Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Melahirkan 2


__ADS_3

Rita datang dengan tergesa saat tau jika Alisa akan melahirkan. Padahal tujuan ia menghubungi Emil, ingin bilang jika sayur asam yang Alisa inginkan sudah siap.


Tapi malah Emil membentak nya hingga ia terkejut. Dan maklum dengan keadaan Emil. Sebelum ke klinik, Rita sempat singgah di kontrakan mereka berdua.


Dan tepat seperti dugaan Rita, Emil pasti meninggalkan perlengkapan bayi nya. Rita geleng-geleng kepala.


Setelah nya ia menuju ke tempat bidan Novi yang berada tidak jauh dari tempat tinggal mereka.


Saat tiba disana, Novi sedang menyuruh Emil untuk pulang mengambil perlengkapan bayi nya.


Rita berdecak melihat kelakuan Emil yang panik. Membuat Alisa dan bidan Novi terkekeh.


Rita menunggu sampai Alisa melahirkan disana karena Emil tidak sanggup melihat Alisa yang meringis menahan sakit.


''Kamu makan?? Kakak bawa sayur asam permintaan kamu tadi sore. Makan sedikit ya biar ada tenaganya.'' ucap Rita sembari membuka rantang untuk menyiapkan makan Alisa.


Alisa masih saja meringis menahan sakit saat perutnya Kemabli mulas dalam tempo yang lebih lama dan lebih cepat.


''Hufftt... hufffttt.. hufffttt... sssttt...'' Alisa membuang nafas dan mendesisenahn sakit yang begitu terasa.


''Makan dulu ya? Sedari tadi pasti kamu belum makan. Ayo..'' titah Rita.


Alisa melihat makanan. itu berubah menjadi es campur. Liurnya rasanya ingin menetes mengingat minuman manis itu.


''Kak.. aku pingin makan es campur, tapi hanya cendol dawetnya aja.. nggak mau yang lain. Tetap pakai gula merah dan santan. Aku pingin itu kak... sssttt... hufffttt... hufffttt...'' imbuh Alisa


Membuat Rita menoleh padanya. Danelihat Emil yang juga sedang menatap padanya.


''Carikan Mil! Harus dapat! jika nggak dapat, ini anak nggak akan keluar nanti! Mau kamu?!'' perintah Rita harus terlaksana.


Emil bingung dimana harus mencari kang es campur malam-malam begini?? pikirnya. Namun, ditengah kebingungan Emil, bidan Novi datang dan memberikan arahan dimana Emil harus membeli es campur itu.


Emil yang mendengar nya jadi sumringah. Secepat kilat, ia pergi. Sedangkan Alisa sesekali makan dengan di suapi Rita.


Saat sakit ingin melahirkan, Alisa mengingat mama Alina. Ingin berbicara dengan Mama nya tapi tidak berani.


Karena tidak tahan, ia mencoba menghubungi Tante Irma. Tapi sayang, Tante Irma tidak mengangkat panggilan Alisa.


Alisa kecewa. Ya sudahlah, pikir nya. Nanti saja setelah melahirkan, Alisa akan mengabari orang rumahnya.

__ADS_1


Semakin lama semakin sakit yang Alisa rasakan. Perut bagian bawah serta pinggang yang panas semakin membuat nya tidak bisa bergerak.


Hanya bisa tertidur di tempat tidur bersalin saja. Sesekali ia mengecup ingin merasakan es campur itu.


Rita berulang kali menghubungi Emil. Namun yang dihubungi tidak mengangkat panggilan telpon nya sama sekali.


Hingga satu jam lamanya Emil baru kembali bertepatan Alisa yang sedang di periksa oleh bidan Novi.


Karena pembukaan nya sudah lengkap. Alisa tinggal menunggu proses melahirkan saja. Alisa yang melihat Emil sedang membawa es campur sumringah.


Begitu Emil memberikan es campur itu, Alisa langsung meminumnya hingga tandas. Emil yang melihatnya melongo.


Alisa meminta lagi. Dan Emil memberikan nya. Untungnya Emil membeli dua. Takut nya Alisa meminta tambah.


Dan tepat seperti dugaan nya. Alisa meminta tambah lagi. Tepat setelah dua bungkus es campur itu habis, Alisa merasakan mulas yang begitu kuat seperti ingin buang air besar.


