Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Sinyal dari Emil


__ADS_3

''Apa kabar dek...??''


Pak Yoga terkejut dengan panggilan Emil, Pak Yoga merasa aneh dengan tatapan Emil kali ini. Pak Yoga merasa jika Emil sedang merencanakan sesuatu untuk putrinya.


Ia berdehem berpura pura berbicara dengan Pak Daman padahal dirinya sangat penasaran dengan kedatangan Emil kerumahnya. Kira kira ada apa ya Emil ingin menemui Alisa??


Emil yang tau jika dirinya sedang diperhatikan oleh calon mertua tersenyum tipis biarlah kali ini Ia dianggap tidak sopan menemui putri orang lain saat dirinya sedang sakit. Tapi Emil sudah tidak bisa menahannya lagi.


Jika Ia sudah bertekad maka harus terlaksana apapun rintangan nya akan Ia hadapi. Emil terus saja menatap Alisa membuatnya jadi salah tingkah.


Emil tersenyum memandang Alisa yang salah tingkah Ia yakin kali ini cintanya tidak akan bertepuk sebelah tangan. Sedangkan Pak Yoga curi curi pandang pada Emil walau Dia sedang berbicara dengan pak Daman tapi matanya tetap awas merperhatikan Emil.


Lagi Ia bertanya '' Apa kabar dek ?? udah sehat kah??''


Alisa tersenyum lembut '' Alhamdulillah sudah mendingan bang. Oh iya terima kasih ya cokelatnya Alisa udah makan tapi baru sedikit sih..''


'' Tak apa dek..jangan banyak banyak makannya kamu kan baru saja sembuh.. nanti takutnya luka kamu kambuh lagi..''


''Abang tenang aja.. ada Mama yang selalu ingatin kok..''

__ADS_1


'' Ya sudah Abang lega mendengar nya.'' Emil melihat pak Yoga yang sedang sibuk dengan Pak Daman juga ibu Alina sedang dibelakang membuatkan minuman Emil tersenyum inilah waktunya.


Ia menyodorkan sesuatu pada Alisa yang membuat nya bingung, ingin berbicara tapi ditahan oleh Emil. Ia mengedipkan matanya menyuruh Alisa untuk menyimpan segera barang pemberian nya. Alisa heran ada apa?? mengapa Emil melarang nya untuk membuka barang itu disana.


Seolah Ia tahu kegelisahan Alisa Emil mengedipkan lagi matanya berharap Alisa tenang.. karena itu bukan apa apa hanya barang biasa.


Alisa memandang Emil sedangkan Emil membalasnya dengan tersenyum. Alisa ingin bertanya tapi sudah mendapat mandat bahwa itu rahasia, tidak boleh ada yang tau kecuali dirinya. Lama mereka terdiam hingga Alisa memecahkan suasana yang terasa sunyi diantara mereka.


''Terimakasih ya bang sekali lagi udah jengukin Alisa..''


''Sama sama dek semoga cepat sembuh ya.. kalau begitu Abang balik dulu kamu juga istirahat ya..''


Emil tersenyum '' kalau suka di makan ya coklatnya..'' ucapnya


Alisa yang paham mengangguk.


Pak Daman dan Emil berpamitan karena hari sudah malam tidak baik bertamu hingga larut malam. Mereka pulang dengan membawa rasa bahagia dihati terutama Emil karena disini Dialah yang sangat membutuhkan jawaban dari Alisa.


Setelah mereka pulang Alisa masuk ke kamar dan istirahat. Saat ingin merebahkan tubuhnya di kasur Ia teringat akan pemberian Emil tadi, kira kira apa ya isinya??

__ADS_1


Karena penasaran Alisa membuka bungkusan pemberian Emil. Saat sudah terbuka Alisa terkejut dengan Mulut menganga lebar. Ia sampai tak berkedip melihatnya.


Alisa terbengong Ia menjadi heran mengapa Emil memberikan nya dua pasang selendang, apa maksudnya dari semua ini?? Apakah Emil mempunyai maksud lain terhadapnya. Pikirannya begitu berkecamuk memikirkan Emil, mengapa harus dengan selendang??


Alisa jadi bingung dibuatnya, ia mbolak balikkan selendang itu tanpa sengaja sepucuk surat jatuh dari sana.


Alisa mengambil dan membukanya.


Untuk Alisa tersayang...


Nyesss!!


💟💟💟💟💟


Surat cinta euuuyyy...😁😁😁


See you..


🤗🤗🤗😉😉

__ADS_1


__ADS_2