
Emil menangis melihat keadaan Rita yang begitu shock. Saat mengetahui jika wanita yang selalu ia banggakan pada setiap orang, kini telah pergi meninggalkan mereka selamanya.
''Hiks.. hiks .. tega kamu Milham! Adik sialaaaannn!!! Apa salahnya pada mu hah?! Sampai hati kau ceraikan! Kemana wanita itu akan pergi dengan membawa bayinya? Sedang kan uang nya sudah ia kirimkan padaku sebulan yang lalu saat aku di pekan baru?! hiks..''
Deg!
''Apa?! Hiks.. apa maksud Kakak?''
Emil begitu terkejut mendengar penuturan dari uwak Rita. Ia tak tau jika Alisa sudah membeli rumah itu atas namanya.
Rita semakin kalap melihat Emil. Ia memukul adiknya tepat dibagian kepala nya.
Plaakk.
Plaaakk.
Plaakk.
__ADS_1
''Dasar adik sialaaaannn... uang nya sudah ia kirimkan semuanya pada ku! untuk melunasi rumah ini. Tapi karena uang itu masih kurang, aku menangguhkan surat-surat nya! Rumah ini atas nama nya! Dasar bodoh! Rumah ini bukanlah lagi rumah ku!! Kenapa kau tega mengusir nya hah?! Hiks .. tega-teganya kau mengusir iparku?! Di mana hatimu huh?! Siapa yang menyuruhmu untuk mengusir Alisa dan menceraikan nya?!!! Hiks.. Alisa... hiks..''
Emil tertegun mendengar ucapan Rita. Ia baru tau hari ini fakta itu. ''Dasar tak berguna! Demi kau dan juga ketiga anakmu! Dia rela membeli rumah ini asalkan ia tidak mengontrak lagi. Sedangkan uang yang ada padamu akan ia jadikan modal usaha membuka toko kue! Dasar sialaaaannn... mengapa kau mengusir nya dari rumahnya sendiri hah?! sialaaaannn...!!'' pekik Rita lagi.
Ia berulang kali memukul kepala Emil, hingga adik nya yang paling kecil itu jatuh terhempas kelantai.
''Hiks.. tega kau mengusir nya! Hiks .. adikku.. kau turuti kata-kata siapa hingga kau berani mengusir wanita sebaik dirinya! Kau tau Emil, jika yang melakukan penipuan itu adalah orang yang paling kita sayangi. Lana sudah cerita semuanya padaku. Aku tau siapa dalang di balik penipuan itu! Kau tega mengusir nya Emil. Padahal ia berniat untuk membahagiakan mu dengan cara memberi mu kejutan saat ulang tahun mu bulan depan! Rumah ini rumahnya! Bukan lagi rumah ku!!''
Deg!
''Apa?! Nggak! Itu nggak mungkin?!'' pekik nenek Rima. Ia jatuh terduduk di lantai.
Uwak Rita menatap datar pada ibu yang telah melahirkan nya ini. ''Jika bukan aku takut akan dosa pada yang maha kuasa, sedari dulu aku sudah menjebloskan kalian berdua kedalam penjara atas kasus kekerasan dalam rumah tangga, dan penipuan!''
Deg.
Deg.
__ADS_1
Jantung nenek Rima berdetak begitu kencang. Ia takut ketahuan. Ternyata putri kedua nya ini sudah mengetahui yang sebenarnya.
Ia menatap nanar pada uwak Rita. Sedang Uwak Rita menatap datar dan dingin kepada Mak nya ini.
''Benar kata Ayah, Mak tidak akan pernah berubah. Mak akan berubah jika suatu saat Mak mendapat azab!''
''Kak!!'' sentak Emil melihat Rita.
''Aku mengatakan yang sebenarnya! Kau akan merugi Milham karena melepaskan Alisa demi surga mu yang bahkan sama sekali tidak menyayangimu! Aku tau selama ini perbuatan nya. Tapi aku sengaja diam, agar lidah tak bertulang ku ini tidak menyakiti nya. Tapi hari ini tidak lagi! Gara-gara orang tua yang surga kita ada di bawah telapak kakinya, kita harus menganiaya seorang wanita yang telah melahirkan penerus keluarga Ibrahim! Aku kecewa dengan kalian berdua!''
''Cari wanita itu sampai dapat! Jika kau tidak menemukan nya! Kau jangan pernah menginjakkan lagi kaki mu dirumah ku! Aku mengharamkanmu untuk menginjakkan kakimu dirumah ku, jika kau tidak bertemu dengan Alisa! Ingat itu Milham! Keluar dari rumah ini! Rumah ini bukanlah rumah kalian berdua! Ini rumahnya! Tak tau malu mengaku ini rumah kalian! Kapan kalian membeli nya huh?!''
''Sekali lagi aku tekankan pada kalian berdua, keluar dari rumah ini! Mulai hari ini, aku yang memegang kunci rumah ini Sampai Lana datang untuk mengambilnya. Pantas saja Lana menangis saat meminta manisan padaku! Tak kusangka, kalian berdua melakukan ini di belakang ku! Aku kecewa dengan kalian berdua!''
''Yang seharusnya menjadi panutan malah menjadi penghancur rumah tangga anaknya sendiri! Semoga Alisa memaafkan kalian berdua yang telah berbuat zholim padanya selama ini! Berikan surat tanah dan sawah yang kalian beli atas nama kalian berdua di jalan gang Bilal sana. Semua uang yang kalian pakai untuk membeli ladang dan tanah itu adalah milik Alisa! Uang kiriman dari kedua orang tuanya selama dua belas tahun ini!''
Ddddduuuaaarrrr...
__ADS_1
💕💕💕