
POV mama Alina
Tega!
Tega sekali mereka berbicara seperti itu!
Apakah ia tau apa yang aku rasakan?? Sesak dada ini.. hancur hati ini.. seperti ada belati yang menusuknya dengan sengaja.
Aku seorang ibu.. bagaimana mungkin aku tega membiarkan putriku seperti itu, hanya aku butuh waktu dari rasa kecewa yang menimpaku.
Aku tak menyangka bahwa Alisa sudah lama berhubungan dengan pemuda dari Medan itu, bukan aku tak mengijinkan! Hanya saja waktu nya terlalu cepat. Alisa belum tamat sekolah, belum lagi kuliah tapi sudah akan menikah.
Aku tau kodratku sebagai seorang perempuan begitu juga dengan Alisa. Kami tidak menyalahkan nya dalam hal ini. Ini memang sudah menjadi takdirnya.
Kami sengaja memberi waktu untuk Alisa, agar ia bisa berfikir jernih tentang apa sebenarnya yang kami inginkan! Dia putri kami satu satunya. Siapa sih yang mau melihat putrinya menderita?? Nggak ada orangtua yang mau melihat putrinya sengsara!
Tadi malam kami berdua telah sepakat menerima Nak Emil jadi calon menantu kami. Ingat ya masih calon menantu. Belum sah! Dan Kami berharap pemuda itu tidak jadi menikahi Alisa nantinya.
Sungguh bukan maksud kami tak merestui hanya saja feeling kami sebagai orang tua mengatakan jika pemuda itu tidak baik untuk Alisa. Entah kenapa aku merasa jika suatu saat Alisa tidak akan bahagia bersama pemuda itu. Bukan maksudku mendahului Tuhan .. tapi ini naluri seorang ibu .. pasti tidak akan salah!
Semoga apa yang aku khawatir kan tidak terjadi nantinya dimasa depan. Semoga Alisa bahagia dengan pasangan nya.
Tapi tanpa diduga aku begitu kaget mendengar jika Alisa sekarang demam, padahal tadi malam ia begitu sehat bahkan masih bisa berjalan kesana kemari membantu kami menyiapkan makam malam untuk orang proyek.
Kenapa sekarang jadi begini?? Apakah segitu sedihnya ia karena kami menolak Emil?? Atau mungkin ada alasan lain?? Apakah ia kecewa dengan kami karena kami mengadilinya tadi malam??
Ada apa denganmu nak... semenjak kecelakaan itu kamu sering kali sakit seperti ini.. Apakah bekas luka operasi mu retas lagi makanya kamu sering sakit seperti ini??
Maafkan mama nak ... bukan maksud Mama menyakiti perasaan mu tapi Mama sebagai orang tua merasakan ada sesuatu yang ganjal. Mama hanya tidak mau nantinya kamu terluka, lebih baik sebelum kamu terlalu jauh kami menahan agar tidak terlanjur masuk dalam kehidupan pemuda itu.
Percayalah nak ... tidak ada orangtua yang tega menyakiti anaknya. Mereka hanya ingin anaknya bahagia itu saja.
Maafkan mama Lis... jika tadi malam sikap mama membuatmu terluka.. maafkan Mama nak.. mama sayaaang banget sama Alisa.
Kamu permata hatiku..
Jantungku...
__ADS_1
Hidup kami bergantung padamu sayang...
Maafkan kami sebagai orang tua yang telah melukai perasaan mu. Ini semua kami lakukan demi dirimu.. Kami hanya ingin melihat kamu bahagia nak.. Kami hanya ingin melindungi mu..
Semoga firasat mama ini salah ya.. dan kamu tetap bahagia dengan pilihan mu.
Mama sayang Alisa..
POV END
Semua yang terjadi sudah menjadi goresan Nya. Kita tidak bisa menolak ataupun lari, karena semua memang ditujukan untuk kita. Mau seperti apapun kita menolaknya tetap saja tidak bisa. Apa yang terjadi sudah tertulis di dalam Lauhul Mahfudh. Sebelum kita lahir bukanlah sudah ada perjanjian antara kita dengan Allah SWT. Bahwa apapun yang akan terjadi didalam hidup kita, semenjak dari dilahirkan hingga kita menikah sudah menjadi ketentuan Nya. Maka dari itu kita harus mengikuti peraturan yang sudah tertulis sebelum kita dilahirkan. Kunci keberhasilan adalah sabar dan tawakal. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
****
POV Pak Yoga
Aku tersentak saat mendengar ucapan kak Tarman. Tega sekali dia mengatakan hal seperti itu padaku. Dimana salahku?? Aku hanya mempertahankan apa yang menjadi milikku yaitu Alisa.
