
''Keluar Lis!'' titah Alvian dengan dingin.
''Eh? Keluar kemana??'' tanya Maya, karena terkejut mendengar perintah Alvian.
''Keluar dari rumah ini Lis! Tinggalkan lelaki kejam itu! Apakah akan selama nya kamu tinggal disini bersama nya?! Setelah apa yang telah ia lakukan pada mu?! Ayo keluar! Kita pergi dari sini!'' ucap nya pada Alisa, dengan segera memaksa Alisa untuk bangun.
''Tidak Bang! Aku tidak akan pergi dari sini!'' tahan Alisa, saat Alvian terus saja memaksa nya untuk berdiri.
Gimana mau berdiri coba? Wong kaki Alisa sekarang lemas semua? Belum lagi perutnya kosong.
Belum sarapan tapi sudah diberikan sarapan pagi dengan cambukan dan ratapan air mata.
''Kenapa??'' tanya Alvian, ia masih saja heran dengan Alisa.
''Karena..''
''Lis!!''
''Karena aku sedang mengandung Bang...'' lirih Alisa, membuat Ira terkejut.
Begitu pun dengan Maya. Mulut nya menganga lebar, Alvian yang melihat istrinya seperti itu menghela nafasnya.
Kemudian terkekeh. ''Udah ah! Kamu pulang deh! Abang lihat kamu kayak orang nggak pernah hamil aja.'' celutuk Alvian
Membuat Maya merengut sebal. Alisa terkekeh melihat nya. Baginya Maya adalah obat penghibur disaat hatinya sedang terluka.
Alvian menatap Alisa dengan sendu, ''Sudah berapa bulan??'' tanya Alvian hanya untuk memastikan.
''Satu bulan Bang.. kemarin aku periksa di klinik bidan Novi. Dan ternyata, benar seperti dugaan Abang kemarin kalau aku memang sudah terlambat selama sebulan..'' lirih Alisa.
Ia menunduk dan mengusap perut rata nya itu. Ritaa dan Emil yang berdiri di pintu dapur mematung.
Mereka berdua terkejut karena baru tau jika Alisa hamil lagi. Rita menoleh ke Emil yang juga sedang menatap nya.
''Cih!!! Dasar! Kecebong Lak Nat!!'' umpat Rita sembari melihat Emil.
__ADS_1
Emil menunduk. ''Kamu lihat adik sialaaaannn?? Karena pusaka mu itu yang tidak kontrol, akhirnya tumbuh lagi janin baru dalam perut ipar ku itu! Gara-gara kecebong lak nat mu itu, wanita itu harus mengandung dan melahirkan lagi benih sialaaaannn mu itu!'' ketus Rita
Alvian yang mendengar nya tertawa terbahak. Sedangkan Alisa melototkan matanya. Maya jadi cengo.
''Kecebong lak Nat?? Anak kodok kah? Berarti Mbak Alisa hamil anak kodok dong!''
Semua yang disana bertambah terkejut dengan ucapan Maya. Alvian yang masih tertawa, kini bertambah tertawa karena ucapan istri tercintanya yang begitu polos bin lugu.
Buahaha...
Semua yang disana tertawa termasuk Alisa. Walau tubuhnya sakit, tapi karena mendengar ucapan Maya entah kenapa sangat menggelitik hatinya.
Hingga geli ingin terus tertawa. Alvian senang melihat itu, namun matanya tajam menatap Emil.
Emil datar kayak triplek. ( Paksu othor pun begini ketika tau kalau othor hamil lagi. Orang lain mah senang. Lah dia? Datar euuuyyy.. 🤣🤣🤣)
''Sudah! sudah! Ayo Lis! Abang periksa lagi kamu, takutnya cambukan tadi mengenai perutmu. Sini Abang periksa!'' ucap Alvian, membuat Emil meradang.
''Keluar!'' titah Emil dengan dingin.
Emil menggeleng. ''Keluar Alvian! cukup sampai disitu kau periksa istriku!'' seru Emil lagi.
''Cih! sekarang istri! Tadi apa?? Budak mu begitu?!'' ketus Alvian, Alisa yang mendengar nya menepuk lengan Alvian.
Alvian menoleh, ''Apa?!'' ketus nya pada Alisa.
Alisa menghela nafasnya. ''Aku bukan dia, yang tega melecehkan istri orang! Disini ada istriku yang sengaja ku bawa untuk memeriksa kamu? Apakah kamu sudah lupa dengan kebiasaan ku Lis??'' tanya Alvian dengan wajah datar nya.
