
Setelah selesai berbincang hangat dengan gadis cantik itu, Emil mendekati pak Jali dan mengajak nya untuk pulang.
''Pak! Ayo kita balik! Alisa sendirian di rumah.. nggak ada temannya. Besok aku udah mulai kerja. Kita pulang ya.'' ajaknya pada pak Jali.
Pak Jali membuang nafas gusar. ''Ayo lah Mil.. jarang-jarang loh kita kesini. Bukankah kau juga betah tinggal disini??''
Emil terdiam, seperti ada sesuatu pada hatinya. Ia merasa bersalah pada Alisa karena tidak memberi kabar belum lagi janjinya untuk pulang tadi malam.
Harus pupus karena permintaan gadis belia nan cantik itu. Emil menghela nafasnya.
''Ya, aku memang betah disini. Tapi aku sudah punya Alisa disana. Mana mungkin aku harus membuang nya demi mendapatkan yang baru? Susah payah aku mendapat kan nya hingga membawa nya kemari. Dan sekarang, aku juga sudah seperti seorang suami yang sedang selingkuh dari isterinya! Aku nggak bisa Pak! Aku harus pulang!'' serunya pada Pak Jali.
Pak Jali menghela nafas berat. Sedangkan disana berdiri mematung mendengar ucapan Emil.
''Sudahlah Mil! Alisa itu bukan gadis yang manja. Ia mandiri sejak kecil. Kalaupun kamu tinggal sebulan dia tidak akan apa-apa disana. Toh, itu kan kontrakan kakak mu sendiri?? Lantas apa yang kau takutkan? Jika terjadi sesuatu padanya, kan kakak mu yang lebih tau duluan??'' tanya pada Emil
Membuat Emil membenarkan apa yang dikatakan oleh pak Jali. Namun hatinya gelisah semenjak tadi malam.
Emil selalu teringat Alisa nan jauh disana. Apakah istrinya itu baik-baik saja? Ataukah sedang terjadi sesuatu padanya?
Ponsel? Mana ponsel pikir Emil. Ia merogoh saku celana jeans nya, tapi tak menemukan benda kecil itu.
Ia melihat Pak Jali yang cuek aja sedari tadi. Sedangkan seorang gadis disana terpaku melihat ponsel yang ada di tangannya berdering.
Tidak bersuara, hanya getar saja. Gadis itu menatap ponsel jadul punya Emil. Mata nya mengerjab berulang kali untuk memastikan si penelpon itu.
ALISA ❤️❤️ calling..
''Alisa?? Siapa gadis ini?? Bukankah bang Emil masih lajang ?? Lalu, siapa yang sedang menelpon nya saat ini ?'' gumam gadis belia itu.
Setelah nya ponsel itu berhenti. Tak lama masuk sebuah pesan.
Alisa ❤️❤️ :
Assalamualaikum bang... Abang diamana? Kenapa tadi malam tidak pulang? Apakah ada pekerjaan mendadak? Sehingga Abang tidak mengabari ku kalau Abang tidak jadi pulang?? Katanya mau nagajak jalan.. tapi mana?? Abang ketemu siapa sih disana?? Cewek ya??"
Deg, deg, deg.
Jantung gadis itu berdebar tak karuan. Ia seperti baru saja ketahuan oleh sang pemilik hati Emil.
Ting.
Masuk lagi pesan dari Alisa, yang membuat gadis itu melotot kan matanya.
Alisa ❤️❤️ :
Abang udah nggak lupa kan sama istri sendiri? karena sibuk dengan perempuan lain? Awas aja Abang! kalau berani selingkuhan aku! Ku potong nanti pusaka Abang! biar nggak bisa ngaceng lagi! Mau? dipotong aku atau kak Rita? Masih ingatkan apa kata kak Rita? Jika Abang berulah, maka pusaka Abang akan di potong oleh nya! dan di berikan pada buaya! Mau Abang??"
Gadis itu melototkan matanya melihat isi pesan yang begitu vulgar menurut nya. Padahal mah untuk pasangan suami istri sudah biasa seperti itu.
Apalagi Alisa dan Emil itu adalah pasangan pengantin baru. Jadi wajar dong.. jika seorang istri menggoda suami nya?
Tapi tidak dengan gadis itu. Menurutnya Alisa ini adalah cewek gampangan yang suka ngakunya istri Emil.
Padahal mah cuma pacarnya doang. Sedangkan di seberang sana Alisa sedang cekikikan setelah menulis pesan itu dan di kirimkan kepada Emil.
"Aku yakin, setelah ini Abang pasti pulang! lihat saja! hihihi.." Alisa tertawa cekikikan sendiri disana.
Sedangkan Emil masih duduk berdua dengan Pak Jali. Ia masih berdebat dan mengajak pak Jali pulang.
"Ayolah Mil.. sudah berapa kali bapak bilang, kita nanti aja pulang nya! Bapak cuma seminggu loh Mil disini? Apa kamu nggak mau menemani bapak selama disini ??" tanya nya dengan wajah memelas.
Emil membuang nafas gusar. Hatinya terus saja memikirkan Alisa.
__ADS_1
"Bukan begitu Pak.."
"Lantas? Apa yang menjadi masalah mu? Bukankah semalam kau sudah memberikan uang pada istri mu?"
"Iya sih.. tapi..."
