Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Berani melawan


__ADS_3

''Kau berani melawan ku sekarang! Kau berani menentang ku Alisa!'' sentak Emil.


Alisa tersenyum kecut. ''Bahkan denganku, kau sengaja membentakku! Tapi dengan gundikmu?? Kau begitu lembut padanya! Hingga rasanya aku muak melihat tingkah mu itu! Aku jijik melihat mu!'' tukas Alisa membuat Emil semakin meradang.


''Dasar perempuan sialan! Berani nya kau melawan suami mu! Heh?!'' sentak nya lagi.


''Aku melawan mu karena kelakuan mu! Jika kau baik, maka aku pun akan baik! Tapi ini?? kau selalu mengabaikan ku! Bahkan disaat aku hamil begini, kau dengan sengaja mengajak ku berkelahi. Sungguh egois kau Milham Syahputra!'' tukas Alisa lagi.


Emil semakin meradang. Tangannya melayang ingin menampar Alisa.


''Pukul!! jika itu bisa membuatmu puas!! Jika kau sudah tidak menginginkan ku, kembalikan aku kepada ayah ku! Jangan main tangan! Kau yang berbuat salah, aku pula yang jadi imbas mu! Emang kau pikir aku ini samsak tinju??''


''Kau memang harus ke beri pelajaran!!'' geram Emil.


''Berilah! tapi sebelum kau beri aku pelajaran, aku dulu yang akan memberi mu pelajaran.'' sahut Alisa dengan menatap tajam Emil.


Ia bangkit dan menuju kamarnya, mengambil sesuatu dan menunjukkan nya pada Emil. Emil yang melihatnya berdiri mematung.


''I-ini...''


Alisa tersenyum menyeringai. ''Itukan yang kau lakukan selama ini bersama gundik mu?? Apa belum puas kau meniduri nya?? Belum cukup kotorkah dirimu itu?? Hingga kau ingin memberi pelajaran padaku?? Hai Milham yang terhormat! Ingat siapa dirimu! kau itu seorang suami yang berkhianat pada istrinya! Kau berbagi burung dengan orang lain tanpa seizin ku! Kau selingkuh bang! Ishh... jijik aku melihat mu! Tapi aku harus apa? Jika burung mu itu selalu saja ingin meminta hak nya padaku, aku terpaksa memberikan nya!''


''Kau pikir aku mau berbagi burung dengan gadis sialan yang penyakitan kayak begitu?! heh?! Kau sadar tidak? Jika kau itu hanya kacung gundikmu itu?! Kau tidak tau saja seperti apa kelakuan gundikmu itu?! Sekarang kau ingin mengajari ku tentang bagaimana menjadi seorang istri yang baik begitu?! Lalu, bagaimana dengan mu?! Apakah kau sudah baik?? Sudah merasa pantas mendapatkan sertifikat kebaikan sebagai seorang suami yang bertanggung jawab??''


Emil mematung melihat gambar yang berserakan dilantai. Wajahnya pucat pasi. Ia menatap nanar pada semua gambar yang berserakan itu.


''Kenapa kau diam?! tadi kau bilang ingin beri aku pelajaran?? Berilah! aku tunggu!'' imbuh Alisa, masih dengan menatap Emil dengan tajam.


Emil memungut satu persatu gambar itu. Yang mana gambar itu saat mereka berdua sedang pergi kepasar malam dan duduk bersama seperti pasangan kekasih.

__ADS_1


Belum lagi ketika Emil membawa motor, Emil sengaja merangkul tangan gadis itu dan membawa ke perutnya untuk di peluk.


Dan satu lagi, di gambar itu terlihat jika Emil sedang mencium gadis itu dengan penuh hasrat.


Alisa menatap datar pada Emil. ''Itu hanya sebagian dosa mu yang aku tunjukkan! masih banyak lagi tersimpan didalam lemari pakainmu! aku tak menyangka, jika kau sehina itu bang! tega-teganya kau berbuat tak senonoh seperti itu dengan Jalan g itu! Kau tega setiap malam Minggu meninggalkan ku, demi wanita sialan mu itu?!''


