
Alisa berjalan dipadang rumput yang luas sesaat dirinya termenung kalau ini bukanlah ditempatnya tapi dimana..??
Alisa bingung.. ia berlari sana kemari untuk mencari jalan keluar.. tapi tetap tak ada jalan untuk bisa pulang.
Ia jatuh terduduk dengan kaki bertekuk, Alisa menyembunyikan wajahnya disana dan menangis.
Suara tangisan yang begituan menyayat hati..
Alisa bisa mendengar orang berbicara tapi ia tak tau dimana hanya gema suara saja yang terdengar.
Ia berlari mencari asal suara tapi tetap saja tak ditemukannya. Hampir saja ia putus asa saat tiba-tiba dikejauhan sana ada cahaya putih begitu bersinar terang.
Tanpa sadar Alisa berjalan mendekati cahaya itu.. saat telah tiba disana ia melihat orang yang begitu ia rindukan saat ini berada disana.
Dia tersenyum melihat Alisa, tapi nan jauh disana Alisa dapat melihat seorang pemuda memandangnya dengan wajah sendu.
Ia hanya diam saja tapi matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam.
Alisa berjalan kearahnya dan melihat pemuda tadi yang berpaling darinya, saat ia berada dekat dengan pemuda itu ia merasakan begitu tenang ..aman .. terlindungi.. dan rasa nyaman yang entah dari mana datangnya hingga merasuk kedalam hatinya.
Sesaat Alisa terdiam. Tanpa dikomando Alisa menyentuh tangannya. Sipemuda tadi berbalik kearah Alisa dan tersenyum.. senyum yang begitu memikat hati.. tanpa sadar Alisa pun tersenyum manis padanya.
Hingga Alisa kaget saat pemuda itu mengecup keningnya sangat lama.. Alisa yang merasakan nya begitu tenang, damai.. entah rasa apa, sangat sulit untuk dijabarkan.
Ia berbisik ditelinga Alisa
''Tunggu aku Alisa.. aku akan datang disaat kamu memang benar benar akan menjadi milikku.. bersabarlah sampai pada waktunya.. kita akan bertemu lagi.. jika suatu saat nanti kita bertemu maka kamu harus ingat ini
"Kamulah tempat aku kembali dan kamu adalah keberuntungan ku bukan pembawa sial... kamulah cinta pertama dan terakhir ku.. tempat dimana hati dan pikiranku berlabuh.. kamulah pelabuhan terakhirku.. Alisa Febriyanti..."
Ia mengecup kening Alisa sekali lagi dan pergi meninggalkan Alisa dengan sejuta tanda tanya.
Saat Alisa ingin mengejar nya Alisa mendengar suara pemuda yang begitu dikenalnya.
'' Alisa...''
'' Bang Emil..''
Ia berlari mencari suara itu dan tepat didepan Cahya putih yang bersinar terang ia melihat Emil disana berdiri dengan melambaikan tangan kearahnya.
Alisa berlari dan terus berlari hingga ia berhenti sejenak melihat kebelakang, pemuda tadi melihatnya tersenyum begitu manis dan dibibirnya terucap "tunggu aku sayangku.. aku akan datang untuk menjemputmu jika waktunya sudah tiba.." Alisa tak bisa mendengar hanya gerakan dibibir saja Alisa tau apa yang dikatakan nya.
Alisa tersenyum dan melambaikan tangan kearah sipemuda dan berlari kearah cahaya yang sudah menunggunya.
Ia berlari dan terus berlari hingga ia menubruk dada Emil saat itulah Alisa bangun dari tidurnya.
Alisa membuka matanya dwngan menyipit. Matanya begitu silau. Sesat ia terpejam kemudian dan membuka lagi. Alisa melihat ruangan serba putih. Tercium bau disenfektan yang menyengat. Alisa masih bingung dan saat ingin bangun tiba tiba kepalanya pusing.
Ia memegangi kepala nya dan menjerit kecil hingga terdengar oleh mereka yang menunggunya disana.
'' Aaauuuhh.. sakkiiiiitttt...''
Mereka yang mendengar suara rintihan Alisa terkejut dan berlari ketempat dimana Alisa berbaring..
__ADS_1
'' Kamu sudah sadar nakk?? Alhamdulillah.. papa panggil dokter! Alisa sudah sadar pa...''
'' Iya iya papa akan panggilkan''
Samar samar Alisa mendengar suara Mama dan papanya. Alisa pelan pelan membuka matanya hingga orang pertama yang dilihatnya ialah
"*B**ang Emil*..."
Alisa kaget apakah yang didalam mimpi tadi benar adanya?? 'Tapi itu memang beneran Emil kan?? Dan tadi siapa pria itu ia terlihat begitu menyedihkan hingga aku tak sanggup menatap matanya tapi entah mengapa aku sangat ingin bersamanya..??' Sebuah tanda tanya besar untuk dirinya.
Emil yang dari tadi melihat Alisa hanya terdiam saja, menepuk tangan Alisa dengan lembut.
'' Alhamdulillah kamu udah sadar dek.. Abang kira kamu bakalan tidur lama.. koma gitu..''
Alisa memandang Emil sesaat setelah dirasa sakit dikepalanya sedikit berkurang.
'' Alhamdulillah bang.. saya masih diberi kesehatan dan kesempatan hidup kedua..''
'' Ya, kamu sangat beruntung dek.. karena ada seseorang yang mendonorkan darahnya untukmu..''
'' Donor darah?? siapa??'' Alisa bertanya dengan wajah bingung dan itu sangat menggemaskan bagi Emil.