Bidan Novi sampai tergelak. ''Sungguh anak mu ini Lis! ia sabar menunggu es campur yang di inginkan nya. Setelah kenyang, ia baru ingin keluar. Hahaha..'' bidan Novi tertawa sambil terus tangan nya bergerak untuk melihat bayi Alisa apakah sudah keluar atau belum.


''Hufftt... hufffttt.. hufftt.. hufftt... eegghhkkk..'' Alisa mengejan dengan raut muka merah padam.


Emil yang melihatnya tidak sanggup. Ia keluar dan duduk di kursi tunggu. Rita yang melihat menggeleng kan kepalanya.


''Tarik nafas.. buang... tarik.. buang... ingat Allah! minta tolong pada Nya! hanya Dia yang bisa memudahkan persalinan mu!'' peringat bidan Novi.


Alisa mengingat Allah dalam hati di sela rasa sakit yang mendera nya. Lagi, Alisa mengejan.


Baru keluar sedikit kepalanya. Bidan Novi menyemangati lagi. Rita tetap memberi semangat di atas kepalanya.


'' Kamu kuat! kamu bisa!! ayo!! anak kalian sedang menunggu untuk di keluarkan!'' ucap Rita memberi semangat pada Alisa.


Keringat dingin sebesar biji jagung keluar di dahi Alisa. Ia semakin lemas tak sanggup lagi rasanya.


Sedangkan anak nya saja belum keluar sama sekali. Berulang kali mengejan, hingga mengejan yang terakhir kalinya, Alisa pasrah.


Aku pasrah ya Robb.. jika Ini adalah jalan Mu.. Allahu Akbar!!! bisik Ira dalam hati.


Ia menarik nafas hingga berulang kali dan pada hitungan ketiga Alisa membuang nafas untuk mengejan lagi.


''Hufftt... huufftt.. eegghhkkk.. eegghhkkk... aaahhh...'' Alisa memekik kuat saat bagian bawahnya terasa perih seperti koyak dan sesuatu keluar dari sana.

__ADS_1


''Eaaakkk.. eaakk.. eaakk..'' bayi Alisa keluar ke dunia.


''Alhamdulillah... ya Allah.. anakku...'' lirih Emil. Ia menyeka bulir bening yang mengalir di sudut matanya.


Begitu juga dengan Rita. Ia menangis terharu. Berbeda dengan Alisa yang sudah lemas.


''Selamat Lis! bayi mu perempuan! Sehat dan tanpa kekurangan apapun. Wajah nya sangat mirip dengan mu. Masyaallah cantiknyaaaa...'' Ucap bidan Novi.


Alisa yang setengah sadar memejam kan kedua matanya. Matanya begitu mengantuk. Ingin tidur.


Baru sebentar ia tidur, Namun sudah di bangunkan oleh Rita begitu kuat.


''Alisa!! bangun dek!! Alisa!!!'' pekiknya masih dengan menggoyang kan tubuh Alisa.


Alisa mengerjab. Dan melihat Rita yang begitu panik melihat dirinya.


''Jangan tidur dek... nanti! Setelah kamu dibersihkan ya?? Apalagi tali pusat anak mu dengan kantung janin nya masih di dalam. Kamu harus sadar!'' titah Rita dan di angguki oleh Alisa.


Setelah bidan menyerahkan bayi itu pada perawat yang lain, kini tugasnya untuk mengurus Alisa.


Emil masuk setelah Rita memanggil nya. Ia melihat bayinya begitu kecil dan mungil. Wajahnya begitu mirip dengan Alisa.


''Adzab kan putrimu! lalu setelah nya iqomatkan! Apakah kamu sudah berwudhu??'' tanya Rita


Emil mengangguk. Ia tidak bisa berbicara hanya terus menatap pada bayi mungil itu. Rita yang melihat Emil, tersenyum tipis.


Setelah nya Emil mengadzani serta iqomatkan bayinya itu. Tangannya gemetar ketika bayi yang baru lahir itu menggeliat kan badannya.


Putri Alisa lahir dengan berat badan 2500 gram dengan panjang 48 cm. Lahir pada pukul 21 .10 WIB.


Yang di beri nama IRA SARASVATI. Yang memiliki arti menurut Emil, Gadis yang manis berhati lembut namun tegas dalam bersikap.


Sama seperti ibu nya. Alisa Febriyanti. Gadis lemah lembut dan penyayang. Serta tegas dalam segala hal.


💕


Selamat berbahagia Mak Alisa. Apakah setelah ini kamu akan bahagia dengan ayah Emil??


Nantikan terus kelanjutannya!

__ADS_1


TBC


__ADS_2