Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Kak Ross


__ADS_3

'' Lalu mengapa wajahmu terlihat murung setelah bertemu dengan Alisa?? Apakah ada sesuatu diantara kalian?? Cerita Mil..??'' desaknya hingga membuat Emil berkeringat dingin.


Selama ini tak ada yang tau jika ia sedang mengejar Alisa untuk dijadikan istri. Ia sedang berusaha. Tapi bagaimana Ros tahu jika ia sedang mendekati Alisa sedangkan ia tak pernah mengatakan apapun pada gadis itu.


''I-itu...a-a-aaaku...'' Emil jadi gugup ditatap seperti itu oleh kak Ros.


''Kenapa bicaramu jadi gagap seperti itu sih??'' ucapnya kesal


''Hehehe.. maaf Ros.. kamu mandangin aku seperti itu.. grogi akunya..''


''Ck!! Biasanya biasa aja tuh.. kok bisa sekarang gugup ditatap aku? berarti emang bener kan kamu ada sesuatu dengan anaknya pak Yoga??'' tuduhnya pada Emil


Emil gelagapan, ia bingung harus jawab apa jika sampai Ros tau jika oa menyukai Alisa, bisa gawat... kacau semua nantinya karena ia tahu seperti apa kelakuan Ros ini. Ia pasti tak segan segan datang bertanya kerumah Alisa mbuat Alisa jadi malu nantinya.


Kak Ros memanggil Emil dengan suara meninggi membuat Emil terkejut melihat sisi lain dari kak Ros.


''Mil..!! ck! ni anak kok malah melamun sih..'' karena yang dipanggil tak jua menyahutinya.


''Milham !!'' sentaknya


Emil terkejut, ia sadar dari lamunannya dan melihat wajah kak Ross memerah Karena marah. Ia jadi kesal lantaran Emil mengabaikan nya. Padahal ia kan cuma ingin tahu.

__ADS_1


''Hah? Oh.. iya Ros.. kenapa??'' tanyanya bingung


''Ishh ni laki dari tadi ditanya malah balik tanya! kamu kenapa sih sejak aku melihat kamu berbicara dengan Alisa, kamu berubah menjadi murung. Apakah ada sesuatu diantara kalian berdua??''


Emil menarik nafasnya, tadinya ia sedang berfikir jawaban apa yang harus ia katakan kepada kak Ros. Salah salah nanti bisa jadi gosip.


''Aku nggak kenapa-kenapa kok Ross.. soal aku dan Alisa kami nggak ada hubungan apa-apa..''


''Lah.. terus tadi kenapa wajahmu ditekuk begitu?? Yang kayak orang baru habis ditolak saja makanya murung??''


''Beneran Ross... aku nggak ada hubungan apa apa sama Alisa.. tadi sekedar bertanya saja tentang pak Yoga apakah benar beliau besok akan ke kota sebelah mbeli barang barang untuk pekerjaan. Dan aku bertanya apakah pak Yoga memutuhkan bantuan ku atau tidak.. dan ternyata tidak..'' ucapnya dengan wajah murung


Emil sengaja mengatakan hal itu agar kak Ross tidak bertanya lagi.


''Maksudnya??''


''Maksudnya gini loh..kita kebalnya kan udah lama gimana kalau kita pacaran aja? Kan kita udah sama sama dewasa jadi cocoklah.. gimana kamu mau nggak??''


Emil diam saja.


''Kamu mau kan Mil?? Selama ini aku selalu melihatmu dengan pandangan lain. Perasaan suka yang entah kapan datangnya.. awalnya aku biasa biasa saja sama kamu tapi.. semakin hari kita sering bertemu dan jalan bersama membuat aku menyukaimu.. apakah kamu juga menyukai ku Mil??''

__ADS_1


Lagi dan lagi Emil terdiam. Ia tak sanggup berkata-kata, lidahnya terasa Kelu untuk berbicara. Benar apa yang ia lihat selama ini bahwa kak Ross menyukainya bukan sebagai teman melainkan sebagai pasangan. Bukan ia bodoh tak tau tentang itu hanya saja ia menganggap kak Ros hanya sebagai teman, berbeda dengan Alisa. Sejak pertama kali bertemu dengan nya ada rasa yang aneh hinggap dihatinya.


Maka dari itu, untuk meyakinkan hatinya, Emil selalu berjalan berdua dengan kak Ros demi mengetahui ada apa sebenarnya dengan hatinya. Dan ternyata berbeda, bila dengan kak Ros Emil merasa begitu saja, sedangkan dengan Alisa ada debaran aneh dijantungnya saat menatap mata Alisa.


Emil menarik nafasnya yang terasa sesak.


''Untuk sekarang aku belum bisa jawab Ros.. karena aku harus meyakinkan dulu hatiku ini. Untuk itu aku tidak bisa menjawabnya sekarang.. maaf ya Ross..'' ucapnya.


Emil jadi serba salah...


''Baiklah kutunggu jawaban mu.. semoga jawaban mu tidak mbiat aku kecewa nantinya..''


'' Ya...''


*Maafkan aku Ros... aku tak bisa memilihmu.. karena hatiku sudah memilih wanita lain jauh sebelum kamu bertemu denganku..


Bukan aku tak mau menjawabnya.. ingin sekali aku menjawabnya dengan mengatakan tidak.. tapi aku tak bisa aku takut Kanya akan kecewa nantinya dan untuk itu juga aku tidak bisa sering lagi ketempamu .. karena ada hati yang harus dijaga*.


Emil pergi meninggalkannya kak Ros yang duduk termenung sendiri ditokonya. Saat ingin pulang ke mess ia melihat Alisa yang juga sedang berada diujung jalan. Emil terkejut melihatnya.


Wajahnya datar tanpa ekspresi dan tatapan matanya itu seperti sedang mengintrogasi ya.

__ADS_1


"Dek...''


__ADS_2