Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Emil marah


__ADS_3

'' Allahu Akbar !'' jeritnya saat palu menimpa jari tangannya.


Ia meringis merasakan sakit yang sangat. Hingga keringat dingin bercucuran di dahinya. Rasanya ingin menangis, tapi itu tak mungkin. Ia seorang pria, malu dong jika menangis dikira bencong pula nantinya.


Pemuda itu adalah Emil. Saat ia sedang bekerja, tiba tiba saja ada firasat aneh yang menelusup hatinya.


Ia merasakan jika Alisa sedang memanggil nya. Karena sibuk dengan lamunannya, tangan kiri Emil yang sedang memegang paku jadilah terpukul karena palu yang dipukul itu meleset mengenai tangannya.


Ia mendesis menahan sakit dijari tangannya.


'' Sssssttt.. sakit bener kena palunya. Aduhhh.. denyut euyyy.. ck! kamu bodoh Mil! Bisa bisanya kamu melamun saat sedang bekerja! Ishh..dasar!'' ia bermonolog sendiri.


'' Tapi kenapa ya.. aku jadi teringat Alisa? Ada apa dengannya? Apakah terjadi sesuatu? Karena semenjak pertunangan malam kemarin aku belum sempat menemuinya.. hmm.. apa sebaiknya kutunggu saja ya di persimpangan? Inikan waktunya ia pulang sekolah??'' gumamnya lagi.


Ia bergegas keluar dari pekerjaan nya dan meminta ijin untuk keluar sebentar. Setelah meminta ijin pada pak Daman, Emil bergegas berjalan kepersimpangan jalan sana.


Ia semakin bergegas karena waktunya terbatas. Saat ia melewati rumah Alisa, Emil melihat rumah itu sunyi. Pertanda jika Alisa belum pulang sekolah.


Ia berjalan terus hingga sampai didepan toko kak Ross, Emil melihat Alisa yang ditarik dengan paksa oleh kak Ross menuju halaman belakang.


Emil berlari mengejarnya. Ia jadi khawatir terhadap Alisa. Ada urusan apa kak Ross dengan Alisa hingga menarik paksa seperti itu.


Emil gundah, ia terus mengikuti Alisa dari belakang hingga sampailah disana. Sesaat kemudian ia mendengar ucapan kak Ross yang begitu menohok dirinya.


Emil mengepalkan tangannya erat. Sekuat tenaga ia berusaha meredamnya.


Emil melihat pujaan hatinya tertunduk saat kak Ross mengatakan sesuatu yang menyakiti hatinya. Tapi itu hanya sebentar, setelahnya Alisa mendongak dan membalas kembali ucapan kak Ross.


Emil tersenyum mendengar ucapan Alisa.


Bagus dek.. lawan ketidak Adilan ini.. harga dirimu dipertaruhkan! Ayo buktikan padanya jika kamu tidak seperti dugaannya.


Emil terus saja mendengar ucapan Alisa, hingga satu kalimat yang begitu menampar Emil, membuat ia marah besar. Ia yang tadinya hanya berniat diam, kini berubah. Emil ingin mengatakan sesuatu pada wanita yang telah tega menyakiti hati nya.

__ADS_1


'' Heleh.. jika memang sudah keturunannya begitu, mau dibuat sebaik apapun tetap tak akan ada yang percaya! Jika kamu itu gadis murahan! Ingin menggaet pria dengan menjual tubuhmu cih!!'' ucapnya jijik melihat Alisa.


Sedangkan Emil yang berdiri tak jauh dari mereka tersentak. Ia terkejut mendengar ucapan kak Ross yang begitu menghina pujaan hatinya. Ia mengepalkan tangannya erat.


Emil ingin menghampiri mereka tapi tertahan karena mendengar ucapan kak Ross selanjutnya...


'' Kamu memang lacur Alisa! Kamu sengaja menjual tubuhmu pada Emil, agar Emil menyukaimu benarkan? Dan karena dia sudah merasakannya, makanya dia memilihmu kan?? Dasar pelacur! Sekali pelacur tetap pelacur!!'' sarkasnya membuat Alisa terpaku.


'' Roossss!!!'' sentak Emil dengan keras membuat mereka berdua terkejut.


Deg!


Bang Emil...


Emil...


Mereka berdua begitu terkejut dengan kehadiran pemuda itu. Pemuda yang sedang mereka bicarakan.


