Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Malam Minggu


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Alisa tak pernah bertemu lagi sampai sekarang. Bahkan yang katanya emilau datang kerumahnya pun belum nongol.


Sempat Emil titipkan pesan melalui pak Oman, ia berpesan agar malam minggu ini, Alisa tidak boleh pergi kemana pun. Karena Emil akan datang kerumahnya.


Ada hal yang harus dibahas katanya. Alisa menuruti perkataan Emil. Sudah sedari Maghrib ia menunggu pemuda itu, tapi pemuda itu belum juga muncul. Sekarang saja sudah masuki waktu isya.


Jam berapa lagi harus bertandang kerumahnya. Apakah tengah malam? Ishh.. Alisa kesal sendiri.


Lama ia duduk termenung menunggu kedatangan Emil. Tapi pemuda itu tak juga muncul.


Jika tau seperti ini, lebih baik ia menolak saja pesan pak Oman kemarin sore. Padahal ia sudah memiliki janji jauh sebelum Emil akan datang pada malam Minggu.


Menunggu. Adalah yang paling membosankan. Jika dalam hal lain Alisa bisa bersabar. Tapi ini tentang menunggu.


Kesal juga rasanya menunggu hampir satu jam. Yang ditunggu kagak nongol juga. Yaelah.. bang Emil! Elu kemana sih? Eh?


Alisa jadi tak karuan. Ia lelah menunggu sedari tadi. Adzan isya sudah berkumandang dimana mana. Pertanda sudah masuk waktu isya.


Alisa bangkit dari duduknya, ia ingin masuk kedalam untuk sholat isya setelahnya tidur. Tapi baru saja kakinya melangkah masuk kedalam, orang yang ditunggunya muncul juga.


'' Akhirnya..'' gumam Alisa tapi masih terdengar jelas oleh Emil.


Ya, pemuda itu adalah Emil. Ia sengaja menitipkan pesan melalui pak Oman untuk disampaikan kepada gadisnya itu, bahwa malam Minggu ini akan kerumahnya.


Dan tepat seperti apa yang dikatakan nya. Bahwa ia datang pada malam Minggu untuk bertamu kerumah Alisa.


Sekilas Emil mendengar Alisa bergumam 'akhirnya', ia jadi penasaran kemudian ia mendekati Alisa yang menatapnya kesal. Tapi sangat manis menurut pandangannya.

__ADS_1


'' Akhirnya apa dek? ada apa? ada yang mengganggu kah??'' tanya nya.


'' Ishh.. udah tau masih nanyak juga! baru datang itu ngucapin salam bang! mengucapkan salam itu sunah!'' tegurnya.


Emil cengengesan. '' Hehehe.. Assalamualaikum adek manis..''


Alisa mendengus.'' Wa'alaikum salam! nah menjawab salam itu wajib! Abang pahamkan??'' sewot Alisa.


'' Iya iya sayang.. Abang paham kok. Nih tadi Abang keluar dulu beli mie Aceh kesukaan Adek, sama martabak kesukaan ibu Alina dan juga bapak. Oh iya! mereka kemana? kok sepi?'' tanya Emil sambil celingukan mencari calon mertuanya.


'' Oh Papa sama Mama keluar dari habis Maghrib. Ada pertemuan katanya di balai desa. Jadi para aparat desa harus kesana untuk mengikuti pertemuan itu.'' jelasnya, membuat Emil mengangguk paham.


'' Ya sudah! Abang tunggu di sini Alisa mau sholat, udah masuk waktu isya!'' tukasnya membuat Emil kaget.


Ia merasa diabaikan lagi oleh Alisa. Ini tak bisa dibiarkan! Ia harus bisa menahan Alisa. Ia hanya butuh waktu sebentar saja untuk menjelaskan duduk perkaranya.


'' Saya mau sholat bang! tolong jangan larang saya untuk bertemu dengan Tuhan saya! Jika Abang berniat ingin berbicara dengan saya, seharusnya menunggu! bukannya menghentikan saya? bukankah tidak baik menunda-nunda dalam hal kebaikan? salah satunya salah sholat!'' ujarnya kesal.


Emil mengernyitkan dahinya bingung. Ada apa sih dengan gadisnya itu? Kenapa bicaranya jadi formal seperti itu? Sama seperti kemarin.


Pasti ada yang tidak beres. Ini harus diusut sampai tuntas. Pikirnya.


'' Baiklah jika itu mau adek.. Abang akan menunggu disini saja! tidak usah didalam, nanti akan menimbulkan fitnah.'' jelasnya. Membuat Alisa mengangguk.


Alisa pun berlalu masuk kedalam rumahnya, meninggalkan Emil yang termangu seorang diri di luar.


'Kira kira ada apa ya dengan Alisa?? Kok bisa gitu sih ngomongnya sama aku?' tanyanya dalam hati.

__ADS_1


''Ah! sudahlah lebih baik aku menunggunya saja. Sambil menunggu nya, aku telponan ah dengan temanku yang ada disana. Ah indahnya jika pulang bawa istri dari sini! pasti Mak bahagia jika anaknya ini membawanya seorang menantu untuknya! aku tak sabar menunggu hari itu tiba!'' gumamnya pada diri sendiri.


Sambil menunggu Alisa selesai sholat, ia bertelpon ria dengan sahabat serta ponakannya di Medan. Mereka bertukar kabar, saling tanya dan juga kapan membawa calon bini itu kata mereka.


Membuat Emil tertawa terbahak. Tanpa disadarinya, Alisa sudah berdiri dibelakang nya dengan secangkir teh hangat yang masih mengepulkan uap panas.


Emil merasa bulu kuduknya meremang, ia berbalik dan...


Emil terkejut.'' Astagfirullah! Abang kira Adek siapa?! hadeuhhh.. hampir copot jantungku Dek!'' gerutunya seraya mengelus dada.


Alisa hanya diam saja. Tanpa ada raut senyum di wajah manisnya. Lagi, Emil terheran dengan sikap Alisa. Tapi ia tak mau menebak nebak apa yang ada dalam pikiran Alisa.


Takutnya salah, dan akan berujung dengan kesalahan pahaman. Lama mereka terdiam, melamunkan diri masing-masing.


Alisa yang sudah merasa mengantuk pun akhirnya buka suara.


'' Ada apa Abang kemari?? Apakah ini ada hubungannya dengan kak Ros?? Jika iya, aku siap mendengar kan! Karena aku butuh jawaban! bukan ungkapan!'' imbuhnya, membuat Emil termangu.


Ada apa dengan gadis ini??


💕


Noh, galau lagi kan bang?? Hayo.. ada apa dengan gadis manis berhijab ini?? Ada yang tau??


Salam hangat dari othor recehan!


See you.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2