Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Hani dan Hendra


__ADS_3

Pada bab yang ini othor selipkan cerita Hani dan Hendra ya.. karena Hani dan Hendra akan nongol dalam kisah Alisa dan Gilang di cerita sebelah. 😁😁


Selamat membaca...


🌹🌹🌹🌹


Setelah kepulangan mereka dari pesta pernikahan Alisa dan Emil, Hani dan Hendra mendapatkan Masalah besar.


Tepat dua hari setelah pernikahan Alisa, Hani dan Hendra di jodohkan oleh kedua orang tua mereka.


Awalnya mereka tidak tau akan perjodohan itu, karena kedua orang tua mereka sengaja menyembunyikan dari mereka berdua.


Tapi, hari ini mereka berdua dinikahkan secara resmi oleh kedua orang tua mereka. Yang Hani tau jika dirinya di jodohkan dan hari ini akan menikah.


Tak ada yang mengatakan jika jodohnya itu adalah Hendra. Demikian juga dengan Hendra, ia masih dalam masa-masa berduka akibat cinta nya tertolak dan sang kekasih menikah dengan orang lain.


''Bagaimana Nak.. apa sudah siap??'' tanya pak penghulu.


Hendra menghela nafas nya. Ia jadi gugup dengan siapa kira kira akan menikah. Tadi ketika baru datang ia sudah diberikan secarik kertas nama gadis yang akan dinikahi nya pagi ini.


Nama yang sama. Apakah orang nya berbeda juga?? pikir Hendra. Tak ambil pusing, Hendra mengucapakan ijab kabul dengan lantang atas nama Hani Prameswari.


Ya, gadis itu adalah Hani Prameswari sahabat Alisa dan juga teman baik Hendra.


''Saudara Hendra Hariawan bin Putra Hariawan saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Hani Prameswari binti Ibrahim Samsudin dengan mas kawin perhiasan emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!''


''Saya terima nikah dan kawinnya Hani Prameswari untuk saya dengan mas kawin satu set perhiasan emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!'' ucap Hendra lantang.


Deg!


''Hendra...'' lirih seseorang disana yang begitu mengenal suaranya.


''Bagaimana para saksi?? Sah??''


"Sah!"


"Sah!"


"Alhamdulillah.. barakallahu..."


Setelah acara ijab selesai, sekarang giliran Hani dan Hendra di pertemukan untuk memakai kan mahar yang telah di berikan oleh Hendra.


"Mari pengantin wanitanya dibawa keluar."


Hani yang merasa dirinya terpanggil bangkit dari duduknya dan keluar menuju tempat ia di nikahkan dengan pemuda yang begitu di kenalnya.

__ADS_1


Jantung Hani bertalu-talu saking gugupnya. Sesampainya disana, ia duduk tepat di sebelah Hendra. Masih dalam keadaan menunduk.


Apa yang harus Aku katakan padanya.. ya tuhan.. maafkan aku Hendra.. lirih Hani dalam hati.


''Nah sekarang, pakai kan mahar nya kepada istrimu Nak Hendra.'' imbuh pak penghulu.


Sedangkan Hendra mengangguk. Kemudian ia pasangkan cincin serta kalung berliontin berinisial nama nya dan juga Hendra.


Saat ingin memakaikan kalung, Hendra menoleh pada Hani. Sedangkan Hani menunduk.


''Ayo Nak.. lihatlah calon suamimu! Lihatlah! ia ingin memasangkan mahar nya untuk mu!'' ucap ibu Hani.


Hani mendongak dan juga dengan Hendra yang sedang menatapnya.


Deg, deg, deg!


Sepasang mata bertemu. Betapa terkejutnya Hendra jika yang menjadi istrinya adalah Hani. Hani sahabat Alisa. Kekasihnya. Pujaan hatinya.


Lama mereka bertatapan. Mata itu terputus saat mereka berdua di tegur oleh orang tua untuk segera memakaikan maharnya di leher Hani yang tertutup hijab.


Hani...


Hendra...


Tes!


Sebulir bening mengalir di pipi Hani. Hendra yang melihatnya, menghapus air mata itu. Kemudian ia memegang ubun-ubun Hani dan berdoa untuk kebaikan istrinya dan juga dirinya.


Setelah nya..


Cup


Hendra mengecup kening Hani, bersamaan dengan air mata yang menetes. Hendra menangis. Menangis akan jodohnya ternyata adalah Hani.


Hani menangis terisak, tanpa sadar tangannya memeluk Hendra yang juga memeluknya dengan erat.


Dua jiwa menjadi satu. Mereka larut dalam tangisan. Begitu pula dengan kedua orang tua mereka. Kedua orang tua itu bersyukur ternyata mereka berdua menerima pernikahan itu.


