Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
bab 9 tamu tak terduga


__ADS_3

"Jika ada yang bertamu kerumah bersikaplah dengan baik sambut dia dengan senyuman karena tamu adalah raja dan memuliakan tamu itu besar pahalanya.."


.


.


.


🍁🍁🍁🍁


''Lis.. Alisa.. kamu dimana nak ini ada tamu didepan kok nggak dibukain pintunya.. kamu nyahut aja dari dalam tapi pintu nggak dibuka Gimana sih...'' sewot Mama Alina.


'' Iyaa Mamaku yang cantiiiiikk sebentar atuuuhhh ini lagi ribet Ma tangan Alisa penuh semua ini bentar ya sabar.. Alisa taruh dulu ini sayurnya..''


Sedang apa dia..


Mama Alina dan Ucu saling pandang.


'' Cepetan ih.. ini tamunya nunggu lho..'' Mama Alina tersenyum kaku melihat Ucu yang bengong memandangnya.


'' Udah nggak pa pa buk lain kali aja saya mampir..'' ia jadi tak enak sama Mama Alina karena memaksa putrinya untuk buka pintu secepat nya untuk menjamunya dengan minum teh.


'' Siapa ya tamunya?? *Suaranya sih laki laki ?? Tapi.. aku kok suka ya denger suaranya.." Alisa kaget sendiri dengan pemikiran nya .


Astagfirullah!! Gak boleh Lis... kamu kenapa sih jadi alay kayak gini.. haduuuhhh.. mana si Mama udah pulang lagi*..


Tek!


Ceklek


Krriieett.


Suara pintu terbuka dari dalam.


Ucu mengalihkan perhatiannya dari Mama Alina kearah pintu yang terbuka. Seketika itu juga jantungnya berdetak.


Deg!


Deg!


Pandangan mereka bertemu satu sama lain aksi pandang memandang pun terjadi.


Alisa memandang kearah ucu begitupun sebaliknya kata pertama yang terucap dalam hati mereka berdua..


Cantik !


Tamvan ! Hanya saja kulitnya yang agak kecoklatan.


Alisa tersenyum dengan sangat manis membuat siapa yang melihatnya akan mengatakan '' ini sih lebih manis dari gula euyyy''


M**anis!!


Tidak jauh berbeda dengan Ucu dia pun sama tersenyum dengan manis hingga mata sipitnya bertambah sipit senyumnya aduhai.. memikat hati !


Alisa tertegun sesaat,


Matanya sipit seperti orang cina


Senyumnya aduhai memikat hati siapa saja yang memandangnya


Rambutnya hitam dengan belahan ditengah nya


Postur tubuhnya tegap dan tinggi


Hanya saja kulitnya agak kecoklatan mungkin karena sering terpapar sinar matahari kalau gak mungkin sudah mirip kayak aktor Korea euuuyyy..


Masyaallah..


Eh ??


'' Lis.. Alisa..! kok malah bengong sih ayo tamunya diajak masuk..'' Mama Alina masuk kedalam rumah sambil mengajak ucu masuk..'' mari Nak, masuk dulu..''


'' Udah nggak usah buk, lain kali aja ya saya mampir ini udah kelamaan nanti pak Daman marah sama saya..'' ia tersenyum dengan manis hingga Alisa tersipu malu.


L**ah kok kamu sih yang malu Lis !!


Ada rasa yang aneh hinggap dihatinya saat memandang ucu, tapi dia tepis. Begitupun ucu ada rasa yang tak bisa di gambar kan apakah mungkin jiwa playboy nya ini muncul? Tapi mana mungkin dia udah lama tidak seperti itu hanya setia dengan satu cewek saja.. hanya ada rasa yang aneh dia rasakan, berbeda ketika dengan cewek lain tidak ada getaran sama sekali.


Alisa tersenyum melihat Ucu yang juga salah tingkah ketangkap basah sedang memandang dirinya.


'' Mari buk permisi..'' ucapnya seraya ingin berlalu


'' Loh loh nggak jadi toh...''


Ucu hanya tersenyum saja sambil memutar badannya terus berjalan ke pintu pagar rumah Alisa dan setelahnya dia menghilang ditikungan jalan.


'' Ayo Lis.. masuk kamu ! udah masak belum..??''

__ADS_1


Alisa nyengir kuda.


'' Belum Ma ini baru aja siap metik sayur dibelakang..''