Bukan aku menolak pinangan dari nak Emil, hanya saja waktunya belum tepat. Alisa masih sangat muda, apakah ia nanti bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk anak anaknya??
Bukan aku meragukan kesucian putriku, bukan juga aku meragukan dirinya akan bisa dalam mendidik anaknya nanti hanya saja ia masih sangat muda. Pikiran dan emosinya masih naik turun, masih labil. Umurnya saja masih delapan belas tahun.
Tega sekali kak Tarman mengatakan jika kami tidak pantas menjadi orangtua. Sakit rasanya, seperti ada ribuan belati menusuk tubuh ku.
Aku seorang ayah tidak mungkin melakukan hal seperti itu pada putriku sendiri. Aku masih waras.
Aku terpaksa melakukan hal itu agar Alisa paham bahwa aku ingin memberi nya jalan agar bisa berfikir lagi sebelum mengambil keputusan.
Yang aku heran kan mengapa di acara makan malam kemarin menjadi tempat untuk ajang lamaran?? Apakah ini memang sudah direncanakan sebelumnya?? Tapi siapa dalang di balik semua ini?? Aku harus mencari tahu!
Maafkan Papa nak.. bukan maksud papa meragukan kesucian mu.. hanya saja papa heran dari mana Emil bisa tau ukuran tangan mu?? Sejauh mana hubungan kalian berdua?? Kenapa papa bisa nggak tau sama sekali?? Begitu takut kah kamu ingin bicara dengan papa secara langsung??
Maafkan Papa nak... papa telah menyakiti perasaan mu.. Bukan maksud papa seperti itu.. papa sedang emosi nak.. maafkan papa Alisa.. papa salah.. jangan hukum papa dengan keadaan mu yang seperti ini.
Ini sangat melukai perasaan papa nak.. papa hanya mencoba melindungi mu.. maafkan Papa.. jika cara papa ini salah.. maafkan papa nak..
Papa sangat menyayangi dirimu.. andai ku tau.. seberapa berat perjuangan papa dan mama untuk memiliki mu.
__ADS_1
Kami berusaha tanpa lelah berdoa seyiapalam agar yang maha kuasa mengabulkan doa kami agar kami memiliki keturunan. Hingga sekian tahun kami menunggu barulah ada kamu. Papa hanya takut kehilanganmu nak.. hanya itu..
Papa tidak bermaksud menolak Emil sebagai calon menantu Papa.. hanya... jika kamu menikah dengannya kamu akan pergi dari papa.. dan akan menjauh dari papa..
Biarlah papa dibilang egois oleh mereka semua.. karena memang papa egois! Papa belum bisa berbagi dengan yang lain tentang perhatian mu.
Baru sebentar kamu bertemu dengan pemuda itu, kamu sudah jauh dari papa.. papa tak mau itu.. yang papa mau.. kamu tetap jadi anak papa.. anak kesayangan papa.. apapun yang kamu inginkan kamu meminta nya dengan papa.. bukan dengan yang lain.
Jika kamu sudah memiliki pasangan maka papa akan tersingkir kan olehmu.. kamu akan lebih perhatian padanya ketimbang papa.. padahal selama ini papa lah yang selalu mendukungmu..
Dari semenjak kamu bisa berjalan hingga sebesar ini.. papa lah yang selalu kamu cari..
Papa tau.. suatu saat kamu akan menikah, karena itu adalah kodratmu sebagi perempuan. Hanya saja papa belum siap nak.. berpisah darimu..
Kamu adalah pelita dalam kegelapan nak..
Kehadiran mu adalah mentari untuk kami..
Kamu adalah keajaiban...
Kamulah segala-galanya...
Maafkan papa nak yang telah menyakiti perasaan mu..
Maafkan papa nak.. papa sayaaaaangg banget sama Alisa...
Kamu permata hatiku..
Jantungku..
Seluruh hidup kami bergantung padamu.
Tolong pahami papa nak.. tiada orang tua yang mau melihat anak nya sengsara.. papa ingin melihatmu bahagia.. tapi tidak sekarang.. nanti setelah umurmu cukup.
Baru papa akan mengijinkanmu menikah dengan pemuda pilihan hatimu.
Maafkan papa nak..
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈ
Masih ada yang baca nggak ya?? π€π€