Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Bertengkar


__ADS_3

Sepasang pengantin baru itu mematung melihat kedua mertuanya sedang bertengkar hebat karena mereka berdua.


Tadi, setelah selesai menyiapkan sarapan pagi yang diminta oleh ayah Bram, Emil mengajak Alisa ke sebuah tempat.


Dimana lokasi itu sangat sejuk, penuh dengan tumbuhan dan juga bunga-bunga yang sedang mekar.


Karena Emil tau, jika Alisa sangat menyukai taman bunga Sama seperti Mak nya dirumah.


Mereka berdua mengelilingi taman itu sambil tersenyum manis. Dengan kedua tangan mereka yang saling bertautan.


Setelah puas bermain-main disana, mereka akhirnya pulang. Karena waktu sudah sore. Pada saat tiba dirumah, mereka berdua telah mendengar keributan yang berasal dari dalam rumah.


Emil dan Alisa berdiri mematung disana. Mendengar setiap ucapan yang ditujukan untuk dirinya dan Emil.


Emil yang tau, jika kedua orang tuanya sedang bertengkar. Memeluk Alisa dari samping kirinya.


Alisa menoleh dengan wajah sendu. Emil terkejut melihatnya.


''Adek kenapa?? Jangan di dengarkan apa yang dikatakan oleh ayah sama Mak ya?? Jangan diambil hati jika omongan Mak menyinggung perasaan mu. Sebenarnya.. Mak itu orang nya baik. Tapi entah kenapa, setelah kedatangan mu dua hari ini beliau jadi berubah. Biasanya Mak paling ribut, jika Abang belum pulang kerumah jika kerja.'' ujar Emil masih dengan menatap ke depan.


Dimana ayah Bram dan ibu Rima sedang bertengkar.


Alisa tersenyum kaku, senyum yang dipaksakan.


''Nggak pa-pa bang.. ayo kita masuk! sebentar lagi Maghrib. Aku belum masak untuk makan malam.'' imbuhnya masih dengan menerbitkan senyum terpaksa.


Emil tau itu. Ia menjadi kesal kepada kedua orangtuanya. Mengapa harus bertengkar disaat Alisa ada disana.

__ADS_1


Tidak taukah mereka, jika perbuatan mereka itu sudah menunjukkan nilai minus dimata Alisa.


Padahal mah, Alisa tidak mengatakan apapun. Ia hanya terkejut mendengar ucapan kedua orang tua tersebut.


Setelah dirasa tenang, kini Alisa melangkah masuk dengan Emil mengikuti nya dari belakang.


''Assalamualaikum...'' ucap Alisa, sembari mendatangi kedua orang tua yang sedang bertengkar itu.


Alisa menyalami ayah Bram dan ibu Rima. Ibu Rima tidak memberikan tangannya pada Alisa karena ia kesal.


Tapi karena melihat sorot mata ayah Bram dan juga Emil yang begitu datar menatap nya, membuatnya terpaksa harus mengulur kan tangannya untuk diciumi Alisa.


Setelah itu, mereka duduk bersisian.


''Ayah, Mak .. ini Alisa bawa martabak sama kue pukis. Kami baru saja pulang dari luar. Tak sengaja melihat ada yang menjual makanan ini. Ayah suka kue pukiskan? Mak suka martabak kan??'' tanya Alisa sembari membuka bungkusan yang masih mengepulkan asap itu.


Bukan apa, karena selama mereka menikah, sang istri tidak pernah tau apapun kesukaan ayah Bram.


Ia menatap sang istri yang melengos tidak menatapnya sama sekali.


''Hehehe.. baru tau tadi, Yah.. dari Abang! ya kan bang??'' tanah Alisa, Emil mengangguk.


''Iya.. adek mau makan lagi nggak kue pukis nya?? Tadi katanya kurang??'' goda Emil.


Alisa menunduk. Ayah Bram terkekeh. ''Ternyata mantu ayah ini, penyuka kue pukis juga ternyata?? haha.. berarti ayah ada temennya dong??'' ledeknya pada sang menantu.


Alisa tersenyum malu. Sedangkan Emil terkekeh. Seseorang menatapnya dengan sebal.

__ADS_1


''Heleh! Paling mau cari muka?!'' cibirnya.


Alisa melihat ibu Rima yang berwajah masam padanya.


''Mak! jangan berbicara seperti itu, masih mending Alisa mau membelinya. Ini malah katanya cari muka?! Mak udah masak belum?? Emil yakin, jika Mak sampai sekarang belum masak kan untuk Ayah?? Palingan Mak masak untuk diri sendiri?!'' ketus Emil pula.


Ia merasa jengkel dengan kelakuan Mak nya. Yang tiba-tiba saja berubah saat kedatangan Alisa ke rumah mereka.


Alisa menepuk lembut lengan Emil. Dan menggeleng. Sedangkan Emil membuang mukanya.


Ia terlalu kesal melihat Mak nya itu.


Ibu Rima melotot. Ia tidak terima jika Emil menjelek-jelekkan nya didepan menantu yang tidak di inginkan itu.


''Kau! sudah berani melawan Mak ya Mil?! Dasar anak durhaka! Tidak tau diri! sudah syikur aku melahirkan dan membesarkan mu! Inikah balasan mu terhadap orang yang telah melahirkan mu?! Gara-gara kau menikah dengan gadis tidak tau di untung ini! kau berubah sama Mak! kau jadi kasar! Kau lebih mementingkan istri mu dibandingkan Mak mu! Mak benci sama kau Emil! Kalau ku tau kau jadi melawan seperti ini padaku, aku tak mengijinkan kau menikah dengan gadis tidak tau di untung ini! Menyesal aku merestui mu! karena gadis ini membawa pengaruh buruk untuk mu yang tidak pernah melawanku!!''


Ddddduuuaaarrrr..


''Astaghfirullah.. ya Allah..''


💕


Apa lagi setelah ini?? Masih ingin tau??


Ikutin terus kelanjutannya!


TBC

__ADS_1


__ADS_2