
''Loh, loh, kalian beli sarapan?? Kan kakak udah bilang, kalau hari ini kakak akan datang bawa sarapan! Gimana sih?!'' gerutu Rita.
Emil yang geram menyahuti kakak nya. ''Ya. sengaja aku beli sarapan, karena Alisa yang meminta nya! Ia minta lontong pecal sama air tebu pagi ini! Yang ada cuma lontong sama susu hangat, itu saja! Selebihnya keinginan dia yang lain seperti sayur daun ubi campur melinjo sama kerupuk melinjo juga sambal ikan tongkol itu yang dia mau! Apa aku salah?? Kenapa aku selalu salah di mata kakak?? Apakah tidak boleh aku menuruti kemauan istriku??'' tanya Emil dengan nafas memburu.
Rita tertegun mendengar nya. Sedangkan Alisa mematung.
''Bu-bukan seperti itu.. ha-hanya saja.. selama ini kau...''
''Aku brengsek?? aku bajingan?? aku suami paling buruk?? aku adik sialan?!'' tanya nya lagi dengan nafas masih memburu.
Rita terdiam.
''Sekali... saja kak! kakak beri kesempatan untukku! bukan aku tak menyayangi istriku! bukan aku tidak memperhatikan nya selama ini! Tapi inilah aku! dengan kelebihan dan kekurangan yang aku miliki! Aku tak bisa merubah diriku secepat kilat seperti kemauan kakak! aku manusia biasa kak! Bukan Dewa! Bahkan dewa pun bisa melakukan kesalahan! Tolong.. beri aku kesempatan, sekali... saja! agar aku bisa merubah hidupku kearah yang lebih baik lagi. Aku melakukannya karena satu alasan. Dan alasan itu adalah Alisa! Sekarang jawabannya pun Alisa! Tolong pahami aku kak...'' lirih Emil, ia terduduk di lantai dengan menunduk menghadap Alisa yang termangu disana.
Sedangkan Rita masih terdiam. Ia mencerna setiap ucapan adik sialan nya itu.
Setelah lama berdiam diri, akhirnya Alisa buka suara.
''Kak.. aku pingin teh manis dingin...'' lirih Alisa. Rita yang mendengar pun mengangguk kan kepalanya dan berlalu.
Kini tinggal lah sepasang anak manusia yang masih berdiam diri disana.
''Abang....'' panggil Alisa.
Emil mendongak, ''ya.. ada yang kamu inginkan lagi??'' tanya nya.
Alisa menggeleng dan melambaikan tangannya untuk duduk di sebelahnya. ''Sini! kita makan, ayo! Jangan sia-siakan makanan! pamali! belum lagi kakak udah bawa dua rantang! heemm.. wanginya seperti ayam semur! hihi..'' Alisa cekikikan jika tebakannya itu benar.
Emil yang melihatnya terkekeh. ''Oke! kita makan! Ayo siapa duluan dapat hadiah!''
''Benarkah??''
''Hem.'' sahut Emil.
Alisa segera membuka sarapan itu dan memakan semua nya dengan lahap. Emil yang melihatnya terkekeh.
''Pelan-pelan sayang.. nggak akan ada yang rebut, kok! Semua ini untuk mu! makanlah!'' ucapnya sembari tangannya menyentuh tepi bibir Alisa yang belepotan dengan kuah lontong.
''Katanya siapa duluan dapat hadiah??'' Alisa cemberut saat mengatakan nya. Bibirnya manyun dua sentimeter ke depan.
Emil yang melihat nya langsung saja ******* bibir itu sejenak dan melepaskan nya. Alisa mematung.
Setelah sadar, ia menepuk lengan Emil dengan kuat. ''Ishhh.. curang! Abang curang!''
__ADS_1
Emil tergelak. ''Itu hadiahnya sayang! kamu pemenangnya! kamu sudah berhasil membawa Abang ke jalan yang benar! Terimakasih!''
Cup.
Emil mengecup kening Alisa begitu lama, membuat Alisa memejamkan kedua matanya.
''Selalu ingatin Abang ya?? Maaf jika kemarin abang mendorong mu?? Apakah masih sakit??''
''Udah nggak seberapa kok! Ayo kita makan! aku masih lapar abang!'' sahut Alisa yang lagi melanjutkan makan nya kembali.
Emil yang melihatnya terkekeh. Sedangkan seseorang berdiri mematung disana. Ia menyaksikan semua perbuatan Emil terhadap Alisa seperti apa.