'' Kamu adek manis... saat kecelakaan itu terjadi kamu kehabisan banyak darah hingga membutuhkan donor darah segera! beruntung ada seseorang yang mendonorkan darahnya untukmu hingga kamu melewati masa kritis...''
'' Hah? siapa orangnya??''
'' Entahlah Abang pun tak tau coba nanti tanya pada papa mu beliau yang lebih tau sedang Abang tau aja dari beliau...''
'' Hoo''
Saat dokter sedang memeriksa, pintu diketuk dari luar. Mama Alina membuka pintunya dan menyuruh mereka semua masuk.
Mereka adalah sahabat Alisa dan juga Hendra.
Hendra.. dialah yang menolong Alisa membawanya tepat waktu hingga ia selamat.
Dokter memeriksa keadaan Alisa ia mengatakan kalau Alisa sudah melewati masa kritisnya. Dan juga Alisa hanya tinggal pemulihan saja semuanya sudah membaik.
Mereka yang mendengar nya mengucap Alhamdulillah bersamaan.
Hingga Hendra datang menyerobot dengan tiba tiba sampai Emil mundur kebelakang. Alisa yang melihatnya tersenyum kaku, Emil hanya diam saja ia kembali ketempat duduknya semula.
Hendra mencecar Alisa dengan banyak pertanyaan sampai Alisa pusing ingin menjawab yang mana dulu.
'' Alhamdulillah kamu sadar Lis.. mana yang sakit?? apa yang diperban ini?? kamu mau makan apa Lis biar kuambilkan ya??''
Terlihat sekali ia sangat memperhatikan Alisa. Emil memandangnya tak berkedip ia terus memperhatikan Alisa yang sedang berinteraksi dengan teman temannya.
Hendra begitu perhatian terhadap Alisa hingga membuat temannya merasa jengah dengan kelakuan nya.
Moli yang melihat itu menoyor kepala Hendra
'' Kamu kenapa sih kayak yang lagi sakit ini istrinya aja..!!'' sewot Moli
__ADS_1
'' Apaan sih.. kan dari dulu aku memang seperti ini dengan Alisa kamunya aja yang sewot..'' Hendra membalas balik Moli dan tepat Moli marah.
'' Lo ya...! dikasi hati minta jantung!! dasar tukang paksa..!!'' cibir Moli
'' Biarin... emangnya kamu.. ratu sewot...!!''
Bertambah marahlah Moli. Saat Moli ingin menepuk kembali kepala Hendra Hani menahannya.
'' Kslian kenapa sih?? ini dirumah sakit lho.. jangan berisik mengganggu ketenangan pasien lain.. sudah sudah kalian berdua diem!! kayak tom and Jerry aja setiap bertemu selalu saja ribut Mulu..'' ultimatum Hani membuat mereka berdua terdiam.
Emil yang dibelakang mereka hanya tersenyum tipis mendengar keributan anak anak itu.
Emil bisa melihat kalau Hendra sangatlah menyukai gadis itu tapi ia tak kan patah semangat untuk mendapatkan Alisa.
Alisa yang mendengar perdebatan mereka menjadi pusing, sakit kepalanya kambuh lagi.
'' Ssssshhhhttt.,...'' Alisa mendesis menahan rasa sakit dikepalanya
'' Jeenapa Lis..'' tanya Moli
'' Kepalaku.. sakit lagi...''
'' Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja ya.. kami akan diam oke takkan mengganggu mu tidurlah...'' ucap Hani dengan menatap tajam pada Hendra dan Moli.
Shinta Ema dan Yani beserta Hendra saling pandang ia melihat isyrat dari Hani untuk menyuruh mereka keluar membiarkan Alisa istirahat.
Mereka keluar dari ruang Alisa dirawat dan melihat Mama Alina datang dengan membawa makanan untuk Alisa.
'' Loh kalian kok pada diluar sih??'' tanya mama Alina dengan wajah bingung
'' Ohhh.. nggak pa pa Tante kami sengaja keluar biar Alisa bisa beristirahat..''
Bertepatan dengan itu Hendra, Emil, dan Hani pun ikut keluar.
Saat mama Alina ingin masuk tiba tiba saja Moli bertanya.
'' Tunggu Tante.. memangnya siapa sih yang mendonorkan darahnya untuk Alisa??''
Mama Alina tersenyum.
'' Tante juga nggak tau.. dia hanya menitipkan surat untuk Alisa.. sungguh Tante pun tak tau siapa orangnya semoga ia diberikan kemudahan oleh Allah karena sudah menyelamatkan Alisa..'' kata Mama Alina dengan mata berkaca kaca.
Emil terdiam ia tak tau harus berbuat apa dalam kondisi ini, karena ia tak tau ketika Alisa kecelakaan. Emil taunya saat pak Oman bilang kalau Alisa ada dirumah sakit karena kecelakaan Emil bergegas datang untuk menjenguk, ia tak tau tentang pendonor itu ia hanya mendengar hanya sepucuk surat untuk Alisa.
'' Siapa ya kira kira pendonor itu??'' tanya Moli
Mereka semua terdiam semuanya larut dalam lamunan menerka nerka siapa pendonor untuk Alisa hingga ia tak mau menemui Alisa hanya sepucuk surat sebagai pengganti dirinya.
💟💟💟💟
Bang Emil penasaran ya apa isi suratnya..?? sama othor pun gitu..😄😄😄
Selamat membaca...
__ADS_1
🤗🤗🤗😉😉