Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Patah hati


__ADS_3

Di sekolah.


Alisa sedari tadi masih tersenyum senyum sendiri. Ia jadi malu sendiri mengingat Emil menggoda dirinya.


Ah bang Emil...


Alisa sangat menyukai Emil yang lemah lembut kepada nya. Berdekatan dengan Emil, membuat dirinya lebih semangat. Walaupun kedua orang tuanya tidak menyukai Emil, Alisa yakin jika Emil adalah jodoh terbaiknya.


Semoga saja!


Ema, Hani dan Shinta masuk ke kelas. Mereka keheranan melihat Alisa yang tersenyum sendiri padahal didalam kelas masihlah sepi. Mereka saling pandang.


Ema mendekati Alisa dan duduk disebelah nya. Ema mencoba menggoyangkan tangannya dihadapan Alisa, berharap Alisa sadar jika mereka ada disana. Tapi sayang, Alisa tidak menyadari mereka disana. Ema yakin, pasti ada sesuatu yang sedang terjadi makanya Alisa tersenyum sendiri.


Saat mereka masih melihat Alisa yang melamun sambil tersenyum, Moli dan Yani masuk ke kelas dan menegur mereka semua.


'' Pagi beb... ada berita apa nih pagi ini??''


Mereka saling pandang dan menunjuk Alisa. Moli yang melihat mereka menunjuk Alisa heran. Ia memandang Alisa cengo.


'' Emang ada apa sih?? Alisa kenapa??''


Mereka semua menggeleng.


'' Ck!! ada apa sih? Kompak banget klean ngangguk nya? Kayak baru saja mengalami kejadian aneh! apa klean kerasukan setan kali Angke??''


Mereka semua menghendikkan bahunya. Membuat Moli geram dengan tingkah teman temannya ini.


'' Woii... klean kenapa? Ada apa?? Kok kayak gini sih?? jangan buat gue takut napa! serem gue liatinnya!''


Mereka semua terkekeh mendengar ucapan Moli. Yani yang dari tadi diam saja angkat bicara.


'' Hani? Ada yang bisa kamu jelaskan? Kenapa semua menunjuk Alisa? Ini lagi cewek kok bisa bengong sambil tersenyum sih?? Ada apa??''


Hani membuang nafasnya.


'' Nggak tau nih.. sejak kami datang ni anak udh kayak gini. Senyum senyum sendiri, ditanya malah nggak respon. Masih ngayal dia kayaknya..'' ucap Hani sembari memandang Alisa dengan heran.


'' Kesambet kali..'' sela Shinta


'' Hooh kesambet kali Angke kayaknya..'' ucap Moli seraya terkekeh


'' Husss.. nggak boleh ngomong gitu Moli... Alisa itu sahabat kita! Mana mungkin ia kesambet! Yang ada kamu kali..!'' seru Ema.


'' Hehehe.. becanda neng.. jangan maraaahh Yee..?''


'' Ishh.. diam dulu napa! lihat nih Alisa ! Dari tadi belum sadar juga dianya asik melamun sendiri. Ck! ayo bantuin nyadarin Alisa!''


'' Woke! ehm ehm.. siap siap ya? satu dua tiga!

__ADS_1


Lis! woiii.. sadar Lo.. bangun woiii.. weekup Alisa !!!'' pekik Moli.


Alisa terkejut. Ia bengong, melihat semua teman temannya sudah ada disana ia tambah terkejut lagi. Belum lagi Hendra dari depan pintu juga sedang memandanginya.


'' Ya elah ni anak! udah bangun dari koma malah bengong! sadar Lis !! ini di s kolah woiii..!!''geram Moli.


Alisa yang sadar cengengesan.


''Hehehe.. maaf kawan kawan..'' ucapnyaasih aja cengengesan.


'' Kamu kenapa sih Lis? Dari tadi dipanggil malah bengong aja! Apa sih yang kamu pikirin..?? Tunggu dulu! Jangan bilang kamu..??''


'' Apaan sih Mol! nggak seperti pemikiran kamu! Aku hanya lagi seneng aja..''


'' Iyakah??''


'' Beneran Moli sayang...'' ucap Alisa seraya membetulkan hijabnya yang miring kesamping akibat goncangan Moli tadi.


Moli memperhatikan sikap Alisa ada yang aneh. Tapi ia tak tau apa. Sesaat matanya tertuju pada jari manis Alisa sebelah kanan.


Mata Moli membilas hampir saja keluar jika Hani tidak mengusap wajahnya.


