
Keesokan paginya.
Setelah drama kemarin, kini rumah mertua Alisa sudah sepi. Tidak ada lagi hiruk pikuk serta kegaduhan akibat suara mereka begitu ribut.
Alisa bangun pagi-pagi sekali. Ia menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Sesampainya disana, Alisa melihat mertuanya sudah ada di dapur.
''Pagi Ma..'' sapa Alisa.
''Hem.'' sahutnya.
''Mama lagi apa?? Ada yang bisa aku bantu??'' tanya nya.
Mertuanya itu menoleh. ''Seharusnya tanpa bertanya pun kau tau harus berbuat apa?! Bukankah kemarin kau sudah melakukan nya?! tanpa ku perintah?! Mulut mu pandai berbicara tapi sayang bicara mu tidak sesuai dengan kelakuan mu?!'' ketus mama mertua Alisa.
''Maaf Ma..''
''Sudah! sudah! sebaiknya kamu menyingkir dari sini! Melihatmu membuatku muak saja!'' ketus nya lagi.
Alisa mengelus dada sambil berlalu meninggalkan dapur, ''Astaghfirullah ya Allah.. kuatkan aku.. sakit rasanya.. sabar Lis.. jika kau tidak di inginkan di dapur maka ke depan! Ayo Lis.. semangat!'' ucapnya pada diri sendiri.
Seseorang menatap nanar pada gadis itu. Ia membuang nafas nya yang begitu sesak. Setelah nya ia berlalu dari sana.
Alisa keluar dari rumah, disana terlihat begitu banyak sampah daun jambu *** yang berguguran.
Alisa celingukan mencari sapu. Setelah mendapat kan sapu, Alisa menyapu seluruh halaman hingga bersih.
Selesai dengan menyapu, ia ingin ke dapur lagi. Ingin memasak. Tapi saat ingin kedapur, ia berhenti karena ayah mertua memanggil nya untuk duduk di teras bersama nya.
__ADS_1
''Nak .. ayo ikut ayah sebentar?? Ada yang perlu ayah omongin sama kamu!'' ujarnya pada Alisa.
Alisa mengangguk. ''Iya ayah..''
Setelah nya mereka berjalan menuju ke teras, duduk disana dengan mata memandang lurus ke depan.
''Nak.. maafkan Mak mu ya.. beliau sebenarnya baik. Mungkin karena terpengaruh dengan ucapan Rossi kemarin, ia jadi ketus pada mu. Maafkan Mak ya, Nak??''
Alisa tersenyum. ''Iya ayah.. tidak apa-apa. Bisa di terima disini saja aku sudah cukup senang! ya.. walaupun belum sepenuhnya sih??'' sahut Alisa.
Ayah Bram tersenyum. ''Kamu gadis yang baik Nak! semoga kamu bahagia dengan pernikahan mu ini..'' imbuh nya dengan sendu.
Wajahnya berpaling ke depan ketika Alisa menoleh padanya.
''Terimakasih doa nya ayah..'' sahut Alisa lagi.
''Oh iya Lis! kamu ada rencana mau lanjutin kuliah nggak??'' tanya ayah Bram.
Ayah Bram terkekeh. ''Nanti akan ayah coba bantu berbicara dengan nya. Di keluarga kami nggak ada yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Karena ayah hanya seorang pekerja serabutan.'' lirih ayah Bram.
Alisa termenung mendengar ucapan ayah Bram. Ternyata hidupnya lebih baik ketimbang ayah Emil.
Sungguh! nikmat mana lagi yang kau dustakan??
Melihat Alisa terdiam, ayah Bram berbicara lagi.
''Ayah harap, kamu bisa menjadi pelita di dalam kehidupan Emil. Ia selama ini salah jalan Nak.. ayah harap, kamu bisa membawanya ke jalan yang benar. Bukankah sudah menjadi tugas seorang istri jika suaminya tersesat??'' tanya ayah Bram.
__ADS_1
Lagi Alisa tertegun dengan ucapan ayah mertuanya ini.
Ada apa? pikirnya. Kenapa ayah Bram harus berbicara seperti itu kepadanya?? Apakah ada sesuatu yang tidak di ketahui nya??
''Nak...''
''Eh? iya Yah! Insyaallah Alisa akan berusaha sebaik mungkin. Tapi.. jika aku sudah berusaha, tidak berubah juga maka semua itu ku pasrahkan pada Yang Maha Kuasa! Karena Dialah sebaik-baik Zat yang bisa membolak balikkan hati setiap manusia. Aku hanya bisa berusaha Yah.. selebihnya biarlah Allah yang melakukan nya..'' sahut Alisa.
Ayah Bram tersenyum. Lagi dan lagi ia takjub dengan pemikiran menantu nya ini. Seharusnya ia marah, karena ayahnya baru saja mengatakan sesuatu yang tersembunyi di dalam diri putra nya, ini malah sebaliknya.
Sungguh Emil begitu beruntung mendapatkan wanita sebaik Alisa ini. Gumam Ayah Bram di dalam hati.
''Terimakasih Nak.. kau masih mau menerima kekurangan Emil. Ayah hanya bisa berdoa.. semoga Allah mengabulkan setiap doamu untuk suami mu.. Semoga hanya maut yang dapat memisahkan kalian berdua. Sungguh beruntung Emil mendapatkan mu, Nak.. kau adalah bukti nyata dari bidadari surga yang sengaja di turunkan dari langit. Semoga Allah membalas kebaikanmu Nak..'' ujar ayah Bram begitu panjang.
Membuat Alisa mengaminkan doa tersebut. Berbeda dengan seseorang disana, ia terlihat begitu kesal.
Karena sang suami lebih memuji menantunya itu dari pada putra nya sendiri. Ia tersenyum sinis kepada gadis yang sedang duduk bersama dengan sang suami.
Cih! sok suci! nyatanya? dia juga bisa melakukan kesalahan? lihat saja! aku akan berusaha merebut putra ku lagi darinya!
💕
Hadeuhhh.. dasar mertua galak!
Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏 semua..
Terimakasih kalau semua masih mau membaca cerita recehan othor ini.
__ADS_1
Terhura saya... 😭😭😂😂
TBC