
Setelah pertemuan antara dirinya dan juga kak Ross, Alisa lebih banyak mengurung diri dikamar.
Ia akan keluar jika lapar dan membereskan pekerjaan rumah. Untuk keadaan rumahnya, sekarang tenang.
Papa dan Mama nya lebih banyak diam, ketimbang berbicara. Ini sangat menyakitkan buatnya. Tapi tak apalah.. semua itu demi rasa cintanya pada Emil, hingga ia nekat menjawab sedikit omongan papanya.
Tapi sayangnya .. pemuda yang diperjuangkan oleh nya, malah membuatnya terluka. Benar kata orang, jika melawan orang tua, maka keburukan lah yang kita dapat.
Karena rasa sakit itulah, Allah menghukum kita anaknya yang berdosa padanya. Sama halnya dengan Alisa.
Ia hanya mengatakan pendapat nya, tapi malah rasa sakit yang ia dapat. Allah seakan menghukum nya karena tidak berbuat baik kepada orang tua nya.
Kadang ia berfikir, apakah pertunangan nya tanpa restu dari papa nya?? Masih jadi tanda tanya. Alisa melamun kan masa depan yang belum jelas kadar keadaan nya.
Alisa pagi ini bangun agak kesiangan, karena tadi malam begadang menghafal pelajaran untuk ulangan hari ini.
Alisa terburu buru hingga sarapan pun tidak sempat. Ia lari dalam rumah kucar kacir. Mama Alina yang melihatnya pun keheranan.
'' Kamu kenapa nak?? Kok yang kayak buru buru gitu??''
'' Hah? iya ini udah kesiangan akunya.. ya sudah Alisa berangkat dulu..'' ucapnya seraya memakai sepatu buru buru.
Setelah selesai ia berlari kedepan dimana sepeda nya berada. Ia mengeluarkan sepeda dengan berlari kedepan hingga hampir saja jatuh, jika tangan kekar seorang pemuda tidak menangkap nya, maka Alisa akan terjatuh ke tanah.
__ADS_1
'' Hati hati dek...'' tegurnya.
Deg!
Bang Emil...
Alisa mendongak melihat pemuda yang sedang memegang tangannya. Mata mereka terkunci. Saling menatap satu sama lain.
Hingga Alisa tersadar, ia melepaskan paksa tangannya yang dipegang Emil. Alisa merubah raut wajahnya menjadi datar tanpa ekspresi, membuat Emil mengernyitkan dahinya bingung.
'' Saya buru buru.. maaf saya sudah terlambat! permisi..'' Alisa meninggalkan Emil yang memandangnya cengo.
Emil mengedipkan matanya beberapa kali berharap wanita tadi bukanlah Alisa. Tapi harapan itu salah! gadis itu memang Alisa.
Ia bingung melihat Alisa yang menghindari nya.
Alisa yang sadar jika ia sudah jauh dari Emil, menghembuskan nafas lega. Sedari tangannya disentuh Emil, Alisa jadi panas dingin. Ia berusaha secepat mungkin menjauh dari Emil.
Karena yang ia tau.. jika ia semakin mendekati Emil, maka hubungan nya dengan kak Ros akan tidak baik. Belum lagi tatapan Kak Ros yang begitu menyeramkan.
Saat lewat tadi saja mukanya seram. Alisa jadi merinding disko. Kak Ros yang dikenalnya ramah, kini berubah menjadi singa garang.
Hiiii... Alisa bergidik ngeri membayangkan nya. Walaupun begitu ia cuek saja. Alisa tak ingin berurusan lagi dengan kak Ross.
__ADS_1
Lebih baik ia menjaga jarak agar semuanya bisa terkontrol. Begitu juga dengan tunangannya Emil, ia akan tetap menjauhinya. Demi hubungan mereka berdua, Alisa memilih mundur.
Lebih baik mundur sekarang daripada nanti makin lama makin sakit. Terluka karena pisau itu ada obatnya. Tapi jika terluka karena hati sangat sulit mencari obatnya. Ini tentang perasaan.
Alisa menghela nafas panjang '' biarlah aku yang mengalah asalkan mereka bahagia.. lebih baik mundur sekarang sebelum terlalu sakit, aku hanya ingin menjaga hatiku dari sakit. Oleh karena nya aku memilih mundur menjadi pasangan hidup bang Emil.
Mungkin bang Emil bukanlah jodohku.. aku ikhlas melepasnya demi kebahagiaan nya. Aku tak ingin terlalu lama berlarut dalam kesedihan. Hidup ku masih panjang.
Berbahagialah bang.. bersama pilihan hatimu yaitu kak Ross .. bukan aku! Aku hanya perantara kalian berdua. Terimakasih karena sudah menerimaku menjadi dari bagian hidupmu walau hanya sedikit.
Aku rela melepas mu! asalkan kau bahagia. Bukankah mengikhlaskan orang yang kita cintai adalah level cinta yang paling tinggi?? Sulit memang.. tapi inilah yang aku lakukan.
Semoga Abang bahagia dengan nya.. akan ku cari waktu yang tepat, agar kita bisa menyelesaikan hubungan ini. Biarlah aku mundur.
Hah.. sabar Alisa..! Kamu akan mendapatkan jodoh terbaik nantinya! Semoga mimpiku menjadi kenyataan jika Gilang .. adalah jodoh terakhirku..'' ucapnya sambil terisak.
Sakit sekali hatinya. Ikhlas melepas demi kebahagiaan orang lain. Mudah memang mengatakan.. tapi sulit untuk dikerjakan.
Mulai sekarang Alisa akan berusaha melupakan cintanya terhadap Emil.
Mampukah Alisa melupakan Emil??
Bagaimana dengan Emil?? Apakah ia akan sanggup melepas Alisa demi perempuan yang sama sekali tak di inginkan nya??
__ADS_1
Nantikan kelanjutannya!
See you..