Tiada yang tahu tentang pernikahan antara Hani dan Hendra. Setelah acara pernikahan itu selesai barulah Hani dan Hendra mengabari seluruh teman-teman nya.


Semua itu sebagai antisipasi dari kedua orangtua mereka terhadap pasangan yang baru saja Halal itu.


Takutnya Hani dan Hendra menolak. Ternyata tidak.


Semua teman serta sahabat sepasang pengantin itu shock. Secepat kilat mereka ke rumah mempelai.

__ADS_1


Sambil menunggu acara selanjutnya yaitu resepsi pernikahan yang akan diadakan di gedung hotel milik keluarga Hendra Hariawan.


Hani dan Hendra istirahat sejenak. Mereka di bawa masuk ke dalam kamar pengantin. Sesampainya disana mereka duduk sambil melamun.


Lama mereka terdiam. Hani menatap Hendra yang juga menatapnya.


Hani bangkit dan bersimpuh di kaki Hendra. Hendra saat ini sedang duduk di atas ranjang yang bertabur bunga mawar.


"Maaf..."


Deg!


Hendra terkejut, melihat Hani bersimpuh di kakinya, ia pun ikut bersimpuh di hadapan Hani.


"Hani..."


"Maaf.. Ndra.. aku nggak tau apa-apa tentang ini.. maaf...'' lirih Hani. Dadanya begitu sesak ketika melihat Hendra yang melamun.


''Maaf... karena aku bukanlah orang yang kau inginkan.. maaf karena aku, kau akan terpaksa melupakannya.. maaf...'' lirihnya lagi dengan bibir bergetar.


Hendra tetap diam. Tapi tangannya memegang pundak Hani yang bergetar. Sedari awal acara ijab, Hani tidak mau menatap Hendra. Ia terus menunduk.


Bahkan sampai sekarang. Hani masih saja menunduk.


''Maaf Hendra.. aku nggak tau apa-apa tentang pernikahan ini.. mereka hanya bilang, jika aku di jodohkan dengan anak sahabat Abi.. aku tak tau jika kaulah orangnya. Aku tidak bisa menolak apapun keinginan Abi.. bagiku menuruti perintah Abi.. adalah surga untukku.. Maaf Ndra.. jika aku menjadi istrimu.. aku nggak bermaksud merebut mu dari nya.. maaf... hiks.. hiks..'' lirih Hani lagi sambil terisak.


Hendra tersenyum. Tanpa dipaksa ia memeluk Hani dengan erat. Hani terkejut, namun tetap membalas pelukan Hendra.


''Tidak Hani.. kau tidak bersalah dalam hal ini.. aku memang mencintai Alisa.. tapi.. sekarang kau adalah istriku! Aku akan berusaha menelusup kan nama mu di dalam hatiku! Bukankah mencintai istri sendiri adalah pahala untukku?? Terlepas dari kisah masa lalu ku, itu tidak akan merubah kejadian pada hari ini, itu akan tetap menjadi masa lalu. Mulai sekarang kau adalah masa depan ku. Mau kah kau menerima ku menjadi suami masa depan mu Hani?? Maukah kau menjadi obat untuk pelipur lara ku terhadap Alisa, Hani??'' tanya Hendra dengan mengurai pelukannya.


Hani menatap Hendra yang juga sedang menatapnya. Hani menatap Hendra dengan penuh cinta. sedangkan Hendra pasrah akan takdirnya.


Toh, kalaupun ia mengingat Alisa itu tak akan bisa merubah kejadian pada hari ini. Sekarang ia sudah sah menjadi suami dari sahabat seseorang yang begitu ia cintai.


Hani mengangguk. ''Aku menerima mu.. dengan kekurangan dan kelebihan mu.. aku akan berusaha menjadi makmum yang baik untukmu.. Aku akan berusaha menuliskan nama mu di dalam hatiku.. walau aku tau.. Alisa memiliki tempat yang istimewa di hatimu... biarlah, aku ikhlas! Bukankah setiap orang memiliki masa lalu?? Demikian juga dengan mu.. aku akan berusaha semampuku agar hati kita berdua menyatu. Untuk sekarang biarlah berjalan seperti ini saja. Aku tak akan memaksa mu untuk melupakan Alisa. Karena aku tau.. sangat sulit melupakan seseorang yang begitu kita cintai.. bimbing aku menuju ke jalan Nya.. tegur aku jika aku melakukan kesalahan.. Mari kita bersama-sama menggapai Ridha nya Allah di dalam kehidupan rumah tangga kita ini..'' ucap Hani dengan air mata yang terus menetes.


Cup!


Eh?


💞


Beberapa bab akan ada cerita Hani dan Hendra ya.. karena mereka berdua adalah seseorang yang akan terikat dengan Alisa nantinya. 🤗🤗


TBC

__ADS_1


__ADS_2