
''Kak ..'' lirih Alisa.
Bibirnya bergetar ingin mengatakan sesuatu. Tapi ia tak berani, melihat reaksi Madan nantinya.
Ia takut Madan akan terluka, jika mengetahui fakta yang sebenarnya.
''Katakan!''
Alisa menatap Madan dengan raut wajah sendu. Membuat Madan sakit melihatnya.
''Se-sebenarnya...''
''Sweety.. jika berat, tidak usah di ucapkan, dari pada nantinya kamu tersiksa, lebih baik tidak usah ya?''
''Tidak Kak! cepat atau lambat kakak pasti akan mengetahui nya juga. Sebelum Kakak tau dari orang lain, lebih baik Alisa dulu yang mengatakan nya.'' lirih Alisa.
Madan gelisah mendengar perkataan Alisa. Ada apa sebenarnya? Kenapa Alisa seperti yang berat banget untuk mengatakannya? Pandangan mata itu begitu redup, seolah ia merasa bersalah? Tapi apa? gumam Madan didalam hati.
Alisa menarik nafasnya dalam-dalam.
''Kak.. sebenarnya.. se-sebenarnya.. ka-kalau mimpi itu benar adanya..'' lirihnya seraya menunduk.
Madan bingung. ''Maksudnya??''
''Mimpi itu benar Kak... mimpi nyata adanya.. kalau Alisa telah dipinang oleh pemuda lain, ia melamar Alisa secara resmi, langsung berhadapan dengan papa dan mama.''
__ADS_1
Dduuuaaaarrrr
Bagai disambar petir disiang bolong. Madan tersentak, mendengar ucapan Alisa. Ia tak menyangka jika mimpi itu benar adanya. Tapi mengapa? Mengapa secepat itu terjadi? Padahal ia sengaja pulang untuk menyampaikan niatnya itu, agar pemuda lain tidak mengambil Alisa duluan.
Ternyata dirinya terlambat.
''Liss!!'' serunya terkejut, tanpa sadar ia meninggikan suaranya. Membuat Alisa terjingkat kaget.
Madan meraup wajahnya kasar.
''Mengapa Lis?? Mengapa kamu tega?? Mengapa kamu menerima lamaran pemuda itu! sedang kan kakak yang terlebih dahulu melamarmu! walau tak secara resmi.. Lis..''
Alisa tambah tersedu. Ia tak berani menatap Madan. Ini lah yang ditakutkan oleh Alisa. Madan akan kecewa padanya.
Lebih baik ia tau sekarang, dari pada tau dari mulut orang lain. Sikap Madan yang tadinya hangat, kini berubah menjadi dingin.
''Kamu tega Lis!! Kamu tega memberikan harapan palsu untuk kakak! kakak kecewa sama kamu!'' lirihnya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
''Aku nggak bermaksud seperti itu kak.. tapi apalah daya jika takdir yang sudah menentukan hidupku! aku harus apa! bahkan aku tidak bisa menerima kenyataan ketika aku tau jika kakak akan dijodohkan dengan putri kepala sekolah kita! Apakah Kakak tau itu??'' lirih Alisa dengan bibir bergetar.
Deg!
Darimana Alisa tau?? gumam Madan dalam hati.
''Sakit kak.. hiks.. sakit banget saat tau bahwa orang yang aku idolakan, orang yang pertama kali aku suka, orang yang selalu ku sebut didalam doaku selama dua tahun ini akan dijodohkan dengan gadis lain! aku sakit kak.. hiks .. sakit banget aku rasa! tapi aku tak bisa berbicara apapun atau dengan siapapun! kepada siapa aku mengadu untuk mencurahkan rasa sakit hatiku saat aku tau jika kakak akan dijodohkan dengan orang lain. Bahkan kepala sekolah bertanya kepadaku saat itu! Apa yang harus aku jawab kak? selain 'iya kalian berdua cocok!' hanya itu yang bisa keluar dari bibirku!'' ujar Alisa. Madan terdiam, ia tak tau jika Alisa sesakit itu mengetahui dirinya yang akan dijodohkan dengan gadis lain.
__ADS_1
Alisa melanjutkan lagi ucapannya yang mana sangat menampar Madan.
