
Alisa terus saja mengayuh sepedanya dengan santai, dari kejauhan seorang bapak bapak melambaikan tangannya. Alisa hanya tersenyum saja dia mengira orang itu cuma melambai-lambai saja. Mungkin untuk orang yang dikenalnya mungkin begitulah dikiranya.
Dalam lamunannya itu Alisa tak sadar jika sudah banyak orang yang menjerit untuk dirinya menepi, tapi Alisa tak menggubris nya dia tetap saja terus mengayuh sepedanya itu.
Dari kejauhan terlihat truk sudah oleng kekiri dan ke kanan Hendra yang melihatnya pun jadi takut, takut akan pemikiran nya jika truk itu akan menabrak Alisa. Dia terus saja melajukan motonya tanpa peduli dengan keselamatan nya, saat ia ingin memanggil Alisa semuanya sudah terlambat!
Braaakkkkk
Alisa terpental jauh dan berguling guling hingga ke tengah jalan dengan darah mengucur dikepalanya..
Hendra terdiam berdiri kaku diatas motornya sesaat setelah dia sadar barulah dirinya menjerit memanggil Alisa.
Alisa yang terus melamun tidak sadar bahwa dirinya sedang dalam bahaya maut mengintai nya, dalam lamunannya dia sedang memikirkan apa yang sebaiknya dia berikan kepada Emil sebagai ucapan terimakasih nya karena sudah memberinya coklat sebagai balasan Alisa pun ingin memberikan sesuatu untuk Emil.
Tiba tiba saja dirinya seperti melayang ke udara. Alisa terdiam seperti sedang melamun untuk sesaat dia merasakan dirinya sangatlah ringan hingga dirinya terhempas dan terguling guling dijalan raya dengan kepala yang membentur pembatas ditengah jalan.
Barulah Ia tersadar!!
Sakitt!!
Itulah yang dirasakannya, matanya berkunang-kunang kunang berputar putar seakan langit hendak runtuh menimpa dirinya. Matanya terpejam sesaat dia merasakan ada yang mengalir dari kepalanya.
Dirumah Mama Alina Merasakan ada sesuatu yang terjadi entah apa ia tak tau. Tiba tiba Mama Alina menyenggol gelas, hingga gelas iti jatuh kelantai.
Trakk..Trak.. cling...
Pyaaaarrrr
Suara pecahan gelas yang jatuh ke lantai membuat Mama Alina terkejut.
Ada apa ini ? Kok perasaanku gak enak gini ya..
Saat ingin membersihkan pecahan kaca tangan Mama Alina tersenggol hingga terluka mengeluarkan darah. Mama Alina beristighfar sambil membersihkan lukanya.
Ditengah rasa sakit yang menderanya sayup sayup Alisa mendengar jeritan seseorang. Suara yang begitu dikenalnya tapi ia tak sanggup membuka matanya, hanya satu kata yang terucap..
"Hendra...."
Hendra yang melihat Alisa terkapar tak berdaya menjerit histeris siapapun yang melihatnya pasti akan sedih.
"Alisa...."
Hendra berteriak histeris, tanpa diduga air matanya mengalir deras hatinya pilu melihat pujaan hatinya terkapar tak berdaya andai saja tadi dia melarangnya pastilah tidak akan kejadian seperti ini.
Hendra memangku kepala Alisa dengan wajah yang penuh dengan air mata.
'' Lis.. .Lis.. buka matamu Lis... jangan tidur.. a-aku disini.. bangun Lis jangan tinggalin aku.. aku mohon bangun Lis..'' sesak rasa hatinya.
'' Bangun Lis... kamu taukan dari ddduuluu ak-aku sudddah menyukaimu.. aku mohon Lis bertahanlah untukku... bertahanlah Lis... jika tidak untuk diriku untuk kedua orang tuamu... bangun Lis.. aku sayang kamu Lis...'' Hendra terus saja meracau tak jelas, warga yang mendengar pun ikut sedih.
Warga sekitar yang melihat kecelakaan itu berlari kearah korban untuk melihat apakah masih hidup atau tidak. Mereka berkerumun melihat Alisa yang terkapar dengan darah mengucur dikepalanya.
Samar samar Alisa mendengar semua ungkapan hati Hendra, dia hanya bisa terdiam memejamkan matanya menahan rasa sakit dikepalanya. Saat ingin membuka mata ia tak mampu, ia sekuat tenaga ingin membuka mata tapi tak bisa hanya gerakan tangan saja yang bergerak gerak.
Ia ingin mengangkat tangannya menyentuh wajah Hendra, Dia terus berusaha. Saat ingin menggapainya tangan itu terjatuh kembali dan media hanya bisa mennggumam memanggil Hendra yang sedang meracau tak jelas.
