
'Ada apa dengan gadis ini?' bisik hati Emil.
Ia termangu melihat Alisa yang menatapnya datar. Ia jadi menerka, apakah dirinya ada berbuat salah padanya.
Emil memandang Alisa intens. Alisa yang ditatap sedalam itu menunduk. Ia tak berani menatap mata Emil, karena akan ketahuan jika dirinya berbohong.
Padahal dalam hatinya sangat senang, Emil mengunjungi nya pada malam Minggu. Jika bukan cinta apa namanya? Sehabis Maghrib, ia sudah menunggu Emil disana. Berharap pemuda itu cepat datang.
Ternyata ia salah. Emil terlambat menemui nya. Awalnya kesal, tapi setelah tau jika Emil membeli sesuatu untuknya yaitu mie Aceh favoritnya. Semua rasa kesal itu sirna.
Ia tersenyum dalam hati tapi tak menunjukkan pada Emil. Bagaimana mungkin, ia akan melupakan Emil, secepat itu. Nama Emil itu sudah bertahta lama dihatinya.
Emil menghela nafasnya dalam.'' Kamu kenapa Dek? Apakah Abang ada salah padamu? Hingga adek bersikap seperti ini? Dan tadi, apa yang adek bilang, Ross?? Ada apa memang nya dengan Rosmalina? Ceritakan! ada apa sebenarnya? Kamu pikir, Abang tak tahu, jika kamu berubah? Abang tau Dek? Pasti ada sesuatu kan yang mengganjal dihati serta pikiran mu?? Jawab dengan jujur Lis!!'' serunya, membuat Alisa terkejut
Deg!
'Kok bisa sih bang Emil tau? Jika aku sedang menjauhinya? nampak jelas ya dimata nya? haishhh... gimana ini? Duh! kan jadi berabe! ck! kamu kok bodoh sih Lis? bang Emil itu peka an orangnya! hadeuhh..' bisik hati Alisa.
__ADS_1
Alisa menatap Emil yang juga menatapnya.
'' Jika Abang datang hanya ingin membicarakan tentang kak Ross, saya siap mendengar nya! Apapun yang akan Abang katakan saya akan menerima sepenuh hati, saya lebih baik mengalah! dari pada harus menjadi orang ketiga di antara kalian!'' tukasnya dengan dada yang begitu sesak.
Emil terkejut. Apa maksudnya dengan itu semua? Ross? Apakah Alisa salah paham? Lagi??
Emil memandang Alisa cengo. Membuat Alisa hampir saja tertawa, melihat reaksi wajah Emil yang begitu lucu menurut Alisa.
Ia mengulum senyum. Berbeda dengan Emil yang terus melongo memandang nya. Ingin sekali Alisa tertawa, tapi itu tak mungkin. Yang ada nanti dikira Alisa plin-plan terhadap Emil.
'' Ross?? Apa maksudmu dengan Ross?!'' tanya Emil. Wajah nya berubah menjadi serius jika menyangkut Ross. Seseorang yang telah ia tolak mentah-mentah, karena kelakuannya.
Emil melongo. Apa katanya? Sayang? suka? peluk?? Kapan-kapan ia menyebut Ross dengan orang yang disukainya, di sayangnya, dipeluknya??
Wooaaahhh... ini ada yang nggak beres nih. Biar di selesaikan sampai tuntas! pikirnya.
'' Kapan Abang bilang, kalau Abang suka sama kak Ross? Kapan Abang bilang sayang sama kak Ross? Dan.. kapan Abang peluk kak Ross-'' Ucapannya terhenti tatkala mengingat sesuatu.
__ADS_1
Matanya melotot sempurna. Sedangkan Alisa tersenyum tipis melihat Emil terkejut setelah mengingatnya.
'' Udah ingat kan Bang?! Dimana Abang peluk kak Ross?? Belum ingat juga??'' selidiknya. Membuat Emil mengedip ngedip lucu.
Alisa hampir saja tertawa melihat tingkah Emil. Hampir saja ia tertawa terbahak. Ia memalingkan wajahnya kearah lain, guna untuk menahan tertawanya yang sudah diujung leher sebentar lagi akan menyembur.
Tak tahan, akhirnya Alisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dengan bahu berguncang, tapi tak menimbulkan suara. Hanya terlihat bahunya saja yang naik turun serta wajah Alisa yang tertutup tangan memerah.
Emil panik melihat Alisa seperti itu. Ia kira Alisa sedang menangis.
Ia segera menggeser duduknya mendekati Alisa. '' Aduh Dek! jangan nangis dong? Abang nggak enak nih jadinya, Abang nggak bermaksud menduakan Adek! beneran. sumpah! Nggak ada sedikitpun Abang seperti itu! saat itu cuma reflek saja ia memeluk Abang! Abang belum siap kamu tinggalin! jangan tinggalin Abang Dek! Abang berjanji nggak akan mendekati kak Ross lagi! Abang udah nggak ketemu dia lagi! dimana hari terakhir ia memeluk Abang. Hari itulah Abang tidak bpernah menemuinya lagi! Abang berani bersumpah Dek!'' serunya panik.
Alisa yang mendengar nya tiba tiba berhenti tertawa. Ia masih setia menunggu pengakuan Emil padanya.
Kayak nya seru kali ya mengganggu bang Emil malam Minggu kayak gini?? pikirnya.
'' Dek... Abang bisa jelaskan! sebenarnya..
__ADS_1
💕
TBC