
" Pertemuan yang tak diduga bisa saja terjadi pada setiap orang, Kadang kala ada yang hasil pertemuan nya baik ada juga yang buruk!Akan tetapi semua itu adalah skenario dari yang maha kuasa penguasa alam Karen asetiap goresan tintanya adalah ketetapan untuk kita semua..."
.
.
.
π·π·π·π·
Awalmula kisah pertemuan antara Alisa dan takdirnya.
" Selamat pagi Pak Yoga.. gimana ni kabarnya apa masih ada saja orang yang datang ke tanah dibelakang rumah pak Burhan itu??" tanya Pak Oman
Pak yoga menghela nafasnya.
" Hufffttt.. kayaknya mereka masih saja menginginkan tanah itu, saya dan seluruh aparat desa sudah mengatakan kalau tanah itu tidak akan diijinkan untuk membuat pembangunan disitu tapi mereka tetap ngeyel dan hari ini mereka akan membersihkan lahan itu lagi...''
" Begitu ya pak tapi apakah seluruh masyarakat setuju dengan ide mereka? Saya dengar banyak yang menentang nya?" Dahinya mengerut ketika teringat akan perkataan kepala desa tempo hari.
" Itulah yang menjadi pemikiran saya sekarang Pak Oman.. gimana caranya agar masyarakat tidak tersinggung dan juga lahan itu tidak jadi diambil dan dibuat pembangunan.."
" Ini sih rumit Pak.. semoga saja mereka tidak bersikeras akan melanjutkan proyek itu.."
" Ya.. semoga saja.."
Tanah yang dibelakang rumah pak Burhan itu akan dibangun PAM air karena banyak warga disana yang masih kekurangan air bersih itu menurut pemikiran pemerintah, pada kenyataannya masing masing dari warga mereka sudah memiliki air bersih.
Itu terjadi sebenarnya karena bencana yang terjadi di bulan lalu yang mengakibatkan sebagian warga kekurangan air bersih.
Oleh karena itu pihak yang berwenang memutuskan untuk membuat PAM air disana agar memudahkan warga mendapat pasokan air bersih.
Orang orang proyek terus saja berdatangan kesana untuk memantau situasi hingga hampir saja terjadi keributan. Tapi untungnya-. (orang indo kan yang banyak untungnya yang rugi mah Cina euyyy..πππ, jangan marah ya yg baca jika ada yang keturunan cina βοΈ) -semua terkendali karena Pak Yoga turun tangan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh warga setempat karena mereka tidak setuju tanah itu akan dijadikan lahan proyek pembangunan PAM air bersih.
Banyak diantaranya yang mengaku tanah itu hak moyang mereka. Mereka meminta ganti rugi untuk itu padahal lahan itu terbentuk sendiri karena kejadian alam pada masa lampau darimana asalnya tanah itu milik moyang mereka?
'' Enak sekali mereka! mereka yang untung kita yang rugi..''
'' Iya betul itu..''
'' Ayo bapak bapak kita cegah mereka agar tidak merusak lahan desa kita ini..''
'' Ayoooo..'' seru mereka semua hampir saja terjadi keributan jika saja Pak Yoga terlambat datang maka akan tambah runyam masalahnya.
Gimana enggak mereka sudah membawa golok dan celurit untuk menghajar mereka orang orang proyek.
Sedangkan orang orang proyek itu hanya diam saja mereka tidak berani melawan karena itu bukan wewenang mereka. Mereka hanya ditugaskan bosnya untuk mengecek lokasi itu saja.
Sedang para warga yang sudah emosi hampir saja melakukan kekerasan terhadap mereka tapi tidak terjadi karena Pak Yoga dan Kepala Desa datang tepat waktu.
__ADS_1
Mereka semua berhenti dan terdiam setelah Pak Yoga berbicara kepada mereka barulah mereka tenang.
Pak Yoga mengatakan bahwa mereka siap ganti rugi untuk lahan tersebut berapa pun yang dipinta tergantung dari harga pasaran permeter nya.
Dan para warga pun setuju untuk itu. Anggota proyek pun tidak mempermasalahkan hal itu karena mereka siap ganti rugi jika masyarakat memintanya daripada proyek itu tidak berjalan sama sekali lebih baik mengeluarkan uang untuk membayar tanah tersebut dan itupun disetujui oleh warga karena mereka sudah melakukan rapat dikantor desa.
Masing masing dari mereka mendata nama siapa saja yang tanah nenek moyangnya itu harus dibayar.
Setelah urusan bayar membayar selesai barulah proyek itu dijalankan.
***
Dilokasi proyek.
'' Dam! sini kamu! panggilkan ucu sebentar kemari ada yang ingin saya bicarakan dengannya.'' ucap Pak Daman.
Dia adalah pemborong proyek tersebut sekaligus mandor yang dipilih untuk memantau perkembangan proyek tersebut.
Adam berjalan dengan lari lari kecil
'' Iya pak saya akan cari dulu dimana Ucu berada karena tadi katanya mau keluar sebentar..''
'' Baiklah jika sudah bertemu dengannya tolong kamu suruh kesini ya..''
'' Iya pak..''