''Sekarang kau ingin bilang apa?? Apa pembelaan mu?!''


Emil masih diam mematung. Ia tak menyangka, jika semua perbuatan nya itu sudah sampai ke tangan Alisa.


Semua itu bukti nyata selama berapa bulan hubungan nya dengan gadis belia yang dulu pernah ia sambangi bersama pak Jali.


Ternyata hubungan itu terus berlanjut setelah Emil pergi meninggalkan nya. Emil menghela nafas sesak.


Ia menatap Alisa yang kini juga sedang menatapnya dengan datar.


''Kau sungguh kejam bang Milham! ku pikir dengan aku menikahimu, kau bisa menjadi panutan untukku! ternyata aku salah! kau bukanlah panutan! Tapi kau pembawa ke sengsara an di dalam hidupku!!''


Ddddduuuaaarrrr..


Emil tersentak mendengar ucapan Alisa. Begitu sarkas, seakan Emil jatuh terhempas dari bukit yang tinggi berguling-guling hingga ke bawah.


Ia menatap datar pada Alisa.


''Aku kecewa dengan mu! bahkan ketika hamil pun kau masih berbuat tak senonoh dengan gundik mu itu! Aku malu pada diriku sendiri, karena aku tidak bisa membawa mu kejalan yang benar!''


''Aku kecewa pada mu bang Milham! Aku kecewa padamu! Aku kecewa padamu!!'' ucap Alisa dengan bibir bergetar.


Hormon kehamilan yang sedang naik turun, membuat dirinya kadang ingin menangis, kadang terlihat kuat, bahkan Alisa dengan berani nya melawan.

__ADS_1


Perbuatan yang tidak pernah ia lakukan selama ini. Tak pernah sekalipun ia berani melawan Emil selama mereka hidup berumah tangga.


Tapi entah mengapa dengan kehamilan yang ini, ia ingin sekali menghajar Emil yang selalu membuatnya kesal.


Berulang kali Alisa menahan diri agar tidak melawan Emil. Tapi apa yang terjadi?? Alisa malah emosian. Ia menghambur semua pakaian dari dalam lemari.


Ia mengacak-acak nya hingga ia tendang karena begitu kesal nya dengan Emil. Rasanya ingin sekali ia meninju Emil saat itu juga.


Dan hari ini, terlampiaskan rasa amarahnya. Alisa yang begitu geram dengan kelakuan Emil, hari ini bisa ia tuntaskan.


Walaupun ia tidak memukul Emil seperti keinginan nya, namun rasa sakit yang mendera dihatinya terlampiaskan dengan menunjukkan bukti perbuatan Emil selama ini.


Beruntung nya orang suruhan Rita selalu mengawasi Emil. Kemana pun Emil pergi ia ikuti.


Semua itu ia lakukan karena kasian terhadap Alisa yang sedang mengandung. Alisa berpesan padanya, agar tidak mengatakan apapun kepada kak Rita.


Orang itu mengiyakan karena merasa kasihan dengan Alisa.


''Pergilah! Nikahi secara resmi wanita mu itu! Tunggu setelah bayi ini lahir, aku akan mengurus segalanya. Jika kau tidak menginginkan kedua anak mu, tidak apa-apa! Aku ikhlas! Karena bagaimana pun aku ibu yang telah melahirkan mereka ke dunia. Mereka tidak bersalah dalam hal ini. Yang bersalah disini adalah kedua orang tuanya! Yang dengan tega menghadirkan nya ke dunia, tapi setelah ada diabaikan dan dibiarkan begitu saja.''


''Pergi! tinggalkan aku sendiri! aku berdoa, semoga harta mu satu-satunya itu akan kembali lagi pada mu! Malam ini juga. Pergilah, temui wanita mu itu? Bukankah ia juga sedang hamil sama seperti ku?? Atau... jangan-jangan... kau juga berniat meniadakan janin yang tak berdosa itu?!''


Deg.


💕


Sakit euuuyyy.. hiks.. bantu in Napa Mak Alisa?? 😭😭


TBC

__ADS_1


__ADS_2