'' Ya sudah lanjutkan masaknya sebentar lagi papamu pulang dari kantor desa..''


'' Iya Mamaku...''


Alisa bergegas kedapur untuk menyiapkan makan malam mereka, sedangkan Mama Alina bersiap ingin sholat ashar karena sudah masuk waktu ashar.


****


Malam harinya di rumah Pak Yoga.


Saat sedang makan malam rumah Pak Yoga kedatangan tamu, terdengar suara seseorang mengucapkan salam.


'' Assalamualaikum Pak Yoga...''


'' Biar Alisa yang buka pa.. papa selesaikan aja makannya..''


'' Ya..''


Alisa yang sudah selesai duluan bergegas kedepan untuk membuka pintu. Sesampainya di pintu Alisa membuka dan sedikit kaget bahwa tamunya adalah tamu yang tadi sore kerumahnya siapa lagi, kalau bukan Ucu.


'' Wa'alaikum salam..''


'' Bapaknya ada..??''


'' Ada.. papa sedang makan kayaknya sudah selesai.. mari silahkan masuk..'' Alisa mempersilahkan masuk tamunya kedalam rumah.


'' Tunggu sebentar ya saya panggilkan dulu mari Pak... Bang... silahkan duduk..''


'' Terima kasih...'' mereka berdua duduk lesehan dilantai yang beralaskan Ambal.


Alisa berjalan kedapur dan papanya baru saja selesai makan.


'' Pa .. ada tamu yang mau ketemu papa.. itu Lo Ma yang tadi sore datang kemari itu..''


''Oh iya mereka sudah datang ? Baiklah.. Lis kamu buatkan minum ya bawa kedepan..'' titah papa Yoga.


'' Asiaap Pa, harap ditunggu..!''


Pak Yoga tersenyum melihat putrinya bertingkah seperti itu.


Diruang tamu.


'' Sudah lama pak. ?'' Pak Yoga menyalami mereka berdua.


'' Oh tidak, saya baru saja selesai dan baru pulang dari kantor desa sebelum Maghrib tadi..''


'' Ini...'' Pak Yoga menunjuk Ucu


'' Oh ini adik ipar saya, yang tadi sore saya suruh kemari untuk melihat bapak apakah suratnya sudah selesai ditanda tangani atau belum..''


'' Saya pikir siapa tadi.. siapa namanya??'' tanya pak Yoga dan kebetulan Alisa datang dengan membawa nampan minuman dan makanan kecil diletakkan diatas lantai yang hanya beralaskan Ambal saja. Ya, rumah mereka tak ada kursi, dan juga sofa, yang


ada hanya meja. Dan mereka duduk lesehan dilantai.


Bukan tidak mampu untuk membeli, tapi mereka lebih suka duduk lesehan seperti yang disunnahkan oleh nabi Muhammad Saw. Bukankah mengikuti Sunnah nya itu adalah pahala buat kita..??


Ucu memandang Alisa tak berkedip. Alisa yang diperhatikan begitu instens oleh lelaki menjadi salah tingkah sendiri dengan cepat dia menyelesaikan pekerjaannya dan kembali kebelakang.


Tapi tidak untuk Ucu yang masih saja memandang Alisa walau hanya belakangnya saja yang dilihat.


Pak yoga bertanya lagi.


'' Siapa tadi namanya ??''


Alisa yang berjalan pelan memasang telinganya baik baik dia penasaran siapa nama pemuda yang baru saja ditemuinya tadi sore dan sekarang ada di rumah nya.


'' Cu ! '' pak Daman menepuk paha Ucu dan ia kaget. Lalu mengalihkan perhatian nya dari Alisa ke pak Daman.


'' Pak Yoga tanya siapa nama kamu?''


'' Oh.. eh.. nama saya Milham Syahputra sering dipanggil dengan Emil pak..''


O**h.. itu toh namanya tapi kok dipanggil ucu ya...??


'' Tapi kenapa dipanggil siapa tadi..??"


'' Ucu pak..''


'' Nah iya kok bisa dipanggil Ucu..??''


Seakan menjawab semua yang ditanyakan Alisa didalam hatinya.


'' Oh.. itu kami inikan orang Medan dan keturunan orang kampung Melayu Deli jadi tuturan untuk anak yang paling kecil itu Ucu baik laki laki maupun perempuan jika dia terlahir paling akhir tetap dipanggil Ucu..'' jelasnya (kalau ada yang baca orang Melayu Deli, maaf ya kalau tuturannya nggak tepat?)