''Ada apa bang manggil saya..??'' tanya nya
'' Gini Cu coba kamu datang kerumah Pak Yoga sebentar, ada berkas yang belum diserahkan oleh beliau untuk ditanda tangani padahal sudah dari kemarin berkas itu diberikan tapi belum juga dikembalikan. Coba kamu cek kerumahnya apakah beliau ada di tempat atau tidak ? Karena berkas itu berkas penting dan harus diserahkan hari pada bagian kepala proyek."
'' Baik bang akan saya datangi rumah beliau..'' ia memutar badannya hendak pergi.
'' Tunggu Cu... sekalian kamu belikan pulsa ya didepan sana Abang mau nelpon kepala bagian nanti setelah berkas itu diantar oleh Pak Yoga.
'' Hem... ya..."
Bergegaslah Ucu ketempat Pak Yoga. Sesampainya disana rumah itu tampak sepi seperti tidak ada orang dirumah.
Dia celingak-celinguk mencari orang didalam rumah tapi tetap sepi tak ada menunjukkan bahwa ada orang disana bahkan dia sudah memanggil berulang kali tetap saja tak ada sahutan dari dalam rumah Pak Yoga.
Tiba tiba ada tetangga lewat dan menegurnya.
'' Cari siapa nak.. cari Pak Yoga ya ??''
Pemuda itu terkejut " eh iya kek saya sedang cari Pak Yoga tapi kayaknya gak ada deh soalnya rumah ini sepi..''
'' Oh... Pak Yoga nya sedang kekantor desa nak.. sedang buk Alina sedang pergi ke pengajian tapi..kalau tidak salah ada anak Pak Yoga didalam kan ini masih dalam rangka waktu libur semester jadi pasti ada didalam..''
'' Ohh.. .tapi kenapa rumahnya sunyi ya kek..? sudah berulang kali saya memanggil tapi tak ada sahutan sama sekali dari dalam jangankan sahutan hidungnya pun kagak nongol..''
__ADS_1
Kakek Pian terkekeh.
'' Ada kok coba aja sekali lagi mungkin Alisa dibelakang rumahnya.. jadi gak denger ada yang manggil.. anak itu hoby sekali berkebun seperti ibunya...''
'' Ya sudah saya coba dulu ya kek.. terima kasih banyak kek..'' pemuda itu tersenyum kepada kakek Pian.
'' Sama sama nak, jika kamu butuh bantuan datang aja kerumah kakek itu rumah kakek..'' kakek Pian menunjuk rumahnya yang hanya berjarak 5 meter saja dari rumah Pak Yoga.
'' Baik Kek.. dengan senang hati...''
'' Ya sudah kakek pulang dulu ya coba panggil lagi mungkin Alisa udah masuk kerumah..''
'' Oke..'' ia mengangkat jempolnya ke kakek Pian.
Kakek Pian pun berlalu, dia berjalan agak kedalam pekarangan rumah Alisa sambil memandang kearah belakang dan tiba tiba saja dia teringat.
'' Waduh lupa euuy siapa tadi nama anaknya Pak Yoga jadi lupa deh.. ya sudahlah coba aja panggil lagi.."
Saat ingin memanggil, tiba tiba ada tepukan dibahunya dari belakang, Ucu kaget hampir saja melompat kedepan.
''Cari siapa nak.?.'' Mama Alina bertanya kepadanya.
''Eh astagfirullah!! kaget saya buk.. hehe saya mau ketemu Pak Yoga. Dari tadi saya panggilin tapi gak ada yang nyahut dan kata kakek yang itu tadi ada anak ibuk didalam tapi nggak keliatan.. jadi baru saja mau panggil lagi eh ibuk sudah mengejutkan saya..'' ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
'' Ohh bapak sedang kekantor desa.. ada perlu apa ya nak nanti biar ibuk sampaikan jika kamu menunggu akan terasa lama nanti..''
'' Ya sudah buk kalau begitu sampaikan saja ke bapak kalau Pak Daman menanyakan berkas itu dan hari ini harus diserahkan kembali karena nanti sore orang proyek akan datang untuk mengambil nya.. itu saja buk..''
'' Ohh ya sudah nanti ibuk sampaikan! mari nak kita masuk dulu-.
'' Nggak usah buk saya harus kedepan untuk membeli pulsa buat Pak Daman karena beliau pesan tadi sama saya.."
'' Ya baiklah padahal ibuk ingin kamu minum teh dulu sebelum pergi, anak ibuk ada didalam mungkin lagi istirahat.. Lis.. Alisaaaa... kamu dimana nak ada tamu dari tadi manggil kok nggak disahuti sih...'' Mama Alina jadi kesal sendiri.
'' Udah nggak apa apa buk saya pamit nanti kelamaan Pak Daman nunggu nya.. yang penting pesan beliau sudah saya sampaikan sama ibuk..'' tiba tiba dari dalam terdengar suara sahutan Alisa.
'' Iya Ma... maaf Alisa nggak tau ada yang manggil Alisa habis dari belakang dikebun sayur Mama tadi..'' suara Alisa terdengar dari dalam rumah.
Sesaat Ucu tertegun mendengar suara itu.. seperti apa ya gadis ini.. bisiknya dalam hati.
πΈπΈπΈπΈ
Nah loh Cu jodoh kamu tuh..
Semoga kalian syyuukkaaa..
Udah direvisi ya ..
π€π€π€π€
__ADS_1