Alisa berbalik melihat kebelakang, dan benar itu Emil. Tunangan nya. Alisa Mandang Emil yang juga memandangnya.


Alisa memandang Emil tak berkedip. Dalam hatinya berbisik ' bagaimana mungkin orang yang tadi disebut bisa tiba tiba ada disana?'


Emil melihat Ross yang berdiri terpaku mendatanginya. Ia berdiri tepat disebelah Alisa. Dengan raut wajah marah yang ditahan, Emil berusaha berbicara pada kak Ross. Sekuat tenaga ia menahannya. Untuk menahan rasa amarah itu Emil merubah wajahnya menjadi datar. Pertanda dirinya dalam mode senggol bacok !!


'' Apa yang kamu katakan ? Apakah sebagai perempuan kamu tidak malu menghina perempuan lain dengan menyebutnya pelacur??


''Baru kali ini aku melihat seorang wanita seperti mu tega menuduh wanita lain tanpa bukti. Apakah kamu tau jika apa yang kamu katakan itu telah menyakiti hatinya?!


'' Seharusnya kamu mengerti jika sesama wanita tidak boleh saling menghujat. Aku tak menyangka Ross! kelakuan mu sungguh tidak secantik wajahmu.


'' Kamu wanita bermuka dua! Di depan ku kamu terlihat baik sedang dibelakang ku, kamu mengatai ku! cih!


'' Aku tak salah pilih hah? Aku lebih memilih Alisa yang bukan apa apa dibanding dirimu! walaupun ia masih kecil, tapi ia mampu menjaga marwahnya sebagai seorang wanita tidak seperti mu!

__ADS_1


'' Sungguh aku kecewa denganmu Ross! Kamu tidak sebaik yang aku pikirkan! Menyesal aku telah mengenal mu! mulai sekarang jangan pernah melihatku ataupun Alisa lagi! Karena kami tidak pernah mengenal dirimu!'' ujarnya dengan dingin, membuat kak Ross tergugu.


'' Ayo dek kita pulang!'' ucapnya seraya menarik tangan Alisa agar ikut dengannya untuk pulang. Alisa menurut, ia mengikuti Emil tanpa melihat kak Ross yang menatapnya dengan nanar.


Kak Ross begitu terkejut dengan kehadiran Emil. Ia tak menyangka bahwa Emil mendengar semua ucapannya.


Ia jatuh terduduk saat Emil beranjak pergi meninggalkan dirinya.Sungguh malang nasibnya. Berulang kali menyukai lelaki, lelaki itu malah memilih yang lain.


Kak ross menangis tersedu disana. Ia seorang diri tanpa ada yang menemani. Luka yang belum kering kini bertambah lagi dengan luka yang baru.


Kak Ross tersedu '' hiks.. apa salahku Emil? Hingga kamu berucap seperti itu? Aku tidak salah! Aku hanya mencoba mengingatkan nya! kamu tega! kamu tega Mil!! Kamu jahat!!''


'' Andai kamu tau seperti apa rasa cintaku padamu, pasti kamu tak akan berbicara seperti itu padaku! sakit... Mil! sakit!!'' ia berbicara sendiri sambil memukul dadanya kuat.


Terasa sesak didalam sana. Hingga membuatnya sulit untuk berbicara. Sungguh sakit. Inilah yang dinamakan sakit luka tak berdarah. Sungguh jika ingin memilih, lebih baik terluka nyata daripada kasat mata seperti ini.


Luka diluar bisa sembuh, tapi luka didalam sangat sulit untuk menyembuhkan nya. Andai ia bisa mengulang waktu, maka ia tak akan melakukan hal ini.


Sekarang sudah terlambat. Tak bisa diubah lagi. Kala Ross duduk tepekur di tanah yang basah. Sebasah hatinya yang sedang patah, karena orang yang diharapkan nya pergi meninggalkan dirinya.


'' Hiks.. jangan tinggalkan aku Mil.. aku sa-sangat mencintaimu .. ku mohon kembalilah padaku...'' ucapnya disela tangis yang sedang dilanda nya.


Ia meracau tak jelas. Dadanya begitu sesak hingga sulit untuk bernafas. Ia memukul pelan dadanya.


Tak disangka orang yang sedang di sakitnya kini berada dibelakangnya.


'' Bangun Ross..!''


Deg!


💟💟💟💟


Nah ayo kak Ross... gemes deh sama kamu..

__ADS_1


Selamat hari raya idul Fitri


Minal Aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏


__ADS_2