
Kepalanya pusing, pemandangan matanya berkunang-kunang, gelap dan semakin gelap. Hingga..
Brruuukkk..
Alisa jatuh terkapar dilantai yang dingin. Sedingin kelakuan Emil terhadapnya sekarang.
Alisa pingsan tidak sadar kan diri. Seorang diri dirumah tanpa ada yang melihatnya. Alisa tertidur begitu lama dilantai yang dingin.
Saat ia sadar, jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Tubuhnya begitu sakit. Kakinya kebas kesemutan.
''Aduhh.. jam berapa ini..??'' Alisa mencoba untuk bangkit, walau terasa berat.
Tiba-tiba Alisa menginginkan makanan yang manis-manis.
''Pingin puding.. sama es krim rasa coklat.. Aduhh.. kepalaku pusing. Aku harus minta sama siapa ya??'' gumamnya pada diri sendiri.
Pada saat Alisa ingin ke dapur, pintu dari depan di ketuk.
Tok, tok, tok.
''Assalamualaikum.. Lis... ni kak Rita! Kamu ada di rumah??'' tanya nya di balik pintu.
''Waalaikum salam.. ada kak.. bentar ya..'' lirih Alisa begitu pelan.
Alisa melipir-lipir ke tepi dinding, berpegangan disana karena kepalanya begitu pusing.
Ceklek,
Pintu terbuka. Kak Rita yang melihat Alisa begitu pucat terkejut.
''Astaghfirullah! kamu kenapa dek?? Kok pucat gini?? Kamu sakit??''
''Nggak tau kak.. udah berapa hari ini.. Alisa kayak gini.. nggak tau kenapa?? hemm.. kakak bawa apa?? wanginya kayak puding rasa coklat ya??'' tanya Alisa dengan raut wajah berbinar.
''Eh? Iya nih.. tadi Emil kerumah sebelum berangkat kerja, dia bilang kamu demam. Makanya kakak kemari ingin melihat mu. Udah makan??'' tanya nya lagi.
''Belum kak.. sedari pagi aku belum makan.. nggak selera.. pingin nya makan yang manis-manis kayak puding ini. Bolehkan aku minta kak??'' tanya denah harap.
''Boleh! Ambillah!''
''Tapi...'' Alisa yang berpikir jika ini punya Emil, pasti suaminya itu akan marah pada nya nanti. Seperti yang sudah-sudah.
''Tapi apa??''
''Ini puding untuk bang Emil kan?? Jika untuknya, aku tidak mau! biar aku buat sendiri saja! ya sudah sini kak! biar ku simpan! Nanti saat ia pulang kerja ku hidangkan.'' sahutnya dengan cepat mengambil puding bawaan Rita dan menyimpan nya di lemari pendingin.
Setelah nya ia siap-siap mau keluar. Sedang Rita hanya melihatnya saja.
Ada apa dengan mu Lis?? apakah hidup mu begitu tertekan bersama Emil?? aku harus mencari tau, ada apa dengan nya. Bisik Rita di dalam hatinya.
''Kak.. aku ke depan ya.. mau beli bahan untuk membuat puding, juga pingin banget makan es krim rasa coklat. Kakak tunggu bentar ya??'' tanya Alisa.
__ADS_1
Rita tak menyahuti, ia sedang berpikir, ini waktu yang tepat untuk bertanya pada orang suruhan nya.
''Ya sudah, pergilah! Kakak tunggu kamu disini saja.''
''Baiklah.'' ucap Alisa sembari melipir ke tepi dinding untuk berpegangan.
Rita yang melihatnya tidak tega. Tapi ia terpaksa karena ingin memastikan sesuatu. Setelah Alisa menghilang di tikungan jalan sana, Rita keluar dan memanggil salah seorang penghuni kontrakan yang juga orang kepercayaan Rita selama Emil tinggal disana.
Orang itu bercerita apa yang dilihatnya. Seperti apa kelakuan Emil terhadap Alisa dan kelakuannya di belakang Alisa.
Rita menutup mulutnya saat mendengar cerita dari orang suruhan nya. Tak sadar Rita terisak.
''Apa jangan-jangan.. Alisa sedang hamil?? Makanya ia sangat menginginkan puding rasa coklat?? Astagfirullah.. ya Allah.. Emil....'' geram Rita.
Setelah selesai dengan pembicaraan nya dengan orang suruhan nya itu, kini Rita kembali ke rumah Alisa dan menunggunya disana.
Saat melihat dari kejauhan, Alisa begitu senang. Bibirnya tanpa henti menyungging kan senyum manis.
''Benar dugaan ku! pasti Alisa sedang ngidam. Dasar adik tidak tau diri! tunggu saja kau!'' gumamnya pada diri sendiri.
Sesampainya Alisa disana, Rita menegur adik iparnya itu.
''Wah wah.. ada apa Lis?? kok yang kayak senang banget??'' tanya nya.
