya.


''Ayo makan! kamu tidak lapar Tian?? Setelah ini aku harus minta tolong pada mu lagi.'' titah Alisa dan Tian mengangguk.


Alisa makan tidak pakai jaim di depan Tian, dia mah bodo amat. Mau nambah, tinggal ciduk lagi. Maklum ibu hamil.


Tian terkekeh melihatnya.


Seandainya ada lagi gadis seperti mu.. yang bisa menuntun ku ke jalan Robb mu pastilah aku mau Alisa..


Aku belum bisa sendiri.. aku butuh bantuan.. aku juga ingin menikah muda seperti dirimu.. Ya Tuhan.. jika engkau mengizinkan ku untuk mendapatkan seorang gadis yang sama seperti Alisa, maka aku akan masuk kedalam agama MU.. seperti agama Alisa.


Tapi sebelum itu, aku akan tetap berusaha berubah dan pindah agama terlebih dahulu. Agar kelak, aku mendapat kan istri yang sama seperti Alisa.


''Tian, bantu aku melepas infus ini untuk sebentar saja. Aku harus wudhu. Dari kemarin, aku hanya tayammum! Aku butuh mandi, biar badan ini seger. Bisakan?? Setelah ini, boleh kok kamu pasangin lagi.'' ucap Alisa.


Tian hanya mengangguk. ''Baik, sini aku buka dulu! Infus mu tinggal sedikit sebenarnya. Pantas tidak jalan lagi. Oke, kita buka! Dan kamu boleh mandi setelah ini. Apakah aku harus membantu mu untuk mandi??'' goda Tian.


Membuat Alisa melototkan matanya.


Duukkk


''Awww...''


''Rasain!! wlek!!''


💕


Haha.. ditimpuk pakai apa tuh bang Tian nya??

__ADS_1


Tenang, untuk bang Tian udah othor sediain jodohnya. Siapapun yang nongol dalam cerita ini, akan nongol di cerita Gilang dan Alisa. 😄😄


TBC


__ADS_2