Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Penjelasan


__ADS_3

Emil begitu kaget dengan kelakuan Ross. Sungguh! bukan itu maksud dan tujuannya datang ketempat wanita itu.


Rasanya sekarang, sia sia saja ia berbaik hati pada wanita itu. Tak disangka, dalam kebaikan dibalas dengan keburukan.


Emil tersentak tatkala Ross ingin mencium bibir nya. Dengan refleks ia menghindar dan menoleh kan pipinya kearah lain. Jadilah hanya pipinya saja yang tercium oleh bibir wanita itu.


Emil mengepalkan tangannya. Bisa bisa nya wanita itu mencuri kesempatan saat dirinya sedang melamun.


Dasar wanita tak tau malu!


Emil mengumpatnya dalam hati.


Emil membuang nafasnya kasar.


Tujuannya datang adalah agar ia meneruskan penjelasan kepada wanita itu. Bahwa ia jangan terlalu larut dalam kesedihan. Karena jodoh setiap manusia sudah ada ditangan Nya.


Kita sebagai manusia hanya bisa pasrah akan keputusan takdir.


Itu maksud dan tujuannya. Tapi malah ternoda oleh perlakuan Ross padanya.


Saat itu Emil sedang bingung, ingin berbicara seperti apa pada wanita itu. Tapi tak disangka, wanita itu malah memeluknya dengan erat.


Dan saat Emil ingin melepas, malah semakin kuat pelukan itu hingga terasa sesak nafasnya. Ia terdesak, jadilah mengelus lembut punggung wanita itu. Agar pelukannya bisa terlepas.


Dan benar saja! Pelukan itu melonggar. Emil menatapnya dalam. Ia sedang berfikir, bagaimana sebaiknya menyampaikan kata kata yang tidak menyinggung perasaan wanita itu.


Bagaimana pun, ia tetaplah seorang wanita. Walau dirinya terlihat keras, namun didalamnya ia sangat rapuh.


Sama seperti pujaan hatinya, Alisa. Mengingat Alisa, Emil melamun. Dan saat lamunan itu buyar, ia terkejut akan perbuatan Ross.

__ADS_1


Ia ingin mencium Emil!


Dan beruntung nya Emil mengelak.


Emil menyugar rambutnya kasar. Sesaat ia terdiam. Kemudian ia mengatakan sesuatu yang mematahkan semangat wanita itu.


'' Kamu benar-benar gadis tak tahu malu Ross! Dengan sengaja kamu ingin mencium ku hah? Apa sebenarnya yang ada di otakmu itu? Sampai sampai kamu mencuri kesempatan dalam kesempitan! Dasar gadis tak tahu malu! Dimana harga dirimu hah?'' ucapnya, ia mengusap wajahnya kasar.


'' Kamu sungguh keterlaluan Ross !! Aku tak menyangka jika kamu serendah itu! Padahal aku datang kemari, berniat baik padamu! Tapi dengan tega kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan! Sungguh pintar kamu Ross! heh!'' ucapnya kesal


'' Mi-mil... ak-''


Emil tak memberi kesempatan padanya, untuk menjawab setiap perkataan pedasnya itu. Keterlaluan memang, tapi ia harus bertindak tegas. Agar kejadian yang tidak terulang lagi.


'' Apa?? inginbela diri?? ingin mengatakan jika kamu tidak sengaja begitu?? hah! aku sudah tebak Ross.. kamu hanya terobsesi padaku! bukan cinta!'' jelasnya membuat wanita itu terpaku.


Wanita itu menggeleng. Buliran bening mengalir di pipi tirusnya. Ingin Emil berbicara dengan lembut padanya, ia tak sampai hati. Tapi ia jadi takut. Bagaimana kalau seandainya wanita itu kembali berulah?? Kan nantinya ia juga yang dapat masalah?


Belum lagi dengan hal ini, jika Alisa tau entah apa yang akan terjadi pada gadis manis itu. Lagi.. Emil mengusap wajahnya kasar.


Ia menghela nafasnya.


'' Untuk terakhir kalinya.. aku peringatkan! Jangan sekali kali kamu mencoba untuk memanasi Alisa dengan perbuatanmu itu padaku! Jika sampai Alisa marah padaku karena sikapmu! Maka aku sendiri yang akan menghukum mu! Camkan itu!!''


'' Ini peringatan pertama dan terakhir untukmu! Jika saja kamu baik terhadapku.. dan tidak mengganggu kebahagiaan ku.. maka aku tidak akan bertindak sejauh ini. Menyesal aku mengenalmu Ross!


'' Tak kusangka kamu begitu tega padaku! Bermulut manis tapi bermuka dua! Andai saja... hah sudahlah! letih rasanya bicara panjang lebar padamu! ujung ujungnya kamu tetap tidak mengindahkan peringatan ku!


'' Aku hanya bisa berdoa.. semoga kamu mendapatkan yang terbaik nantinya. Allah sudah menyiapkan jodoh yang spesial untukmu! Hanya tinggal dirimu saja yang harus berubah.

__ADS_1


'' Berubah lah kearah yang lebih baik lagi.. dan nantinya kamu akan mendapatkan yang terbaik. Maafkan semua perkataan ku yang menyinggung perasaan mu.. kuharap kita tetap seperti ini saja. Sebagai pembeli dan penjual.


'' Hapus semua rasamu itu untuk ku Ross.. berbahagia lah.. semoga kamu mendapatkan pendamping hidup yang terbaik.


'' Dan...hah! setelah ini, anggaplah bahwa kejadian pada hari ini tidak ada! semuanya kita kubur agar tidak menimbulkan fitnah dimasa depan.


'' Aku harap kamu mengerti Ross..'' jelasnya.


Setelah mengatakan hal itu, Emil berbalik dan pergi meninggalkan seorang gadis yang terpukul karena penolakannya.


Ia memukul dadanya yang begitu sesak.


'' Hiks.. Hiks.. sakit.. sekali.. rasanya.. haaaa.. aku .. ingin.. mati.. saja!!'' isaknya.


Tanpa disadari oleh nya, pemuda yang baru saja menorehkan luka dihatinya berbalik. Dan mengatakan..


'' Hiduplah dengan damai Ross.. tak selamanya yang kita anggap itu akan menjadi milik kita tapi tidak bisa menjadi milik kita. Introspeksi diri itu lebih baik! Ross.. kamu gadis yang baik, hanya saja.. kamu sedang salah jalan. Semoga setelah ini kamu bisa berubah kearah yang lebih baik! Yakinlah! Jika Allah akan memberikan yang terbaik untukmu kelak! Bersabarlah hingga waktunya tiba!'' ucapnya bijak, seraya tersenyum manis kepada gadis yang sedang terluka itu.


Emil tau.. perkataan nya akan menyakiti perasaan Ross.. tapi ini harus terjadi. Jika tidak, maka perpisahan lah yang akan ia dapatkan dari Alisa nantinya. Ia tak mau itu terjadi.


'' Emil ...'' lirihnya


Emil berbalik kemudian pergi. Ia menghilang ditikungan jalan, dirinya serta bayangan nya pun ikut pergi. Tak meninggalkan apapun disana.


Yang tertinggal hanyalah hati yang terluka karena perbuatannya.


💟💟💟💟


See you again.. 😘

__ADS_1


__ADS_2