'' Bangun Lis.. jangan tinggalkan aku.. jika kamu tak mau menerimaku oke ! jadikan aku sebagai sahabat mu saja aku rela aku ikhlas..'' dengan sesegukan Hendra mengungkap isi hatinya.
Konyol sih, tapi mau bagaimana lagi dirinya sedang terkena serangan panik melihat Alisa dalam keadaan terluka.
Hingga dia tersadar saat Alisa mengangkat tangan dan memanggil namanya seperti berbisik, Hendra yang mendengar nya pun menunduk menatap Alisa.
Sesaat ia terdiam. Ia ingin memastikan apakah benar Alisa memanggilnya atau telinganya salah dengar.
" Hen...."
Hendra terdiam hingga tangan itu jatuh terkulai tak berdaya. Dalam pandangan Alisa, dia melihat semua menjadi buram dan samar samar suara panggilan dari Hendra pun terasa jauh hingga semua terasa gelap seperti mati lampu.
__ADS_1
Alisa pingsan.
Hendra menjerit dan menepuk pipi Alisa tapi Alisa tak kunjung sadar. Seorang warga menghampiri mereka dan memeriksa urat nadi Alisa.
'' Dia pingsan nak, detak jantungnya sangat lemah sebaiknya segera dibawa kerumah sakit agar bisa ditangani oleh dokter..''
'' Ba-baik pak, siapa kira kira yang bisa membantu saya membawanya kerumah sakit, saya punya motor mungkin ada yang bisa mengendarai nya rumah sakit kan tak jauh dari sini..''
'' Baiklah bapak yang akan membantumu..'' sahut bapak bapak tadi.
Hendra bangkit dari duduknya dia mengganjal kepala Alisa dengan tasnya. Dia tak peduli jika tasnya dipenuhi darah Alisa, yang dipikirkan saat ini bahwa Alisa harus segera dibawa ke rumah sakit.
Bapak bapak tadi yang membawa motornya dengan Alisa dibelakang dalam pangkuan Hendra.
Hendra terus saja menangis. Sakit sekali hatinya melihat Alisa yang sudah memucat. Wajah yang dulunya berseri kini berubah menjadi pusat pasi. Hendra terus saja menangis sambil menepuk pipi Alisa agar tetap tersadar.
Alisa tak bergerak sedikit pun.
Sesampainya dirumah sakit, Hendra turun dan menggendong Alisa masuk kedalam rumah sakit.
'' Siapa saja disana tolong saya...'' jerit Hendra
Para perawat yang melihatnya berlarian kearah Hendra untuk memindah kan Alisa ke bangkar. Dan segera mereka mendorongnya ke ruang ICU.
Hendra ingin masuk tapi dihentikan oleh dokternya.
'' Sebaiknya kamu hubungi keluarga pasien biar nanti jika terjadi sesuatu pada pasien, ada yang bertanggung jawab.''
Hendra termangu mendengarnya. Selama ini dia memang mengenal Alisa, tapi tidak dengan kedua orang tuanya bahkan rumahnya ia pun tak tau.
Di saat rasa bingung melanda dirinya yang tak tau harus berbuat apa, seorang bapak bapak menepuk bahunya.
Hendra terkejut, dia tersadar dari lamunannya.
'' Kamu temannya Alisa kan?? Korban yang baru tertabrak??''
'' Baiklah saya akan mengabarkan hal ini kepada orangtuanya Pak Yoga dan Bu Alina biar mereka tau jika putri mereka kecelakaan.''
'' Baik pak terimakasih sebelumnya. Bapak kenal dengan orang tua Alisa??''
'' Ya, mereka adalah tetangga saya sedang pak Yoga adalah ketua RT ditempat tinggal saya..''
'' Hooo..'' Hendra hanya ber oh ria saja. Kenapa ia baru tau kalau orang tua Alisa adalah ketua RT.
'' Untuk sekarang selagi orang tuanya belum tiba kamu disini saja dulu untuk jaga kalau kalau ada sesuatu yang dibutuhkan.'' Bapak itu berbalik dan ingin cepat pulang menemui keluarga Alisa
'' Tunggu Pak.. bagaimana bapak mengetahui tentang kecelakaan itu?''
Bapak itu tersenyum.
'' Saya melihat kamu membawa Alisa dengan menjerit histeris, lalu saya ikuti kamu sampai kesini. Saya penasaran dengan perempuan yang kamu gendong ia sangat mirip dengan Alisa. Dan benar kan tebakan saya, bahwa itu memang Alisa anak Pak Yoga. Ya sudah kalau begitu saya pergi dulu untuk mengabari orang tua Alisa.''
