Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Salah paham lagi


__ADS_3

Alisa menatap datar pada wanita yang mendorong Putri kecilnya hingga jatuh keselokan.


''Apa hak mu melarang seorang anak untuk bertemu dengan ayah nya?? Hingga dengan tega kau mendorong nya sampai ke selokan! Jika kau ingin mengambil ayahnya, ambil! Tidak masalah buatku! Tapi jangan halangi putri ku untuk bertemu dengan Ayahnya!'' ucap Alisa dengan nada datar namun penuh penekanan.


Emil terkejut mendengar ucapan Alisa. ''Dek-''


''Dan kau juga?! kenapa sebagai ayah kau tidak tau sama sekali tentang keberadaan putri mu?! Apakah karena wanita ini, makanya selama seminggu kau tidak pulang kerumah?? Tidakkah kau melihat putri mu itu?! Dia begitu merindukan dirimu?! Jika kau tidak menginginkan diriku, oke! tidak masalah. Tapi ini darah daging mu! Tega kau berbuat seperti itu! bahkan untuk biaya makannya pun kau tidak meninggalkan nya pada ku!'' ucap Alisa begitu ketus hingga seseorang yang berdiri dibelakang Emil terkejut.


''Apa?!?''


Alisa menoleh begitu juga dengan Emil. Mereka sama-sama terkejut, hingga mematung melihat seseorang itu.


''Apa maksud mu Lis?? Jadi benar? Selama ini adik sialan ini berulah lagi??? Demi wanita itu?!''


Deg.


Deg.


Lagi lagi Emil terkejut mendengar tuduhan Rita.


''Tunggu kak.. kakak salah paham padaku! Aku sedang-''


''Apa?!? kau ingin bilang jika wanita ini lebih penting dari pada istrimu yang sedang hamil lima bulan begitu?! Tega kau Milham! aku kecewa padamu! berulang kali aku katakan, jika kau sudah tidak menginginkan Alisa sebagai istrimu, maka katakan pada ku! Agar aku bisa mengembalikan nya pada kedua orang tuanya! Bukan malah menyiksa nya seperti ini! Lagi dan lagi kau berulah adik sialan!! Oh tuhan... mengapa aku harus punya adik seperti pria yang satu ini! Bisanya hanya menyakiti hati perempuan saja?! Ya Tuhan.... Alisa! ayo kita pulang!'' ujar Rita panjang lebar, ia bersungut-sungut karena adik sialannya itu berulah lagi.


''Kak Rita.. kau salah paham kak! bukan itu yang sebenarnya! yang sebenarnya ialah-''


''Bang Milham! antar kan aku pulang! aku buru-buru ini!'' seru wanita di belakang Emil.


Sejak tadi wanita itu terus saja diam. Tapi karena dirinya ditunjuk oleh Rita, jadilah ia menghentikan perdebatan itu.

__ADS_1


Rita menoleh pada wanita itu dan menatap mata tajam. ''Aku tau siapa kau! wahai wanita sialan! Aku tau apa tujuan mu untuk mendekati adik sialan ku ini! Ingat satu hal! jika kau berani melukai adik ipar ku sedikit saja, maka nyawa anak mu yang akan menjadi taruhan nya!''


Deg.


Wanita itu terkejut mendengar ucapan Rita. Bukan ia tak tau siapa kakak Milham, tapi karena ada sesuatu hal yang tidak bisa ia jelaskan, makanya ia mengikat Emil dengan cara seperti itu.


''Kau boleh mengambil adik sialan ku itu wahai janda sialan! Tapi ingat, kau akan berurusan dengan ku! Kembalikan motor mu Milham Sialan!!'' sentak Rita.


Muat Emil terkejut. ''Tapi kak...''


Rita menoleh pada Emil dan menatap tajam padanya. ''Aku tau jika bukan wanita ini yang mendapatkan motormu wahai adik sialan! Tapi motor mu itu didapatkan oleh tetangga mu! tetangga yang selalu menjaga Alisa dengan baik! Entah kenapa bisa motor itu bisa di tangan Wanita sialan ini! Kau ingat Milham sialan! Motor ini Alisa yang punya hak! bukan kau! kau hanya pengguna! masih lupakah kau? jika motor ini atas nama Alisa?! heh?!''


Deg.


''Apa?! ja-jadi???''


