Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Surat untuk Alisa


__ADS_3

Alisa bangun dari tidur panjangnya, saat ia terbangun ia melihat ada mama dan papanya serta Emil.


Emil sengaja datang setelah pulang dari kerjaan nya, kebetulan pada saat itu ia sedang menuju ke rumah pak Oman yang akan pergi ke rumah sakit menjenguk Alisa jadilah Emil ikut dengan pak Oman , beliau pun tak keberatan.


Saat Alisa melihat Emil, ia jadi teringat tentang coklat pemberian nya. kira kira dimana ya coklat itu sekarang?? Alisa melihat ke sekeliling ruangan untuk mencari tasnya yang berisi coklat dari Emil.


Mama Alina yang melihat Alisa celingukan, merasa heran


''Kamu cari apa Lis ??''


''Eh? tas sekolah Alisa mana ya Ma ??''


''Cari tas toh.. Mama kirain kamunya jadi lupa ingatan??''


''Ishh.. mama kok gitu sih ??'' kesal Alisa dengan memanyunkan bibirnya. Mama Alina tersenyum


''Tenaaaangg... tas kamu aman kok. Kemarin siang ketika teman teman mu kesini, mereka yang membawanya dan sudah mama bawa pulang dan isi didalamnya...''


Alisa menahan nafasnya, harap harap cemas


ia menunggu apa yang akan dikatakan oleh mamanya.


''Isi didalamnya adalah coklat? Yg, coklat kan lis?? Udah mama simpan di kulkas! kamu tenang aja ya? Sekarang kamu harus banyak istirahat biar cepat sembuh..''


''Betul itu Lis! kamu harus cepat sembuh dan bisa ngantar kopi lagi ke proyek saat bekerja!'' sahut pak Oman, yangbaru saja masuk.


''Eh? pak Oman! Dari mana saja pak? Kok baru nongol? malah Emil duluan yang kesini!'' ujar mama Alina.


''Iya Bu, saya ke apotik dulu untuk menebus obat untuk istri saya, kamu gak pa-pa kan Mil saya tinggal tadi??'' tanya Pak Oman pada Emil.


''Nggak pa-pa pak.. lagian kan saya udah datang kesini kemarin, jadi saya gak akan kesasar! Bapak tenang aja!'' ujarnya santai.


''Oh iya Ma, teman Alisa kemarin kan kesini? apa mereka nggak pa- pa Alisa tinggal istirahat??'' mama Alina mengusap kepala Alisa.


''Mereka maklum kok Nak, kamu memang harus beristirahat cukup untuk masa pemulihan mu..''


''Ooh.. Ma, siapa orang yang telah mendonorkan darahnya untuk Alisa ya?'' tanya Alisa. Mama Alina yang teringat sesuatu langsung menuju dimana tasnya berada, ia mengambil sesuatu dari tas dan berjalan mendekati Alisa.


''Ini yang dititipkan oleh pendonor itu untukmu..'' ujar Mama Alina, sambil memberikan amplop putih kepada Alisa


''Apa ini Ma..?''


''Mama pun nggak tau, buka aja! siapa tau penting.'' ujarnya

__ADS_1


Alisa mengangguk. ''Baiklah,'' Alisa membuka amplop itu dengan cemas, takutnya sesuatu yang tidak diinginkan. Alisa membuka amplop putih itu, ternyata sebuah surat yang ditujukan untuk dirinya, Alisa membacanya..


~Teruntuk adik kecil berhijab Alisa Febriyanti~


Assalamualaikum dek...


semoga kamu ketika membaca surat ini kamu sudah dalam keadaan sehat walafiat.


Maafkan Abang ya dek hanya sepucuk surat yang datang sebagai pengganti diri ini.. Abang malu bertemu dengan keluarga mu..takut akan menimbulkan masalah untukmu dan juga untuk Abang...


setelah pertemuan itu Abang selalu memikirkanmu.. bagaimana cara nya agar Abang bisa mengucapkan terimakasih secara langsung kepada mu.. Abang berdoa kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk meminta maaf padamu sekaligus terimakasih dan Allah menjawabnya inilah jalannya..


