
Dua bulan berlalu..
Setelah pertemuan hari itu, Alisa dan Emil tak pernah berjumpa lagi. Hingga hari ini. Alisa sudah bisa bersikap seperti biasa, tidak lagi mengurung diri di kamar.
Pertemuan itu menyisakan rasa sakit yang mendalam, hingga membuat Alisa begitu terpuruk. Mama Alina selaku orang tua heran, tapi ia tak mau mendesak Alisa untuk bertanya lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi. Karena dokter pernah mengatakan jika Alisa tidak boleh tertekan dan stress apalagi mengajukan banyak pertanyaan, akan menimbulkan reaksi pada otak sebelah kiri yang terbentur trotoar.
Maka dari itu Mama Alina hanya diam saja, biarlah Alisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Sejak hari itu Alisa selalu saja terlihat murung dan tidak bersemangat. Berhari hari ia menunggu kedatangan pujaan hatinya, tapi tidak pernah datang untuk melihat keadaannya. Bahkan Alisa selalu berharap jika Emil menunggunya kembali disana. Ia kecewa orang yang dicari nya tetap tidak ada disana.
Hingga pada hari ini, ia melihat orang rumah begitu sibuk. Mereka sedang masak bersama, banyak tetangga yang datang untuk membantu. Alisa tidak curiga sedikitpun tentang hal itu. Ia pikir memang sudah seperti itu jika papanya akan mengadakan makan bersama dirumahnya, pastilah para tetangga akan datang untuk membantu.
Alisa baru saja pulang sekolah, ia melihat Mama Alina sedang sibuk menyiapkan piring untuk makan bersama nanti malam disana.
''Assalamualaikum Ma...''
''Waalaikum salam.. sudah pulang nak...??''
''Iya Ma .. baru saja Alisa sampai. Oh ya Ma.. rumah kita jadi ya untuk makan bersama dengan orang proyek??''
''Jadi dong.. nih kita semua lagi siap siap untuk acara nanti malam.''
''Ohh...''
''Istirahat yang cukup ya neng Alisa... siapkan tenaga.. isi dengan amunisi yang banyak! karena setelah ini akan ada sesuatu terjadi dirumah ini..'' ucap istri pak Oman buk Siti.
Alisa dan Mama Alina terkejut, apa maksudnya itu?? Sesuatu apa??
''Maaf buk Siti, memangnya ada apa sih nanti malam?? Bukannya cuma makan malam aja ya??'' tanya mama Alina
Buk Siti kaget, ia jadi salah tingkah karena keceplosan.
''Oh.. eh.. ehm.. ma-maksud saya itu buk.. makan bersama dengan orang proyek, kata pak Oman nanti malam akan ada tamu spesial.'' ucapnya sambil menunduk
__ADS_1
''Tamu spesial??'' gumam Alisa
''Maksudnya??'' mama Alina masih bingung.
''Udah toh buk .. nanti malam kita pasti akan tau ada apa sebenarnya? Tamu seperti apa yang dimaksud buk Siti. Pasti akan muncul nanti malam.''
Pak Oman yang sedang lewat mendengar ucapan istrinya, menatapnya dengan tajam buk Siti takut dan menunduk.
''Eh pak Oman.. apakah sudah siap semuanya pak??''
''Alhamdulillah sudah buk.. tenda serta kursi untuk diluar sudah beres semua, hanya tinggal tunggu kedatangan mereka saja nanti malam.''
''Ya sudah kalau begitu kami juga harus segera menyelesaikan semua ini agar bisa istirahat dulu sebelum tamu kita datang. Mari ibu ibu kita bergegas setelahnya ibu ibu boleh pulang dulu istirahat, habis maghrib Kembali lagi kesini untuk membantu saya..''
''Baik buk Alina dengan senang hati.. kami akan datang lagi nanti malam.''
Pak Oman pun berlalu, sekilas ia melihat Alisa yang begitu kurus, pipinya yang tirus membuat dirinya terlihat seperti kekurangan gizi. Pak Oman hanya menggeleng melihat keadaan Alisa.
