Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Usaha Emil


__ADS_3

Keesokan harinya.


Seperti biasa Emil tidak pernah lelah untuk bisa membujuk Alisa. Dan pada hari ini ia tetap menunggu pujaan hatinya itu disana. Kadang Emil berpikir sendiri jika yang di lakukan olehnya seperti anak ABG saja, padahal kan dirinya sudah bukan anak ABG lagi.


Ia terkekeh sendiri mengenang kelakuannya itu.


Hari hari Emil masih saja berusaha membujuk Alisa. Tapi tetap sama, Alisa menolaknya. Lagi dan lagi Emil merasa kecewa terhadap kelakuan Alisa. Ia seperti dipermainkan olehnya.


Walaupun begitu, Emil tetap tidak menyerah ia tetap berusaha meyakinkan Alisa bahwa dirinya memang tulus menginginkan menjadi istri bukanlah kekasih seperti anak anak jaman sekarang. Mengapa Emil menginginkan Alisa menjadi seorang istri?? Karena Emil pernah mendengar ustad mengatakan ' menikah muda menjauhi diri kita dari dosa ' tapi ingat nggak terlalu muda juga kali..😄


Setiap hari tanpa rasa lelah ia selalu menunggu Alisa, berharap ia diterima olehnya. Emil banyak memberikan Alisa hadiah tiap kali berjumpa dengannya mulai dari sepatu, sendal, gantungan kunci dan masih banyak lagi hingga lemari Alisa penuh dengan hadiah dari Emil.


Emil juga sering mengirimkan makanan untuk Alisa jika ia sedang lembur. Pekerjaan nya hanya sebagai kuli tidak mematahkan semangat nya untuk berusaha meyakinkan Alisa untuk menerima dirinya. Hingga Pak Daman yang melihat kelakuan Emil bertanya tanya, ada apa sebenarnya dengan Emil.


Setiap pagi ia selalu melihat Emil keluar. Terkadang pun sebelum subuh ia sudah keluar dari mess tempatnya menginap. Tak peduli jika hari itu sedang hujan, ia tetap berusaha untuk menunggu Alisa walau pada akhirnya ia kecewa karena sang pujaan hati tidak pergi kesekolah.


Kadang ia berpikir, apakah Alisa sengaja melakukan semua ini untuknya?? Apakah karena ia seorang buruh biasa?? seringkali terlihat olehnya, kalau Alisa seperti sengaja menjauhi dirinya.

__ADS_1


Ingin ia berhenti, tapi tak kuasa karena rasa cintanya yang begitu dalam padanya. Terkadang rasa sakit itu akan timbul dengan sendirinya, melihat pujaan hati berjalan berdua dengan pemuda lain yang lebih muda darinya. Ia cemburu, marah menguasai dirinya.. dengan teganya Alisa melewati dirinya begitu saja tanpa tegur sapa, berjalan berdua dengan pemuda sebaya dengannya.


Sakit rasanya tapi apalah daya. Mulutnya terkunci, wajahnya datar tanpa ekspresi ia berusaha diam mengontrol rasa amarah di dadanya.


Pernah sekali Emil menegurnya, Alisa malah cuek bahkan seperti tak mengenalnya saja. Melihat itu Emil semakin sakit rasa dihatinya tapi tetap sabar.


'' Dek.. apakah jawabanmu masih sama seperti hari hari yang lalu??'' tanyanya pada Alisa d Ngan suara sepekan mungkin agar tak ada yang mendengar omongannya.


Saat itu Alisa sedang belanja di toko kak Ross dan kebetulan Alisa juga sedang disana membeli sebuah buku. Itu kesempatan bagus untuknya agar bisa berbicara dengan Alisa.


Alisa tersenyum '' Maaf bang.. nanti saja ya kita bahasnya.. sekarang Alisa sedang buru buru ingin mengerjakan PR sekolah..''


Kebetulan saat itu Ross disana, ia melihat interaksi antara Emil dan Alisa seperti ada sesuatu pikirnya. Tak tahan dengan rasa penasaran nya Kaka Ros bertanya pada Emil ada hubungan apa antara dirinya dan anak pak Yoga itu.


''Mil ! kamu kenapa sih dari tadi liatin Alisa... mulu? Emangnya kalian berdua pacaran ya??''


Deg!!

__ADS_1


Emil terkejut rupanya lnteraksi antara dirinya dan Alisa, Ros melihatnya. Emil gugup, ia tak memandang kak Ros.. ia masih meredakan jantungnya yang berdetak kencang karena ketahuan sedang berbicara dengan Alisa.


''Mil !! Milham !! ishh ni laki kenapa sih?? Dipanggil nggak nyahut nyahut dari tadi.. kesambet kali ya??'' ucapnya sedikit kesal


Tak tahan dicuekin Emil, kak Ross datang menghampiri nya.


'' Mil ! kamu kenapa sih?? Ditanya kok malah diam aja??''


Emil berbalik, ia tersenyum kaku melihat kak Ros sudah ada dibelakang nya.


''Nggak ada apa apa Ross.. hanya sedang kecapean aja habis lembur tadi malam..'' ucapnya tanpa melihat kak Ros.


''Kamu ada masalah?? kalau iya cerita sama aku? anggap aja aku ini teman curhat kamu..'' ucapnya menatap Emil tanpa kedip, Emil yang ditatap seperti itu jadi salah tingkah.


''Hehehe.. nggak ada kok Ross.. beneran..''


'' Lalu mengapa wajahmu terlihat murung setelah bertemu dengan Alisa..??''

__ADS_1


Eh??


__ADS_2