''Hehehe.. aku senang kak. Tadi saat aku melewati warung makan kak Mela, aku di panggil olehnya. Aku di berikan puding sama es krim rasa coklat! nih masih banyak! kakak mau??'' tanya Alisa dengan bibir terus menyunggingkan senyum manis.
''Tidak! untuk mu saja! oh ya? Ada acara apa hingga Mela memberikan puding serta es krim pada mu??'' selidik Rita, karena dia tau seperti apa Mela itu.
Lagi, Rita terkejut. ''Benar dugaan ku! bahkan Mela pun tau, jika adik ipar ku sedang berbadan dua! Awas kau Emil!!'' geram Rita, ia mengepalkan kedua tangannya.
''Ya sudah, udah dapatkan aap yang alami mau?? Ada yang kamu inginkan lagi??'' tanya Rita, mana tau Alisa menginginkan sesuatu biar nanti ia menyuruh Emil untuk membelinya.
''Nggak ada kak!'' sahut Alisa.
''Ya sudah, kakak pulang ya? Istirahatlah! Nggak usah masak, nanti kakak kirimkan makanan pada suami mu, untuk mu!''
''Terimakasih kak! nggak usah repot-repot. Aku bisa masak sendiri kak!''
''Nggak apa-apa! Kakak pulang! Assalamualaikum..''
''Waalaikum salam... hati-hati kak!''
''Ya.''
Setelah nya Rita kembali kerumahnya untuk menunggu suami nya pulang dan adik sialan nya itu.
Malam hari nya.
''Kak aku makan disini ya? Pasti Alisa nggak masak di rumah! kerjaan nya cuma tidur saja dari kemarin! sarapan pagi pun tidak di masak oleh nya!'' ucap Emil, mendengar itu Rita meradang.
''Apa katamu?? Kamu bilang Alisa cuma tidur di rumah?? hah?!'' sentak Rita.
__ADS_1
Membuat pak Daman dan Emil terjingkat kaget.
''Kamu kenapa Nyak??''
''Tanyakan pada adik tidak tau diri ini!! Apa yang telah ia perbuat, hingga Alisa tidak masak dirumah kerjaan cuma tidur, tidur dan tidur saja!'' ketus nya.
Membuat Emil bingung. ''Ada apa sih kak?''
''Kamu tanya ada apa? hah?! Dasar adik sialan!! adik tidak tau diri!! Berani beraninya kau bermain di belakang Alisa lagi! heh?! belum puas kau bermain-main dengan pe la cur diluar sana heh?! Kau tau adik sialan!!! gara-gara kau!! gadis malang itu pingsan tak sadar kan diri sedari pagi hingga sore hari!! Wajah nya begitu pucat! Dasar adik tidak berguna! kau yang membuat nya seperti itu, sekarang kau ingin menuduhnya berbuat tidak baik begitu?!?'' pekik Rita lagi.
Hingga membuat Emil lagi dan lagi terkejut.
''Apa?! pingsan?! bagaimana mungkin?!''
Rita yang geram dengan ucapan Emil mendatangi dan..
Plaaakk..
''Auwh... aduhhh.. sakit kak! kenapa di geplak sih?!''
''Masih tanya kenapa?? hah?! Dasar adik sialan! tidak berguna! gara-gara pusaka mu itu, sekarang gadis itu sedang hamil anak mu bodoh!!!'' umpat Rita begitu geram.
''A-apa?! Hamil?!?''
''Ya!! istrimu sedang hamil! Akibat ulah mu!! Tega-teganya kau bermain lagi dibelakangnya! Tak jera-jera kau ya!? hah?! ingin sekali aku memukul dirimu!! Jika bukan karena mengingat Alisa sedang hamil, aku sudah memukul mu sepuas hati ku!!! Iiihhh.. kenapa lah... punya adik tidak peka an seperti ini! geram aku!! huh!!'' sahut Rita begitu geram kepada Emil.
Emil yang mendengar nya semakin terkejut, tanpa sadar Emil tersenyum sinis.
''Aku akan menghajarnya setelah sampai di rumah! Sekarang aku harus makan! agar aku punya tenaga untuk menghajar perempuan itu.'' gumamnya sembari berlalu ke dapur dan makan.
Melihat itu Rita bertambah geram. 'Aku akan mengikuti mu Emil. Aku akan melihat apa yang akan kau lakukan pada gadis tak berdosa itu!' bisik Rita dalam hatinya.
Selesai makan Emil pulang kerumahnya, dengan di ikuti Rita dan pak Daman.
Sesampainya dirumah kontrakan.
''Alisa?!?!'' pekik Emil.
Membuat Alisa terjingkat kaget. Ia masih duduk tepekur di sajadah karena baru saja selesai sholat Maghrib.
Alisa bergegas membuka pintu, saat ia membuka pintu, Emil mendorong nya begitu kuat.
Hingga Alisa terhuyung dan menabrak dinding.
''Allahu Akbar!!''
💕
Huh! ada yang pingin nabok Emil nggak??
Heran kali othor sama nih orang huh!! 😠ðŸ˜
__ADS_1
TBC