__ADS_1


'' Oh.. begitu ya..''


'' Yang tadi itu anak bapak??'' tanya pak Daman


'' Iya anak saya satu satunya masih sekolah kelas 3 SMA namanya Alisa Febriyanti dan sekarang pun dalam keadaan libur semester jadi ada dirumah, biasanya jarang ada dirumah.''


'' Begitu ya.. saya juga sudah punya anak 3 pak, tapi ketiganya masih SD..''


'' Ya.. bisa dilihat dari wajah bapak yang masih muda..'' Pak Yoga terkekeh.


'' Bapak bisa saja. Ah ya, apakah berkasnya sudah siap pak..??''


'' Sudah, sebentar saya ambilkan..'' pak Yoga masuk kedalam mengambil berkas yang diminta.


'' Ini pak..''


''Terima kasih pak..''


'' Sama sama pak.''


'' Oh iya pak gimana kelanjutannya...-- mereka bicara ngalor ngidul dan Ucu pun merasa bosan akhirnya dia pamit duduk keluar sambil memegang ponselnya (jangan dikira ponselnya kayak ponsel sekarang ya yg ada wa dan FB nya ponsel jadul euuuyyy..)


Saat sedang fokus dengan ponselnya dia melihat sekelabat bayangan, dan ketika dia menoleh rupanya Alisa yang sedang berjalan kedepan hendak membuka pagar.


" Loh mau kemana??'' tanya nya


'' Eh ? bang! saya mau kedepan mau beli alat tulis kebetulan lagi habis..''


'' Kenapa gak dari tadi sore saja? ini kan udah malam..??''


'' Nggak pa pa bang, dekat kok dari sini! itu ditokonya kak Ros kan sudah lengkap. Abang pasti tau tokonya kak Ros? kan tadi sore udah kesitu beli pulsa??''


'' Ya betul sekali.. ehm.. apa mau Abang temani??'' sekedar basa basi aja padahal dianya sibuk lagi balas sms-an dengan ceweknya.


'' Nggak perlu bang.. deket kok dari sini, lagi pun aku sudah biasa sendiri..''


'' Owh... ya sudah hati hati..'' ia tersenyum manis


Alisa hanya membalasnya dengan lambaian tangan saja.


Sepulang Alisa dari toko Kak Ros dia tak melihat lagi tamu papanya, dan rumahnya pun terasa sepi tak ada lagi suara orang ngobrol.


'' Jadi mereka sudah pulang toh.. syukurlah..'' gumam Alisa sambil terus berjalan dan membuka pintu rumahnya.


'' Udah pulang lis...''


'' Udah Ma,''


'' Ya sudah, istirahat hari sudah larut jangan begadang malam nggak baik untuk kesehatan!''


'' Oke Mama.. ''


Alisa masuk ke kamarnya, sebelum tidur Alisa gosok gigi dan sholat karena tadi ketika keluar beli alat tulis, masih berkumandang suara azan jadi dia keluar dulu sampai suara azan selesai barulah dia kembali.


Saat akan tidur merebahkan dirinya di bantal, Alisa teringat akan nama yang tadi terngiang di telinganya. Nama yang akan terikat dalam namanya.


Milham Syahputra


Nama yang bagus, rupanya dia keturunan Melayu toh.. tapi kok wajahnya mirip orang cina ya ? Bahkan sangat mirip seperti orang Korea hanya saja kulitnya yang agak kecoklatan karena mungkin sering terpapar sinar matahari kali ya..?


Tapii orangnya tamvan !


Astagfirullah sadar Lis.. dosa euyyy..


'' Haadeuuuhhh kenapa jadi mikirin dia ya..''


" Duh ni jantung kok kayak maraton gini sih ''


" Cuma ingat namanya doang...''


" Oii.. jantung !! kondisi kan dong ..''


" Kok bisa gini sih? Nggak tau apa tadi jantung aku hampir mau copot..!''


" Syukur banget tadi nggak nemenin tapi kalau jadi habislah ni jantung..!''


" Hadeuuuhhh.. cenat cenut euuy...''


Alisa tersenyum senyum sendiri...


💕


Nah loh kok cenat cenut..??


Ayo lis... kamu kenapa? jangan senyum malam malam bahaya...😄😄


Semoga syyuukkaaa...

__ADS_1


Udah direvisi ya..


🤗🤗🤗🤗


__ADS_2