''Aku harap, kamu berubah bukan untuk sementara saja karena Alisa sedang hamil. Tapi untuk selamanya! Jika itu sampai terjadi, jangan salahkan aku, jika aku akan mencambuk mu puluhan kali sama seperti rasa sakit yang Alisa alami. Itu sumpahku! akan ku ingat sampai mati.'' gumam nya pada diri sendiri.
Setelah nya ia berlalu masuk dan menemui pasutri yang lagi lomba makan itu.
''Woaahh.. payah kalian! nggak ngajak-ngajak, hem?''
''Hehehe.. Alisa laper kak.. jadi makan duluan! Apa itu yang kakak bawa? Ayam semur kah??'' tanya Alisa
Rita yang mendengarnya tersenyum. ''Ya, ayam semur! teri Medan sambal cabe ijo! sayurnya gulai daun ubi tumbuk!'' sahut Rita membuat Alisa tersenyum lebar.
''Makasih kak.. udah memenuhi permintaan aku..''
''Ya, ya.. kayaknya calon ponakan ku ini tukang makan! apapun di makan! semua habis! Apalagi yang kamu inginkan??''
''Suka ati mu lah!''
''Disambal kak! pakai kentang enak itu!!'' balas Alisa.
Rita menggeleng kan kepalanya melihat tingkah Alisa. Sepertinya tingkah keponakannya ini, akan sama seperti yang ditunjukin Alisa sekarang.
Setelah kenyang dengan sarapan pagi nya. Kini Emil berangkat kerja dari Puskesmas karena pak Daman sudah menunggu nya diluar.
Emil berangkat kerja setelah berpamitan dengan Alisa. Sedangkan Rita sudah kembali dari tadi karena motor yang dia pakai untuk ke Puskesmas adalah motor pak Daman untuk bekerja.
Kini tinggal lah Alisa seorang diri disana. Lama ia termenung, namun dalam lamunannya itu ia teringat kedua orang tuanya.
''Mama... Alisa kangen.. gimana ya kabar kalian berdua??''
''Papa.. maafkan Alisa Pa.. semua yang papa katakan benar adanya. Tapi aku harus memberi kesempatan pada nya.. agar bisa berubah. Namun jika tidak, maka aku akan pergi..''
''Aku akan pergi ke tempat dimana seorang pun tidak menemukan ku. Di mana aku tidak mengganggu orang dan juga hubungan orang lain..''
__ADS_1
''Aku akan pulang.. jika kalian yang memintanya.. tapi jika tidak.. maka aku akan tetap disini..''
''Sejauh apapun aku melangkah.. kalian selalu di hati.. aku tidak pernah sedikitpun melupakan kalian berdua ..''
''Tanpa kalian berdua.. aku tidak mungkin ada ke dunia ini...''
''Terimakasih.. karena telah merawat ku hingga sebesar ini..''
''Sebentar lagi aku akan memiliki seorang anak, cucu kalian berdua..''
''Andai kalian berdua disini...''
''Ma.. Pa... Alisa Kangen kalian...''
Lirihnya begitu pelan, ingin menangis tapi takut terjadi sesuatu dengan bayi yang ada dalam kandungan nya.
Lama Alisa melamun hingga akhirnya ia tertidur. Ia terbangun saat seseorang memanggilnya dengan cemas.
''Bangun hei.. bangun..'' panggil seseorang itu.
Alisa mengerjabkan matanya. ''Kamu siapa??''
''Saya petugas yang ditugaskan untuk merawat kamu selama disini!'' imbuh seseorang itu.
Alisa belum sadar dengan seseorang itu. Setelah matanya terbuka sempurna, barulah ia terkejut.
''Kamu! Laki-laki??''
''Ya! saya laki-laki!'' sahutnya.
''Kamu yang akan memandikan saya begitu?!''
''Ya, itulah tugas saya!''
''Astaghfirullah hijab! mana hijabku! berbalik! kamu berbalik! jangan lihat! bukan mahram! saya tidak mau disentuh oleh seseorang yang bukan mahram saya! kamu berbalik!'' seru Alisa begitu lantang.
Lelaki itu terkejut. Ia pikir pasien ini sama dengan pasien yang lain.
''Aneh!''
''Ya! aku memang aneh! agama ku melarang jika ada seorang lelaki masuk ke dalam kamar seseorang, sedang seseorang itu tidak ada pendamping nya, maka nanti akan menimbulkan fitnah! Apalagi saya seorang istri! kamu paham??''
💕
__ADS_1
Hayoo.. siap lagi itu??
TBC