'' Ni anak! Kamu kenapa sih?? Kayak lihat setan aja kamu!!'' tegur Hani melihat tingkah Moli yang terkejut.


'' Tunggu Lis..! Bukan kah ini... cincin tunangan???''


Seseorang disana berdiri terpaku mendengar ucapan Moli.


Tunangan? Dengan siapa??


Alis tersenyum kaku. Ia jadi salah tingkah ketahuan sedang menyembunyikan sesuatu, dan sekarang ketahuan. Alisa tidak sadar jika jari manisnya sudah ada cincin pengikat disana, pertanda dirinya sudah dipinang oleh orang lain.


Aduh kenapa lupa sih dengan cincin ini? Pastilah Moli akan banyak tanya ini..


'' Ngaku Lis..! Bener kan ini cincin tunangan? Sejak kapan? dan bagaimana mungkin seorang Alisa sudah bertunangan? Dan juga kenapa kamu nggak kasi tau kami? Tega kamu Lis..!''


'' Bu-bukan begitu Moli.. akupun tak tau jika aku akan dipinang kemarin malam-


'' What?? Kemarin malam?'' ucap Moli terkejut


'' Ishh.. denger dulu napa! belum jelas lagi Alisa ngomong kamu udah main potong aja!'' sewot Shinta.


'' Hehehe.. habisnya aku kaget euyyy..!''


'' Ayo Lis ceritakan detilnya biar semua jelas..!'' sela Hani.


Alisa pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi. Mulai dari perjamuan makan malam hingga berujung dengan lamaran, setelah nya tunangan. Alisa tidak menceritakan perihal dirinya yang dituduh berbuat keji oleh orang tuanya. Karena itu adalah aib baginya.


Setelah mendengar penjelasan Alisa mereka semua bernafas lega.

__ADS_1


'' Akhirnya.. salah satu dari kita sudah di khitbah ya.. s moga berjalan dengan lancar ya Lis..??'' ucap Hani sambil memeluk Alisa erat.


'' Terima kasih Hani ..'' Hani tersenyum manis pada Alisa. Yang disambut kehebohan oleh Moli.


'' Nggak nyangka euyyy.. kamu udah ada yang punya! so sweet sih.. pangeran kamu itu lama nggak jumpa temu kangen, sekali datang langsung lamar! kereeeennn lis !! Semoga langgeng ya sayang.. aku turut bahagia untukmu.''


'' Semoga sakinah mawadah warohmah...''


''Amiinn..'' sahut Alisa.


'' Emang Alisa mau nikah ya? kan masih srkokah? ingat woiii.. masa doanya kayak gitu!'' sela Moli.


'' Biarin aja weekk !!''


Mereka tertawa bersama melihat Moli selalu saja beradu mulut dengan Shinta.


Tanpa mereka sadari ada seorang pemuda disangka sedang patah hati. Hancur sudah harapan nya untuk mendapatkan Alisa.


Ia berjalan gontai melewati bangku tempat Alisa duduk. Wajah nya murung.. tak enak dipandang. Moli bahkan mengejeknya mengatakan jika ia tak punya harapan lagi terhadap Alisa, karena Alisa sudah ada yang punya.


Bertambah sakitlah hatinya. Hari ini adalah hari terdiam didalam hidupnya.


*Mengapa kamu tega Lis..


Sakit hatiku !!


Hiks*!!


Tanpa sadar ia menitikkan air matanya. Ia menangis dalam diam. Alisa yang melihatnya tak sampai hati, tapi apalah daya jika jodoh tidak berpihak padanya.


Alisa terus saja menatap Hendra. Ya, pemuda yang sedang patah hati karena Alisa adalah Hendra.


Dari pertama kali ia mengenal Alisa, ia sudah menyukainya. Tutur katanya yang lembut, ramah, periang.. membuat Hendra jatuh hati padanya.


Sekarang hanya tinggal kenangan, orang disukainya telah menjadi milik orang lain. Ingin sekali ia merebut Alisa dari pemuda yang sudah meminangnya, tapi itu tidak mungkin. Karena melihat Alisa begitu bahagia ketika ia menceritakan tentang sosok pemuda itu.


Hatinya hancur lebur.. sakit hatinya hingga ia merasakan sesak yang begitu kuat menghimpit dadanya.


Ia memukul dadanya pelan, seolah ingin membuang beban berat yang menimpa hatinya. Semua yang dilakukan Hendra tak luput dari pandangan Alisa.


*Maafkan Alisa Hendra..


💟💟💟💟*


Hiks.. bang Hendra patah hati euuy..


Othor pun ikut syedih nih..


😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2