Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Cinta pertama tapi bukan yang terakhir


__ADS_3

Andai Madan bisa memutar waktu, ia ingin kembali dimana gadis itu selama dua tahun ini mengisi hatinya dengan namanya.


Andai ia bisa memutar waktu, ia ingin kalau jodoh masa depannya adalah Alisa. Bukannya anak dari kepala sekolah.


Mengingat itu Madan sangat sedih. Buliran bening mengalir di pipi tirusnya. Andai ia bisa memutar waktu...


''Andai kakak bisa memutar waktu Lis.. kakak ingin bahwa hanya kamu yang selalu ada disampingnya kakak.. Andai.. kakak bisa memutar waktu.. kakak ingin sekali bisa bergandengan tangan berjalan berdua denganmu.. Andai kakak bisa memutar waktu.. kakak tidak ingin menerima perjodohan ini! perjodohan yang membuat kita sama-sama terluka.. tapi apalah dayaku, jika memang sudah seperti ini jalan takdir yang harus aku hadapi. Hahh..'' desah Madan, membuat Alisa tersenyum dalam tangisnya.


Mereka sama-sama terdiam. Tiba-tiba saja hape Madan bergetar disaku celananya.


Dret, dret, dret.


''Iya Ai..''


''...''

__ADS_1


''Oke baik. Tunggu Lima belas menit lagi ya, saya akan kesana!'' imbuhnya seraya menyimpan kembali hape nya kedalam saku celana.


''Kenapa Kak?'' Alisa bertanya karena melihat Madan yang masih terdiam setelah menerima telepon dari seseorang.


''Waktunya akan segera dimulai! Kita harus segera ke aula! tapi kakak meminta waktu lima belas menit lagi. Kakak ingin pertemuan ini berbekas dihati dan di ingatan kakak!'' imbuhnya lagi seraya memandang Alisa, yang juga memandangi dirinya.


Alisa tersenyum. ''Iya Kak! ayo kita buat pertemuan ini menjadi berkesan dihati dan pikiran kita! agar kelak dimasa depan, jika kita bertemu lagi, maka kita akan mengingat hari bersejarah kita! Walaupun nantinya kita tidak akan berjodoh, aku harap akan ada penerus kita yang nantinya akan meneruskan kisah cinta kita yang tertunda.'' ujar Alisa.


Dan di aminkan oleh Madan. ''Amiinn.. semoga cinta ini tidak berakhir disini saja! cinta ini akan terus berlayar mencari tempat persinggahan yang semestinya! semoga Allah mengabulkan niat hati kita ini ya Lis..'' ujar Madan.


''Ya, tentu saja Kak! inilah cinta pertama tapi bukan yang terakhir! setiap sudut hati akan tertulis masing-masing nama pasangan kita! disatu sudut sudah tertulis nama kakak dan disisi lain sudah ada nama pemuda lain. Dan aku berharap hanya nama kalian berdua lah yang ada di hatiku, tiada yang lain lagi!'' seru Alisa.


''Kita tak pernah tau seperti apa masa depan Lis.. kakak sih berharap, jika hanya nama kami yang terukir di hatimu! tapi jika seandainya ada orang lain yang akan mengukir cinta baru dan mampu menggeser nama kami berdua, maka bisa dipastikan dialah cinta terakhir mu Lis.. Demikian juga dengan kakak, aku berharap hanya nama kamu dan juga pendamping hidupku kelak yang akan menempati ruang hatiku! Semoga saja Lis..'' ucapnya dengan tersenyum hampa menatap Alisa.


Tidak dipungkiri, satu sudut hatinya tercubit saat mengatakan 'nama kami berdua'. Jika boleh memilih, ia hanya ingin namanya saja yang terukir disana.

__ADS_1


Tapi apalah daya, jika kenyataan tak sesuai dengan yang terjadi. Angan pun hanya melayang saja. Sedangkan faktanya ada di depan mata.


''Iya Kak, jadikan ini pelajaran untuk kita, bahwa tak selamanya cinta harus memiliki. Tapi kadang kalanya kita harus mengikhlaskan cinta yang memang bukan ditujukan untuk kita! walaupun cinta itu pernah bersemayam didalam jiwa ini, tapi kita harus berlapang dada untuk melepaskan nya. Aku ikhlas Kak, melepas mu, karena kau memang tidak ditakdirkan untukku! ingat ya kak, jangan sakit hati dengan semua yang terjadi pada hari ini, jadikan ini motivasi untuk kedepannya. Aku selalu berdoa agar kita mendapatkan apa yang seharusnya kita dapatkan! Aku berjanji pada mu Kak, jika suatu saat nanti anak kita berjodoh, maka pada saat itulah kakak akan melihat, jika aku sudah move on dari kakak! kakak juga harus begitu ya?'' ujarnya seraya menatap ke dalam manik hitam yang berkilauan.


Madan tersenyum manis. Sungguh sangat beruntung seseorang yang akan menjadi pendamping Alisa. Semoga apapun yang diucapkan oleh Alisa hari ini, akan terjadi dimasa depan. Ya, semoga saja.


''Dengan senang hati sweety.. bagiku, kaulah cahaya penerang didalam hidupku. Aku sangat beruntung mengenal dirimu! Kau adalah titisan bidadari surga yang dikirim kan khusus untuk seseorang. Yang jelas itu bukan untukku!'' ujarnya tergelak.


Membuat Alisa juga ikut tergelak.


Terkadang ada sesuatu yang kita anggap itu baik, tapi tidak baik menurut Nya. Dan juga sebaliknya, apa yang kita anggap buruk, malah menjadi baik untuk kita.


Maha Suci Allah dengan segala kuasa Nya.


Wallahu alam.

__ADS_1


💕


TBC


__ADS_2