Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Aku bukan Pembawa sial!


__ADS_3

Ibu-ibu itu berdiri dengan pongahnya di depan pintu rumah Alisa. Ia berfikir jika dengan mengancam Alisa, maka wanita itu tidak akan berani padanya.


Tetapi ia salah. Ternyata putra Alisa itu tau segalanya tentang rahasia antara dirinya dan nenek Rima.


''Sekarang nenek bisa bekerja sama dengan orang itu untuk menguras harta Mak ku! Tapi ingatlah ini! Suatu saat aku akan kembali dan mengambil apa yang menjadi hak Mak ku! Ingat itu! Hukum tabur tuai berlaku di dunia ini! Aku mengalah karena Mak ku! Jika tidak, aku sudah membongkar semua rahasia kebusukan kalian berdua! Semua bukti sudah ada di tangan ku! Sebentar lagi! Tunggu sebentar lagi!'' ucap Lana, setelah itu ia berlalu pergi meninggalkan Alisa yang berdiri mematung di depan pintu dengan tangan memegang uang untuk membayar hutang nya pada ibu-ibu itu.


''Berikan uang nya! Setelah ini jangan lupa untuk membayar cicilannya lagi! Says tunggu di bulan depan nya!'' ucap Ibu-ibu itu.


Dengan segera ia merampas uang ditangan Alisa dan berlalu pergi meninggalkan Alisa yang mematung di tempat karena perkataan Lana tadi.


Sedangkan Lana melihat kedua orang itu mengepalkan tangan nya. Beruntung nya saat ini Lana punya ponsel kamera milik Alvian yang sengaja ia pinjam untuk sesuatu.


Dan baiknya Alvian memberikan ponsel jadul itu pada Lana. Walau casing nya jelek, tapi layar kamera nya masih bagus.


''Tunggu saja! Suatu saat, Aku akan membongkar kebusukan nenek dan juga orang itu! Sekarang Aku hanya bisa diam. Karena aku belum memiliki bukti tentang pembicaraan Kalian berdua! Tunggu saja! Aku pasti mendapat kan nya!'' Lana semakin geram saat melihat nenek Rima yang mengambil uang itu dari ibu-ibu tadi yang sengaja datang kerumah Alisa untuk menagih hutang.


Tiga bulan berlalu.


Kini kehamilan Alisa sudah memasuki empat bulan. Dan selama itu juga Emil selalu mengirimkan uang untuk keperluan Alisa dan anak-anak nya.


Begitu juga dengan penagih hutang itu, setiap bulannya ia selalu datang untuk menagih hutang kepada Alisa.


Hari ini Emil pulang tanpa memberi kabar pada Alisa. Dan sial nya Alisa, Emil pulang saat ibu-ibu itu menagih hutang nya.


Emil terkejut mengetahui jika Alisa berhutang dengan rentenir itu. Ternyata, wanita itu adalah rentenir yang suka meminjamkan uang dan mengembalikan dengan jumlah bunga yang begitu besar.


Alisa tidak tau itu.


''Ada apa ini Alisa? Siapa orang ini?? Hutang apa yang dimaksud olehnya?!'' sentak Emil saat baru tiba dirumah itu.


Ia berbicara dengan Alisa saat ibu-ibu itu sudah pergi. Dan dia juga tidak tau jika Emil sudah pulang dari merantau nya.


''Abang!!!'' pekik Alisa terkejut.

__ADS_1


Ia sangat terkejut dengan kepulangan Emil yang tiba-tiba. Wajah Alisa pucat pasi. Bukannya duduk, Emil malah menanyakan hal hutang dulu pada Alisa.


''Jawab Alisa!! Hutang apa kau dengan rentenir itu, hah?!'' sentak Emil lagi.


Alisa terkejut. ''Rentenir??''


''Ya, wanita tadi yang menagih hutang kesini dia adalah rentenir Alisa! Ada hutang apa kau dengan nya? Hah?! Untuk apa uang itu?!Apakah uang yang selama ini aku berikan kurang?? Hingga kau berhutang pada nya??'' tanya Emil lagi dengan nafas memburu.


Alisa diam, ia tidak tau harus menjawab apa. Lana dan Ira hanya bisa terdiam melihat Mak mereka dimarahi oleh Emil.


Wajah Lana berubah menjadi datar. Inilah yang ditakutkan nya. Dan sekarang? Terbukti kan? Serapat-rapatnya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga.


