
'' Sakit Hen...'' rintih Alisa.
Deg!
Hendra terkejut, tanpa sadar ia telah melukai Alisa. Ia menarik tangan nya dari bahu Alisa.
'' Maaf Lis... aku nggak sengaja.
sungguh !'' Hendra ketakutan ketika melihat Alisa meringis memegang bahunya.
'' Maaf Lis.. maafkan Hendra.. aku nggak bermaksud-''
'' Iya Hen.. nggak pa pa kok..'' Alisa tersenyum meringis menahan sakit dibahunya.
'' Maafkan aku Lis...'' ucapnya sendu.
Hendra tau betul Alisa kesakitan karena ulahnya. Tapi apa yang harus ia perbuat? Hati dan pikiran nya tidak sinkron. Tak sejalan.
Lama Alisa terdiam akhir nya mengangguk juga membuat Hendra merasa lega.
'' Maafkan Alisa Hen.. dan terimakasih karena Hendra masih berbicara dengan ku, walau ku tau kamu tidak baik baik saja.''
'' Tak apa Lis.. biarlah rasa sakit ini akan kubawa sampai mati! sampai dimana rasa sakit itu tak tahan lagi dengan kesabaran yang aku miliki. Dan dia memilih pergi. Namun jika suatu saat aku menemukan seseorang yang bisa mengobati rasa sakit ku ini, maka kupastikan! Sejak dimana hari ia datang kedalam hidupku dan memberi warna didalam diriku serta membuang rasa sakit itu dari hatiku.. hari itu juga aku menghapus nama mu Lis.. dari hatiku! Aku akan bertahan sampai waktunya tiba nanti. Untuk sekarang biarlah seperti ini.. jadi ku mohon jangan jauh dari ku Lis... bersikaplah seperti biasanya, seolah olah tidak terjadi suatu apapun dengan kita! Dan kita masih berteman seperti sedia kala. Kamu mau kan Lis?? Jangan jauhi aku.. ku mohon Lis...'' ucapnya dengan wajah memelas.
Alisa tersenyum dan mengangguk.
'' Iya Hen.. kita akan seperti biasa! kita tetap teman! tidak merubah apapun!'' ucapnya semangat
'' Terimakasih Lis..masih mau menerima ku sebagai teman.''
Alisa tersenyum dengan manis membuat Hendra terpaku memandang nya. Alisa menatap Hendra dalam yang entah seperti apa tatapan itu yang jelas menyiratkan rasa bersalah terhadapnya.
__ADS_1
Hendra tak peduli jika Alisa sudah bertunangan. Baginya Alisa tetaplah gadis istimewa sejak pertama kali bertemu dengannya.
Cinta pada pandangan pertama.
Setelah cukup lama mereka terdiam, sahabat Alisa saling pandang memberi isyarat agar mereka masuk bersama sama. Mereka pun setuju. Mereka semua melangkah masuk membuat dua sejoli yang baru saja menangis itu terkejut.
'' Kalian?!'' ucap mereka serempak
'' Cieee cieee.. uhuyyyyy..''
Alisa gelagapan takut sahabatnya salah paham.
'' Hehehe.. maapkheun kami ya? nggak sengaja atuh.. beneran..'' ucap Moli cengengesan sambil membentuk huruf v dijari nya.
'' Jadi kalian dari tadi menguping??'' tanya Hendra.
Mereka semua mengangguk.
'' Sorry worry ya best friends.. sebenarnya kami ingin masuk, tapi tak jadi karena kalian berdua sedang mbhas cinta yang tertunda eh bukan cinta yang tak kesampaian. Maka dari itu kami semua berdiri diluar. Tapi aku salut sama kamu bro, kamu lelaki gentel yang pernah ku temui. Rela melepas untuk melihatnya bahagia. Semoga kelak kamu juga mendapatkan pendamping yang lebih dari Alisa..'' ucapnya seraya menepuk bahu sahabatnya.
'' Heh Ali ! sok Sokan lu ngomong bahasa bule? nggak tau apa lu? bahasa Inggris lu itu belepotan tau?!'' seru Moli. Ia masih saja terkekeh geli.
'' Biarin aja! kok lu yang sewot sih?!'' balasnya ketus.
'' Haissshhh.. udah atuh... kita disini kan sedang membahas tentang Alisa dan Hendra kenapa jadi bahas Ali sih? Kamu juga Mol?! udah pergi sana .. jalan jalan lu sekalian lu goreng dah tuh pedagang yang ada di dekat lu..!'' ucap Tata sahabat Hendra.
Moli berkacak pinggang '' Apa lu kate?? lu nyuruh gue goreng pedagang? Yang ada elu ntar yang gue goreng! siap siap lu..!'' tunjuknya pada Tata, yang dibalas dengan ejekan oleh Tata membuat Moli geram.
'' Elu...!?''
'' Stop stop udah udah kok malah jadi ribut sih? hayo kita harus dengar dulu nih apa yang akan dikatakan oleh Hendra kepada Alisa.'' ucap Hani menengahi.
__ADS_1
'' Ayo sob lu mgomong! mumpung ada kita kita disini..''
Hendra membuang nafasnya pelan.
'' Lis.. mulai sekarang aku ikhlas jika kamu memilih bang Emil dibanding diriku ini.. tapi ku mohon, kita tetap seperti ini jangan ada jarak diantara kita berdua. Jika kamu tidak bisa menjadi makmum ku maka jadilah sahabatku.. kamu maukan??''
Alisa tersenyum '' iya Hen.. aku mau.. jangan pernah ragu ingin menegur dan menyapaku seperti biasa karena mulia sekarang kita salah sahabat?'' ucapnya seraya menautkan jari kelingkingnya dijari Hendra.
'' Ya, sekarang kita sahabat!'' mereka semua tersenyum lega.
*Jika kamu tidak bisa kumiliki.. aku harap dimasa akan datang, salah satu penerus kita akan mengulang kali kejadian hari ini. Dan berakhir bahagia selamanya.
Aku berharap semoga Allah mengabulkan niat baikku ini. Jika aku tak bisa memilikimu, maka separuh dari diriku akan menjadi menantu untukmu dimasa depan. Mereka nantinya yang akan meneruskan cintaku yang tertunda pada hari ini.
Semoga anak anak kita nantinya berjodoh Amiieenn... Aku sangat mengharapkan itu*.
Hendra membatin seraya memandang Alisa yang sedang tersenyum bersama sahabatnya.
Selepas dari itu semua Hendra sadar. Bahwa cinta tak harus memiliki. Tapi belajarlah ikhlas agar cinta itu berubah menjadi mimpi. Mimpi dimana akan terulang kembali kisah mereka yang tertunda pada hari ini.
Ikhlas bukan berarti mengalah. Tapi ikhlas untuk menanti masa depan yang lebih baik. Mungkin benar, jika Alisa bukanlah jodohnya. Maka dari itu ia melepaskannya. Melepas untuk memiliki seutuhnya. Begitu pikir Hendra.
Jodoh tidak ada yang tau .. pada siapa dan dengan siapa. Kita wajib berusaha tapi biarlah Tuhan yang menentukan akhirnya.
Cinta tidak harus memiliki. Tanamkan ikhlas dalam hati, maka apapun rintangan yang akan terjadi bisa terlewati dengan mudah. Ikhlas adalah kunci ketentraman didalam jiwa kita.
💟💟💟💟
Noh... othor jadi lebay...
Mikirin bang Hendra yang belum ketahuan hilalnya..
__ADS_1
Semoga kalian nggak bosan ya...
😘😘🤗🤗