'' Baiik Pak.. saya akan menunggu orang tua Alisa setelah nya barulah saya pulang..''
Yg, bapak bapak itu adalah pak Oman tetangga nya Pak Yoga, saat itu Pak Oman sedang diapotik rumah sakit, untuk menebus obat istri nya. Ketika pak Oman akan mengambil obatnya dia terkejut mendengar suara orang berteriak-teriak memanggil dokter.
Pak Oman mengikuti dimana suara itu berada ia jadi penasaran ada sebenarnya. Ketika sudah sampai ditempat tepat depan lobi rumah sakit, ia melihat seorang pemuda memakai seragam putih abu abu sedang menggendong temannya yang terluka parah.
Saat itulah Pak Oman tersentak kaget. Ia melihat bahwa anak gadis itu sangat mirip dengan Alisa. Untuk menghilangkan rasa penasarannya Pak Oman mengikuti hingga keruang UGD betulkah itu Alisa atau bukan.
Dan tepat seperti dugaannya benar adanya kalau itu adalah Alisa yang sedang mengalami kecelakaan. Dia melihat ada seorang anak muda yang berdiri termenung didepan pintu UGD, hingga Pak Oman datang menghampiri nya.
****
Sesampainya dirumah Pak Yoga, Pak Oman berlari turun dari motornya hingga dirinya hampir saja tersungkur jika tidak ada Pak Yoga yang menolongnya.
'' Hati hati pak Oman, bapak kenapa buru buru sih? Untung tadi saya sedang dari luar jadi kebetulan saja saya bisa menolong bapak. Ingat pak, kita ini sudah tua.. udah gak wajar lagi lari-lari pak..''
__ADS_1
Pak Oman hanya meringis sambil memegang kakinya yang terasa linu akibat tersungkur tadi.
Setelah dirasa bisa untuk berbicara, pak Oman pun memberi kabar tentang Alisa
'' Alisa pak.. Alisa...''
'' Ada pak dengan anak saya..??'' raut wajah Pak Yoga berubah menjadi Khawatir setelah Pak Oman menyebut nama anaknya.
'' Alisa sekarang ada dirumah sakit dia mengalami kecelakaan saat sedang pulang sekolah pak..'' ucapnya sambil menstabilkan degub jantungnya.
Deg!
Deg!
'' Apa??'' Mama Alina yang mendengar langsung shock ia jatuh terduduk sambil menangis.
'' Astagfirullahal'adhim ya Allah anakku..''
Kaki Pak Yoga terasa lemas bagai tak bertulang.
'' Sekarang bagaimana keadaannya pak??''
'' Saya belum tau kan masih ditangani oleh dokter diruang UGD, untuk memastikan nya lebih baik bapak ibu harus segera kerumah sakit.''
'' Baiklah kalau begitu.. ayo ma kita ke rumah sakit..''
'' Alisa..ya Allah nak...'' isak Mama Alina.
'' Baiklah saya permisi dulu Pak, jika nanti ada apa apa hubungi saya..''
'' Ya, terimakasih pak Oman...''
Setelah pak Oman pergi, Pak Yoga dan istrinya bergegas menuju kerumah sakit. Para warga yang terkejut mendengar berita itupun jadi khawatir, mereka hanya bisa berdoa semoga Alisa cepat sembuh.
Sesampainya dirumah sakit, Pak Yoga dan Mama Alina berlari menuju ke ruang UGD. Dari kejauhan ia melihat ada seorang anak muda berseragam sama dengan Alisa sedang berdiri menghadap ke UGD, dengan baju yang penuh dengan darah.
Pak Yoga berlari hingga Hendra yang sedang memandang kearah ruang UGD pun terkejut.
'' Bagaimana keadaan anak saya nak..??''
'' Bel-''
Ucapannya terhenti saat mendengar suara pintu terbuka, dari dalam keluarlah seorang perawat dengan wajah cemas
'' Keluarga pasien..??''
'' Saya sus.. saya Papanya.'' kata Pak Yoga
'' Pasien sekarang dalam keadaan kurang baik, luka dikepalanya mengalami pendarahan dan terlalu banyak mengeluarkan darah hingga saat inipun Belum sadarkan diri. Untuk itu kami membutuhkan donor darah secepatnya.. jika tidak nyawanya tidak akan tertolong...'' ucap perawat itu
'' Ya Allah...''
'' Papa...''
'' Alisa...''
Hendra menangis pilu. Papa dan Mama Alisa jatuh terduduk dilantai sambil menangis.
💟💟💟💟
Akankah Alisa selamat atau ??
Like dan komen yang buuaanyyak ya...
Semoga kalian syyuukkaaa..
🤗🤗🤗😉😉
__ADS_1