Para tamu dari proyek sudah datang termasuk bos nya pak Daman. Mereka semua telah berkumpul disana, mereka asik berbicara mengenai kelanjutan proyek yang sedang dibangun itu. Mereka semua terlihat tertawa dengan pak Oman yang selalu saja membuat lelucon.
Alisa juga ikut membantu, tapi matanya awas ke setiap sudut, ia memindai semua orang, mencari seseorang yang sudah lama ia rindukan tapi tak pernah bertemu.
Alisa menilisik satu persatu tamu yang hadir, tapi tak terlihat orang yang ditunggunya sejak dua bulan ini. Ia kecewa, tapi tetap menampilkan senyum terbaiknya.
Pak Oman yang berdiri didepannya, sejak tadi ia terus saja melihat Alisa. Semua perilaku Alisa tak luput dari pandangan pak Oman. Pak Oman tersenyum tipis melihat Alisa. Ia yakin jika Alisa sedang mencari seseorang yang sedang menyiapkan sesuatu untuknya disana.
Pak Oman tersenyum lega setelah melihat orang yang ditunggu nya telah hadir disana. Ia membawa pemuda itu untuk duduk berdamping dengan pak Daman.
Sejenak matanya terpaku pada seorang gadis yang sedang menatapnya nanar. Matanya seperti mengembun ingin menangis.
Pemuda itu tersenyum lembut kepada gadis itu, sedangkan si gadis sudah tak bisa menahan laju air matanya. Pemuda itu memejamkan matanya dan beralih menatap kedua orang tua Alisa yang sedang duduk disana bersama pak Oman.
__ADS_1
Ya, dia adalah Emil, pemuda yang begitu dirindukan oleh Alisa. Selama dua bulan ini ia menjauhi Alisa karena ingin memberikan kejutan untuk gadisnya itu. Tepatnya pada hari ini.
Emil menarik nafasnya sejenak lalu membuangnya lagi.
Pak Daman yang melihat nya tersenyum, ia menepuk nepuk bahu adik iparnya itu supaya merasa tenang.
Setelah makan malamnya selesai barulah sesi dimana pak Daman dan Emil akan mengajukan pertanyaan serta permintaan kepada kedua orang tua Alisa.
''Assalamualaikum wr.wb.. selamat malam semuanya.. saya mewakili kepala proyek yang sedang kita bangun mengucapkan terimakasih banyak atas jamuan nya. Mantap bener pak.. makanan nya saya sampai nambah dua kali.. bolehkah saya minta untuk dibawa pulang??'' seloroh nya
Semua yang disana tertawa.
''Tentu dengan senang hati.. pak Daman boleh bawa pulang makanannya.. ayo Ma dibungkus untuk mereka semua ya..'' ucapnya seraya menatap Mama Alina. Mama Alina tersenyum, ia beranjak dari duduknya saat akan berjalan ia berhenti mendengar ucapan pak Daman selanjutnya.
''Tidak usah buk.. saya sudah kenyang! mana mungkin saya makan lagi.. saya hanya saja kedatangan basa basi saja. Sebenarnya ada tujuan lain saya mengumpulkan semua orang disini.. buk .. mari duduk ada yang ingin saya sampaikan untuk bapak dan ibu sekeluarga.''
Mama Alina terkejut, ia berbalik dan duduk tepat disebelah pak Yoga.
''Begini pak buk, saya mewakili adik ipar saya yaitu ucu atau Emil, ingin menyampaikan bahwa adik saya ini berniat ingin melamar putri bapak dan ibu yaitu Alisa untuk dijadikan istrinya. Ayo Cu kamu sampaikan apa yang menjadi keinginan mu!'' ucapnya sambil menepuk bahu Emil.
Emil menarik nafasnya..
''Bismillahirrahmanirrahim.. saya Milham Syahputra ingin melamar putri bapak dan ibu yaitu Alisa untuk menjadi istri saya, apakah bapak dan ibuk menerima niat baik saya ini??'' tanyanya mantap tapa ada keraguan didalamnya.
Deg!!
Deg!!
*Ya Allah... aku dilamar??
See you*...
__ADS_1