
Aku berlari meninggalkan nya yang terus memanggil diriku. Aku tak peduli lagi pada panggilan nya. Hatiku begitu sakit saat mengatakan hal itu padanya. Aku berlari sekuat ku dan masuk kedalam kamar. Ku hempaskan tubuh lemah ini diatas kasur, aku menutup kepalaku dengan bantal dan menangis didalamnya.
Beruntung nya saat itu Mama dan papaku tidak ada dirumah, jika ada bisa gawat kalau ketahuan aku menangis. Aku memukul dada ku yang begitu sesak.. rasanya seperti terhimpit beban yang begitu berat. Aku terus saja menangis dan menangis. Hingga aku terlelap dalam tangis ku.
Aku terbangun dari tidurku, saat aku sadar .. aku sedang di Padang rumput nan luas yang banyak ditumbuhi rumput ilalang. Aku berjalan kesana kemari mencari jalan keluar, tapi tak satupun ke temukan jalan keluar.
Aku menelisik seluruh Padang ini, tiba tiba saja aku melihat sesosok pemuda sedang duduk ditengah ilalang itu. Anehnya ia duduk disebuah bangku panjang terbuat dari kayu jati uang diukir begitu cantik dengan relief nya begitu indah.
Tak terasa kakiku melangkah menuju padanya. Sesampainya disana aku mendengar ia sedang menyandungkan sebuah sholawat yang begitu menyejukkan hatiku saat mendengar nya. Aku terharu sampai menitikkan air mata.
Ia berbalik dan tersenyum padaku.. apakah ia tahu jika aku menangis karena mendengar sholawat nya?? Entahlah!
Pemuda itu melambaikan tangannya, mengajak ku duduk bersamanya disana. Aku berjalan mendekati dirinya, dan iapun berdiri menyambut kedatangan ku.
Deg!!
Aku terpaku melihat wajahnya. Bukankah pemuda ini yang dulu hadir di mimpiku saat aku koma karena kecelakaan?? Bagaimana mungkin ia bisa ada disini?? Dan mengapa ia mengenali diriku?? Apakah kami terikat satu sama lain??
__ADS_1
Aku terdiam tanpa kata. Aku tersentak tatkala ia menyentuh dan menarik tanganku menuju bangku cantik itu. Ia menduduki tepat disebelah ku dan aku hanya menurut saja. Karena aku masih bingung akan hal ini. Lama kami terdiam hingga ia yang mulai berbicara.
''Mengapa kamu kemari?? Belum saatnya kita bertemu.. kamu harus menjalani takdir hidupmu terlebih dahulu baru setelah itu kita bertemu..'' ucapnya tanpa melihat kearah ku.
Aku menoleh kesamping dimana ia sedang menatap Padang luas ini. Karena aku terdiam ia menoleh kearah ku.
Aku tersentak melihat matanya, matanya begitu mirip dengan seseorang yang telah meluluh lantakkan hatiku. Wajahnya pun mirip hanya saja berbeda kulitnya saja yang putih.
Hidung mancung, bibir tipis menambah ketampanan nya.
Aku menatap matanya, ia pun sama. Ia tersenyum lembut kepadaku, hatiku berdesir melihat senyuman nya seperti ada rasa yang entah aku tak bisa menjelaskannya. Jantungku berdetak tak karuan berada didekatnya. Aku memegang dadaku. Dan itu tak luput dari perhatiannya.
Wajahku merah karena malu.. bagaimana mungkin ia tahu kalau aku sudah tenang sejak berada didekat nya?? Tak disangka sebelumnya aku begitu gelisah dan menangis.. tapi setelah akumelihat wajahnya, aku begitu tenang dan rasanya sangat nyaman berada disampingnya..
Karena tak ada jawaban, ia malah memelukku dari samping, ia mencium keningku lembut. Aku merasakan suatu getaran yang aneh dihatiku. Tak bisa ku pungkiri aku merasa nyaman dipelukannya tanpa sadar aku terisak. Ia memeluk ku dengan erat seakan sedang merasakan sakit yang sedang aku rasakan.
Ia mengelus rambutku yang tertutup hijab, hatiku tenang mendapat usapan darinya. Setelah Isak tangis ku berhenti, aku mendongak melihat wajahnya iapun menunduk. Ia tersenyum lembut padaku tanpa sadar bibirku tertarik sedikit membentuk bulan sabit.
__ADS_1
''Kamu cantik jika sedang tersenyum..'' ucapnya aku tersipu malu.
''Tersenyum lah walau kadang rasa sakit itu sering datang menghampiri kita.. kuatlah menjadi dirimu sendiri.. karena kedepannya akan datang rasa sakit yang lebih sakit dari ini.. kamu harus banyak bersabar atas apa yang akan menimpamu. Karena pada saat itu tak akan ada yang bisa menolongmu sayang... hanya dirimu lah yang bisa menolongnya.
Aku tak bisa bersamamu karena belum waktunya.. jika sudah waktunya aku sendiri yang akan datang kepadamu.. bersabarlah sampai waktu itu datang..''
Aku terisak lagi, aku memeluknya seakan tak ingin lepas. Dan ia pun dan memeluk diriku dengan sayang.
''Ingatlah pesanku, jika suatu saat kamu merasakan nya maka ingatlah apa yang aku katakan tadi. Aku sangat menyayangimu sampai kapanpun tak akan ada yang bisa memisahkan kita karena memang ditakdirkan untuk bersama.. bersabar lah sayang...'' ucapnya mendayu.
Aku menangis, aku memeluknya dengan erat, iapun sama. Aku tertidur dalam pelukannya, ia bersenandung kecil. Sholawat yang tadi kudengar kini terdengar lagi hingga sayup sayup mataku terpejam dengan memeluk dirinya erat.
Air mataku menetes saat mendengar ia bersholawat. Dalam tidurku, aku merasa diriku terguncang, aku merasa ada seseorang memanggil namaku tapi mata ini cukup berat untuk dibuka. Aku menjadi takut saat aku membuka mata aku kehilangan nya karena tidur dalam pelukannya sangatlah nyaman.
Aku tersentak saat Mama memanggil dengan sedikit keras. Aku terkejut dan terbangun dari tidurku. Aku melihat sekeliling ku ternyata aku sudah kembali ke alam nyata bukan mimpi. Tapi mimpi itu seperti nyata.. aku begitu merasakan kehangatan serta bau tubuhnya yang begitu maskulin.
Aku mencoba memejamkan mataku berharap aku bisa melihatnya lagi.. tapi sayang.. itu hanya ada ketika aku tertidur saja.
__ADS_1
*Aku harap mimpi ini bukan sekedar mimpi belaka .. semoga mimpi ini menjadi nyata .. dan semoga kita berjumpa lagi .. dan saat waktu itu tiba aku sendiri yang akan mendatangi mu ..
Aku sayang kamu jodoh terakhir ku*..