''Jawab Alisa?!'' sentak Emil lagi hingga membuat mata Alisa berkaca-kaca.


''Maaf Bang..'' lirih Alisa seraya mendatangi Emil dan memeluknya.


Tapi Emil menyentak nya hingga jatuh terhuyung ke belakang. Alisa jatuh terduduk di tumpukan kain yang sedang di lipati oleh Ira dan Lana.


''Astaghfirullah!! Mak!'' pekik Ira, saat melihat Alisa meringis menahan sakit pada perut nya.


Ia masih kesal karena Alisa tidak mau menjawabnya. Lana mengepalkan kedua tangannya.


Ia ingin bangkit dan berbicara, tapi di tahan oleh Alisa. Lana menoleh, ''Maaf Bang.. aku salah.. uang itu aku pinjam karena aku tertipu investasi bodong..'' lirih Alisa dengan bibir bergetar.


''Apa!!!'' pekik Emil begitu kuat.


''Investasi bodong?! Dengan siapa kau mengikuti investasi itu?!'' pekik Emil lagi.


Ia meraup wajahnya kasar. Sedangkan Alisa semakin menunduk. Bukan takut, hanya untuk menjaga hatinya agar tidak terluka lagi.


Demi menyelamatkan orang lain, dirinyalah yang harus menanggung derita itu. ''Hiks.. hiks..'' Alisa menangis.


Emil semakin kalap. ''Katakan dengan siapa kau bisa mengikuti investasi bodong itu hah?!''

__ADS_1


''Tidak dengan siapa pun! Tapi aku mengirim nya melalui ATM. Me-mereka mengirimkan nomor rekening nya pada ku.'' sahut Alisa.


Semakin membuat Emil marah. ''Mana sini aku lihat! Mana bukti transfer nya? Mana uang yang kau simpan yang ku kirim selama tiga bulan ini?! Jangan bilang uang itu juga kau habiskan untuk mengirim pada penipu itu?!''


Alisa menunduk. ''Maaf Bang...''


''Astaghfirullah al'azim..... Alisaaaaaaa... apa yang sudah kau lakukan hah?! Kau menghabiskan uang ku untuk mengirim penipu itu?! Hebat sekali kau!!!!'' pekik Emil begitu kuat, hingga membuat Ira dan Lana ketakutan.


Saat ini wajah Emil begitu marah. Wajah nya itu seperti seseorang yang sedang ingin membunuh orang.


''Maaf Bang...'' Hanya itu yang bisa Alisa katakan saat ini.


Ira dan Lana hanya bisa diam saja. Karena semua ini permintaan Alisa agar tidak memberitahukan yang sebenarnya.


''Mau kau itu apa sih, hah?! Dari dulu hingga sekarang, kau hanya bisa membuat ku susah saja! Dulu uangku habis entah kemana dan sekarang? Lagi?? Sudah dua kali kau berbuat seperti ini Alisa!! Aku tak mau tau, kau harus bekerja untuk menggantikan uang ku Alisa!!! Ganti uangku!!! Aku tak mau tau!! Mulai besok kau harus bekerja!!''


''Kenapalah.. aku harus menikah dengan wanita ini. Dua kali aku di tipu nya! Tak ada maaf lagi untukmu! Ganti uang ku, atau kau pulang saja ke kampungmu! Jangan pakai uangku! minta kirim sama ayah mu! aku tak Sudi memberikan uangku lagi pada mu. Sial!'' umpat Emil lagi.


''Kalau Kutau begini jadinya, aku tidak mau menikah dengan mu! Sial sekali hidupku harus menikah dengan mu! menyesal aku menikah dengan mu! Memang dasar kau wanita pembawa sial!!!''


Ddddduuuaaarrrr...


Lagi kata keramat itu yang ia keluarkan membuat Alisa terluka dan tersakiti lagi. ''Mulai besok kau harus bekerja mengganti kan uang ku yang sudah habis itu!! Aku tak mau tau! Kalau bisa kau pergi dari rumah ini!! Muak aku melihat mu!! Dasar kau pembawa siaalll!!!!'''


''Hiks.. Aku bukan pembawa sial!!!!!''


💕


Kejadian ini othor sangat sakit melihatnya. Bagi yang tidak merasakan tidak tau seperti apa.


Tapi othor saksi dari semua kejadian ini. Sakit banget loh jika suami sendiri yang mengatakan nya?


Berbeda jika itu orang lain.

__ADS_1


Menuju akhir ya!


TBC


__ADS_2