''Kenapa?? ingin menipu juga?? Maaf janda Sialan! kau tak berhak atas motor ini! yang berhak disini ialah Alisa. Istri sah adik sialan ku ini! kau!'' tunjuknya pada Emil.


Wanita dibelakang Emil memegang tangan Emil begitu erat. Rita menatap tajam wanita itu.


''Kau ingin ayah tau seperti apa kelakuan mu Emil?? Kau ingin, ayah kita mati berdiri karena kelakuan mu?!''


''Apa?! Ayah sakit??'' tanya Emil dengan raut wajah terkejut.


''Bahkan ayah sakitpun kau tak tau Emil! Anak macam apa kau! aku doakan semoga anak mu selanjutnya lebih darimu! Dia akan lebih menyayangi ayahnya, walaupun ia tau jika ayahnya sering menyakiti ibu dan juga dirinya! Ayo Lis! kita pulang!'' titah Rita lagi.


Alisa mengangguk. ''Iya kak! tapi aku kepasar dulu ya? mau beli durian sama pulut hitam. Pingin makan Bubur itu kak.'' imbuh nya dengan raut wajah sendu.


Rita menatap Emil dengan tajam. ''Saking sibuknya kau dengan wanita lain, istrimu yang sedang hamil, ia mengidam ingin makan bubur pun kau tak tau jika kau tak bertemu dengan nya disini tanpa sengaja. Aku kecewa pada mu Milham! sungguh-sungguh kecewa..'' lirih Rita dengan raut wajah sendu.

__ADS_1


''Kak.. bukan begitu... kakak salah paham! Dengarkan dulu kak!'' bujuk Emil pada Rita yang sudah berlalu meninggalkan Emil dengan wanita itu.


Motor yang tadi katanya ingin diambil malah tak jadi. Hatinya begitu sakit begitu melihat Alisa yang sangat menginginkan makanan Bubur pulut hitam dicampur durian.


Hingga mata saudara iparnya itu berkaca-kaca. Belum lagi Ira yang sejak tadi terus terisak sambil memeluk lehernya dengan erat.


Saat ia tau jika Emil bertingkah lagi, Rita dengan sekejap merebut Ira dari pelukan Emil.


Emil diam saja saat Ira direbut oleh Rita. Matanya menatap nanar pada Alisa.


''Bang! antarkan aku ayo!'' titah wanita di belakang Emil.


Emil menoleh dengan wajah datar. ''Setelah ini biarkan aku pergi! aku punya kehidupan sendiri yang harus aku urus. Bukan anak mu saja yang harus aku urus. Lagipula aku bukanlah ayah kandung nya! aku hanya seseorang yang datang sebagai penyelamat putra mu! cukup sampai disini! Aku ingin pulang ke rumah ku! Ayo! aku antar kau pulang!'' ucap Emil tanpa menatap wanita itu sama sekali.


Wanita itu terkejut dengan ucapan Emil. Hatinya bagai tertusuk sembilu. ''Kau berubah bang.. tidak seperti dulu lagi...'' lirihnya dengan bibir bergetar.


''Aku memang bukanlah Emil yang pernah kau cintai. Emil yang kau cintai telah mati saat kau memilih menikah dengan ayah putra mu itu! cukup Linda! Cukup sampai disini! karena aku dekat dengan mu, kakak ku jadi salah paham lagi pada ku! Setelah ini jangan ganggu aku lagi! Hiduplah dengan baik tanpa diriku! aku bukanlah pria yang baik untuk mu! Sudah ku katakan berulang kali, jika aku sudah memiliki istri dan anak. Tapi kau tetap tidak percaya! Sekarang lihat? Istriku pergi dengan membawa luka dihatinya karena perlakuan ku padanya. Belum lagi putri kecilku, kau dorong hingga ia terjatuh ke selokan. Cukup Linda. aku capek!'' ujar Emil begitu panjang lebar.


''Kau berubah bang... aku kecewa padamu! Aku pulang sendiri saja!'' ketusnya sambil berlalu meninggalkan Emil yang berdiri mematung disana.


''Maaf...''


💕


Sebenarnya bang Emil ini orangnya baik, hanay saja pendirian mu itu loh.. seringkali tidak menentu. 😁😁


Ikutin terus kelanjutannya ya!


Like dan komennya dong.. othor pingin tau apa perasaan klean setelah baca bab ini! hiks.. othor Maksa nih! 😠

__ADS_1


Just kidding ✌️ 😁😁😁


TBC


__ADS_2