Maafkan Abang yang telah melecehkan mu saat itu.. Abang sadar ketika kamu sudah pergi menjauh..ingin mengejar takut kamu akan marah... jika tak dikejar Abang jadi seperti seorang pria yang melecehkan anak gadis orang..


Pada saat itu Abang sedang dalam keadaan kalut dan rapuh.. orang yang Abang sayangi yang akan menjadi istri Abang kelak menduakan Abang didepan mata Abang sendiri.. sakit rasanya, ingin memukul tak mungkin karena Abang sadar dia bukan lah siapa siapa abang.. hanya calon..


Miris ya Dek.. Abang sangat menyayangi nya..tapi apalah daya jodoh bukan ditangkap Abang.. Abang hanya bisa berharap suatu saat pasti akan ada jodoh terbaik untuk Abang.. kita hanya bisa berpasrah kepada Nya.. karena dia lah sang maha pengatur dimuka bumi ini..


Abang sadar.. jika Abang memang tidak tepat untuk nya Abang.. hanya seorang pria miskin, kerja siang malam hanya untuk sesuap nasi.. ketika Abang berharap kepadanya agar bisa menjadi calon istri .. rupanya Abang salah berharap kepada manusia..


Setelah kejadian itu Abang jadi tak bersemangat lagi untuk hidup Abang seperti raga tanpa nyawa hingga kamu datang membawa secercah harapan..kamu adalah perantara yang dikirim Allah untuk abang.... disaat rasa sakit itu datang disaat itu juga Allah mengirimkan obatnya.


**K**amu adalah obat untuk Abang yang sedang tersesat Dek.. terimakasih karena sudah mau mengingatkan Abang ...


Abang sadar masalah itu datang untuk dihadapi ..


Maafkan Abang dek yang telah menyakiti perasaan mu...


Abang tau.. kamu kecewa dengan perbuatan Abang..


sekali lagi maafkan Abang..


Dan terimakasih sudah mengingatkan pria bodoh ini..


Sungguh beruntung lelaki yang akan mendapatkan mu..


Kamu bagai pelita dalam kegelapan..


Untuk sesaat rasanya Abang ingin memiliki mu.. tapi Abang sadar... siapalah diri ini..


Semoga darah yang mengalir didalam dirimu menjadi bukti bahwa Abang tulus meminta maaf padamu..


Semoga darah yang mengalir di dalam tubuh mu bisa menebus dosa yang sudah Abang lakukan padamu...

__ADS_1


Abang tidak berani bertemu dengan mu..ingin memberitahukan bahwa abanglah si pendonor itu..Abang takut kamu akan membenci Abang..


Biarlah surat ini sebagai pengganti diri Abang..


Biarlah semua ini menjadi rahasia antara kamu dan Abang saja..


ALLAH pun tau Abang berniat baik bukan untuk pamer..


Semoga cepat sembuh ya dek...


Semoga cepat sehat dan bisa sekolah kembali seperti biasa..


Walaupun kamu tidak pernah melihat Abang, tapi Abang selalu mengawasi mu dari jauh..


Terimakasih banyak dek.. yang sudah membawa Abang kejalan yang benar.


Kamu sudah memberikan kesempatan kedua untuk hidup Abang... sekali lagi terimakasih gadis kecil berhijab..


Nasihat mu akan selalu Abang ingat sampai kapanpun!


Dan akan Abang jadikan pedoman, ketika Abang mendapat masalah lagi..


Semoga kamu mendapatkan pendamping hidup yang sama baiknya dengan mu..


Abang berdoa semoga kamu selalu dalam lindungan Allah SWT..


Kita tidak akan pernah berjumpa lagi , jadikan surat ini sebagai kenang-kenangan dari Abang untukmu...


Begitu juga dengan Abang.. Abang akan selalu mengingat dirimu.. walau kita tidak akan pernah berjumpa lagi.


Sekali lagi Abang ucapkan Terimakasih banyak gadis kecil berhijab,


Alisa Febriyanti...


Salam sayang dari Ivan Hariadi.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh..


Tes!


Tes!


💕

__ADS_1


Apaan tuh? Yang menetes??


TBC


__ADS_2