
'' Selendangnya ada dirumah... karena Alisa mau kesekolah nanti saja Alisa kembalikan, sebelum selendang itu berada ditangan Abang berarti selendang itu punya Alisa kan??''
Emil kaget ''Maksudnya apa dek??''
Alisa tersenyum '' Abang akan tau nanti'.'' ucapnya ambigu membuat Emil bingung.
Setelah mengatakan itu Alisa mengayuh sepedanya untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke sekolah. Sedangkan Emil masih berdiri disana memandangi Alisa yang terus menjauh.
Emil masih bingung, sebenarnya maksud Alisa mengatakan itu apa?? Emil berjalan gontai, ia terus saja bergelut dengan pemikiran nya tentang ucapan Alisa. Sesekali ia menendang kerikil kecil yang ada dijalan menandakan kalau hatinya sedang tidak baik baik saja.
Emil bertekad besok sebelum Alisa berangkat ke sekolah ia akan bertanya lagi tentang hal itu. Ia tak akan putus asa begitu saja.
Keesokan harinya.
Emil sedari pagi setelah sholat subuh ia sudah berada ditempat biasa dibawah tumbuhan berduri yaitu bunga Bougenville, ia menunggu Alisa disana. Sengaja, karena ia masih ingin bertanya apakah masih ada kesempatan untuknya berjuang.
Setelah lama menunggu, akhirnya orang yang ditunggu muncul juga.
Emil keluar dari persembunyiannya, ia keluar dari sana dan mengejutkan Alisa. Alisa yang terkejut hampir saja jatuh dari sepeda nya jika Emil tidak menahan nya maka ia jatuh mencium tanah.
__ADS_1
''Astaghfirullah !! bang Emil !! '' Alisa mengusap dadanya dengan nafas naik turun.
'' Hehehe maaf dek.. Abang sengaja! kalau nggak gini mana mau adek ngomong sama Abang?? Kan urusan kita yang kemarin belum selesai dek??'' jelas Emil
''Ya.. tapi nggak gitu juga kali bang! ada ada saja!'' ucapnya kesal.
''Apalagi yang ingin Abang bicarakan?? Apakah jawaban Alisa yang kemarin belum cukup buat Abang??''
''Jangan galak galak Napa dek..? Nanti cantiknya hilang loh..''
Alisa tersipu '' Ya.. terus Abang mau apa coba ?? ''
'' Abang hanya ingin memperjuangkan cinta Abang sama kamu dek..?? Kok keliatannya kamu nggak senang ya Abang tungguin disini??'' ucapnya sedih.
'' Bukan itu maksud Alisa bang.. jika ingin bicara sama Alisa janganlah dikejutkan kayak gini.. kan kaget akunya dikira apa tadi hampir saja Alisa jatuh ke jalan.. ya beruntung Abang pegangin sepedanya kalau nggak gimana coba??'' jelasnya pada Emil.
Sedangkan Emil merasa bersalah.
'' Maaf dek.. lain kali tidak akan seperti ini lagi.. Abang janji..''
__ADS_1
'' Ya sudah.. tidak apa apa.. sebaiknya Alisa segera berangkat ke sekolah karena waktu sudah menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit.. takutnya nanti terlambat.'' ucapnya sambil melihat arloji ditangan kirinya.
'' Tunggu sebentar dek.. apakah sudah tidak ada kesempatan lagi untuk Abang..?? Tolonglah dek.. berikan kesempatan kedua buat Abang..sekali... saja ya? ya?'' pintanya pada Alisa.
Alisa tersenyum dalam hati.
''Maafkan Alisa bang..untuk sekarang Alisa belum bisa memberikan jawabannya untuk Abang... sama seperti kemarin Alisa nggak mau lihat Papa marah.. lagi pula Alisa kan belum tamat sekolah??''.
'' Abang nggak akan memaksamu untuk menikah dek.. hanya tunangan saja ya.. sebagai pengikat kalau kamu milik Abang..''
Nyeesss!! bagai tersiram air di padang pasir sejuk.. hati Alisa. Ia ingin tersenyum tapi karena ada Emil ia menahan nya.
''Apakah Abang harus meminta ijin papamu dulu?? Setelah nya adek mau menerima Abang?? Tapi gimana mau minta sama papanya sedang anaknya aja nggak mau..??'' dengan wajah putus asa Emil tetap berusaha meyakinkan Alisa.
Ingin sekali Alisa tertawa, tapi takut ketahuan Emil kalau dirinya sengaja menarik ulur cinta Emil padanya. Ini ujian yang berat untuk Emil.
''Sekali lagi maafkan Alisa bang..Alisa nggak bisa.. dan nggak akan bisa tanpa restu papa.. maaf bang Alisa mau kesekolah nanti saja kita bahas ya oke??'' Alisa bergerak melajukan sepedanya ia mengayuh agl tergesa karna waktu yang semakin mepet.
Emil terpaku ditempat, hari ini ia gagal lagi membujuk Alisa. Ia pulang dengan perasaan hampa, wajahnya ditekuk. Sepanjang jalan hanya melamun saja. Berbeda dengan Alisa ia jadi tambah semangat untuk menguji Emil lebih dalam lagi.
__ADS_1
''Sebaiknya aku terus saja memmbujuk Alisa agar mau menerimaku.. tapi bagaimana caranya ya?? Haaahh... sudahlah! Aku tidak akan menyerah.. besok aku akan menunggunya lagi ditempat biasa.'' gumamnya pada diri sendiri.
Tunggu Abang dek..