Alvian tersinggung dengan ucapan Emil baru saja. ''Sudah! biar Maya yang periksa Mbak Alisa, biasanya juga kan begitu??''
Alisa mengangguk. ''Ya, ayo May ke kamar Mbak saja.'' Maya menurut, ia membantu memapah Alisa untuk masuk kekamar nya.
Setibanya disana, Maya menutup pintu dan mulai membuka baju Alisa. ''Astaghfirullah al'adhim!! Ya Allah.. Mbak? Parah banget ini!'' ucap Maya meninggikan suaranya.
Alisa meringis mendengar suara Maya. Biasanya Maya tidak seperti itu jika sedang memeriksa Alisa.
__ADS_1
Tapi ini?? Sungguh tega yang melakukan nya! Tubuh Alisa memerah hingga ke seluruh tubuhnya.
Bekas cambukan yang ditujukan oleh Emil untuk Ira, tapi malah Alisa yang menerima nya.
Wajah Maya berubah menjadi datar. Pertanda jika dia sedang marah dan juga sedang serius melakukan tugasnya untuk memeriksa Alisa.
Maya? Adalah seorang perawat saat Alvian bertugas di rumah sakit Pirngadi Medan. Saat itu Maya adalah mahasiswa magang yang ditugaskan disana.
Disanalah dua insan itu bertemu. Hingga melanjutkan ke jenjang pernikahan. Maya dengan sikapnya yang lemah lembut, namun akan berubah menjadi datar saat ia sedang marah dan serius dalam bekerja.
Sangat mirip dengan Alisa. Karena itulah Alvian menyukai nya. Ada sisi lain dari diri Alisa ada pada Maya.
Setelah selesai, Maya keluar dan mengatakan sesuatu pada Alvian. Membuat Alvian mengeraskan rahangnya.
Begitu juga Maya, wajah itu masih saja datar saat mereka keluar dari rumah itu. Tanpa pamit, Alvian dan istri meninggalkan Alisa disana bersama suaminya.
Tau jika Alvian sudah pergi, Ira masuk kedalam kamar membawakan sarapan. Hari ini terpaksa ia ijin tidak masuk sekolah karena sakit.
Uwak Rita yang akan menyampaikan nya nanti. Kini tinggal lah Emil dan Rita disana. Rita masih saja marah melihat adiknya itu.
''Apa yang kau pertahankan? Jika tujuan mu hanya untuk menyiksa wanita itu lebih baik hentikan! Sebaik-baik nya seorang suami adalah suami yang sabar ketika mendapati istri nya melakukan kesalahan. Tugas suami itu menegur dan menasehati bukan menghukum! Kau bukan Tuhan Milham! Kau manusia biasa! Kendalikan emosi mu itu, kalau tidak ingin Alisa pergi dari sini. Sekali lagi aku ingatkan, lepaskan jika kau sudah tidak mampu untuk menghidupi dan mengayomi nya! Dia manusia! Sedangkan hewan saja punya perasaan, apalagi istrimu! Dan sekarang ia telah mengandung benih sialan mu itu! Dasar kecebong lak Nat!'' umpat Rita semakin geram dengan kelakuan Emil.
Emil pasrah dengan segala umpatan Rita. Melihat Ira sudah keluar dengan berjalan begitu lemas, lagi Rita mengumpat Emil dengan kata-kata yang semakin menyudut kan Emil.
''Hah! memang beginilah menghadapi orang yang emosian! Dikit-dikit pukul! Dikit-dikit tampar! kayaknya harus ditinggal dulu ya baru tau rasanya seperti apa ditinggalkan? hah?! Ingat Milham! Sekali lagi aku melihat mu memukul Alisa dan Ira seperti itu, maka jangan salahkan aku! Kalau aku yang akan memutuskan segera hubungan mu dengan Alisa! Setuju tidak setuju aku tidak peduli! Aku tak butuh persetujuan mu untuk bisa membawa Alisa kembali kepada keluarga nya! Ingat Milham! Camkan itu! Aku Pulang!'' ketus nya, kemudian ia pergi dengan langkah lebar.
Begitu sakit melihat adik ipar yang begitu baik dan penurut menurutnya, di kerasi seperti itu.
''Tunggu kau adik sialaaaannn! Jika suatu saat kau melakukan hal yang sama lagi, maka akulah lawan mu! Kau akan berhadapan langsung dengan ku! Selama ini keluarga kita tidak ada seperti kelakuan mu itu! Tunggu saja dan kita lihat nanti, apakah kau akan berubah atau akan lebih parah lagi.''
💕
Kecebong lak Nat?? 🤔🤔
🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
TBC