''Kaka tau? selama ini aku selalu memandangi kakak dari jauh! Tak berani aku dekati! karena aku sudah mendengar jika kakak akan menjadi menantu kepala sekolah. Aku bisa apa kak?? padahal selama ini tiada yang tau, jika aku menyukai kakak dalam diam. Ingin sekali aku berbicara dengan kakak berdua, bercanda seperti muda mudi yang lain, yang mana mereka dari sekarang bersama sampai nanti mereka menikah tetap bersama! Tapi apa yang aku dapatkan? cuma rasa sakit dihati ini kak! Saat tau bahwa pujaan ku akan di ambil oleh gadis lain.'' Alisa sesegukan. Ia mengungkapkan semua isi hatinya kepada Madan yang selama ini ia simpan sendiri.
''Andai aku bisa memutar waktu, aku tidak akan berdiam diri saja, pasti aku sudah mendekati kakak dari dulu! Tapi aku sadar! jika aku seorang gadis biasa, tidak ada apa apanya dibanding dengan putri kepala sekolah itu! Ia seorang gadis yang paham agama. Sejak kecil ia sudah di didik untuk menjadi seorang wanita Sholehah! Apalah aku ini, yang hanya seorang gadis biasa! mengaji dengan suara pas-pasan, sedangkan ilmu agama sedikit yang aku tau. Tidak seperti kalian yang dari awal, memang sudah memasuki pesantren. Aku insicure kak!'' imbuhnya.
''Sudah sangat lama aku menyukai mu kak.. tapi aku tak berani mengatakan nya. Takut akan ditolak! aku seorang gadis, malu dong jika duluan mengatakan cintai? Bukannya aku tak tau bagaimana kisah cinta rasul dengan istrinya Ai Khadijah. Aku tau itu, tapi aku berpikir, jika aku ini belum seumuran dengan beliau, jadi mana mungkin aku bisa seperti itu! Belum lagi kita masih status SMA. Masih memakai seragam putih abu! mana pantas aku berbicara tentang cinta!'' imbuhnya lagi.
Madan hanya mampu terdiam. Walau air matanya mengalir, ia tetap setia mendengar curhatan hati Alisa. Lebih tepatnya, ungkapan rasa kecewa gadis itu terhadap dirinya.
''Aku sadar diri kak.. aku tak sebanding dengan gadis yang akan dijodohkan dengan mu! Maka dari itu aku memilih mundur! Daripada aku sakit, lebih baik menyerah! tapi aku sempat berdoa kepada Allah, agar Allah membuka hati kak Madan untukku walau hanya sedikit! sebelum kita berpisah nantinya!'' ujar Alisa masih dengan sesegukan.
Madan menoleh. Ia terharu mendengar nya. Dibalik rasa kecewanya, ia masih sempat berdoa agar dirinya bisa bersama dengan pemuda itu walau hanya sebentar.
Madan tersenyum dalam tangis.
''Aku senang, sekarang kakak ada disini bersama ku! sebelum kita berpisah nanti. Ini akan menjadi kenangan untukku nantinya. Kakak tau?? berat rasanya menjalani ini semua! Tapi aku tak bisa menolak, jika goresan takdir memang seperti ini adanya. Aku tidak bisa lari dari takdir ini! kemana pun aku pergi takdir ini akan tetap bersama ku. Maka dari itu, aku mencoba menutup hatiku pada setiap lelaki yang datang padaku! hingga ada satu orang pemuda berhasil menaklukkan hatiku yang ku kunci untukmu kak, ia berhasil meluluhkan hatiku dengan kesungguhan nya.'' imbuh Alisa.
''Aku tak tau seperti apa takdir yang kita jalani! tapi aku akan tetap berusaha berubah menjadi lebih baik lagi dari yang sekarang! Terimakasih karena kakak telah mengisi kekosongan hatiku selama ini, kakak adalah orang teristimewa dihatiku. Aku sudah menempatkan nama mu disisi hatiku. Biarlah ini menjadi kenangan antara kita berdua. Bukankah aku pernah mengatakan nya sama kakak, ikuti aja kemana takdir membawa kita! jika memang kita berjodoh, sejauh apapun jaraknya, pasti kita akan dipersatukan! Kakak ingatkan??''
Madan tercenung dengan ucapan Alisa. Ia berusaha mengingatnya. Saat ia mengingat nya, ia tersenyum.
Benar! Benar sekali apa yang dikatakan oleh pujaan hatinya ini. Jika memang mereka berjodoh, sejauh apapun jarak yang akan terbentang, jika memang sudah jodoh pasti akan dipersatukan.
💕
__ADS_1
TBC