"Ayolah Mil.. bapak cuma seminggu loh disini. Apa kamu nggak kasihan sama bapak? Baru aja sebentar, kamu udah aku pulang aja! Jika nanti bapak dirumah mu, itu akan mengganggu istri mu! Tapi jika kita disini, kita berdua bisa bersenang-senang disini tanpa mengganggu istrimu! Atau.. begini saja! Gimana kalau kamu kerja dari sini saja? Kan tempat kerja mu kan tidak jauh dari sini??'' tanya nya dengan sedikit senyum smirk di sana.
Emil memikirkan perkataan Pak Jali memang benar adanya. Emil pun mengangguk.
Sedangkan seseorang disana terus saja menatap Emil tanpa kedip.
''Aku harus bisa mendapatkan bang Emil! Tak ku ijinkan di pulang! wong dia nya masih lajang? Cih! mana ada perempuan berani mengaku istri jika bukan yang main aja! Aku nggak peduli masa lalu bang Emil, aku akan tetap menerima nya.'' geram gadis itu karena Alisa.
Berhari-hari Emil disana tanpa mengabari Alisa. Sedangkan Alisa menjadi resah. Ada apa?? Apakah dia membuat salah? Hingga Emil memilih pergi.
Seminggu sudah berlalu. Hari ini adalah hari Sabtu, dimana para pekerja kuli bangunan mendapat gaji.
Begitu juga dengan Emil. Hari ini rencana mau ia mau membawa gadis belia itu jalan-jalan. Bukankah nanti malam, malam Minggu??
Seakan lupa dengan keadaan jika ada seseorang yang menunggunya disana, ia tidak berfikir dampak apa yang akan ditimbulkan olehnya nanti.
Alisa sudah tidak tahan dengan kelakuan Emil yang pergi tanpa memberi nya kabar. Langkahnya bergegas menuju ke rumah Rita ingin bertanya.
Sesampainya disana, ternyata kakak Rita sedang keluar bersama pak Daman ke tempat proyek mereka.
Alisa kecewa dan akhirnya memilih untuk pulang.
Sedangkan Rita dan pak Daman sedang berkunjung ke proyek. Saat tiba disana ia memicingkan matanya melihat seseorang yang begitu dikenalnya sedang duduk berdua dengan gadis belia.
Bukan Rita tidak tau seperti apa kelakuan Emil. Ia sudah mendapat laporan dari seseorang jika Emil tidak pulang sudah seminggu meninggalkan Alisa dirumah seorang diri.
Rita yang meliahat Emil begitu senang dengan gadis belia itu mendatangi nya.
Deg, deg, deg.
''Ka-kak Rita...'' kejut Emil.
Bibirnya memucat dan tangannya bergetar. Sedangkan gadis itu tersenyum remeh pada Rita.
''Heh kak! jangan ngaku-ngaku lah kau jadi istrinya! bang Emil ini kan lajang?! mana mungkin dia menikah dengan mu yang sudah tua itu?! cih! Ayo bang! kita kerumah ku saja! disana lebih enak! nanti Abang bisa ku pijat seperti malam kemarin saat kita tidur berdua di kamar??'' kata gadis itu membuat Emil melotot kan matanya.
Begitu juga dengan Rita. Ia meradang mendenagr ucapan gadis tidak ada akhlak itu.
''Dasar adik tidak berguna......''' geram Rita.
Ia mendekati Emil dan...
Plaakk.
Plaakk.
Plaakk
Rita menarik Emil hingga tersungkur. Gadis itu terkejut, ia bangun dan mendekati Emil berniat ingin membantunya.
''Jangan kau sentuh adikku j****g!!! dasar tidak tau diri! tidakkah kau bertanya jika Emil itu sudah punya istri atau belum?! hah?! Dan kau adik sialan! tidak tau diri! Apakah apem perempuan ini lebih legit dibanding istri mu Emilllll!!! hahh?!!!''
Deg.
''A-adik? Is-istri?? Bu-bukan nya...''
''Apa?! kau mau apa?! seharusnya kau sadar! wahai gadis j****g! jika pemuda yang kau ajak tidur berbagi apem dengan mu ini suami orang! kau perebut suami orang! kau pelakorrr!!!''
__ADS_1
Ddddduuuaaarrrr..
''A-a-pa?!'' kejut Alisa.
''Alisa?!''
''Dek!!'' sahut mereka bersamaan ketika melihat Alisa ada disana.
''Loh gimana kau bisa kemari Lis? bukannya tadi pagi kakak tinggal kau masih dirumah?? Dengan siapa kau kemari??''
Alisa menatap nanar pada Emil. Lagi dan lagi hatinya terluka. Ia menatap Emil dengan tatapan sendu.
Kemudian beralih kepada Rita. ''Tadi, saat aku kerumah kakak, katanya kakak udah pergi sama Abang. Jadi aku balik pulang. Tapi saat dijalan, aku di telpon oleh bang Daman untuk datang kesini dengan diantarkan seseorang yang di kenal Abang. Ada apa kak?? Apakah terjadi sesuatu yang tidak aku tau??'' tanya Alisa.
Walaupun ia sudah mendengar semuanya, Namun ia tetap ingin tau dari mulut Kakak iparnya itu.
Rita tersenyum menyeringai. ''Kau ingat Lis? Jika Sampai adik tidak tau diri ini berulah lagi, apa kau tau apa yang harus ia tanggung??'' pancing Rita.
Alisa mengangguk dengan wajah datar. ''Ya. silahkan kakak lakukan! Mungkin ini jalan yang terbaik bagi kami berdua! Bukankah aku sudah mengatakan kemarin? Jika sampai hal ini terjadi lagi tidak ada kata maaf lagi untuknya! Kembalikan kesucian ku seperti semula! Atau... kau yang harus pergi!'' serunya begitu dingin.
Emil tersentak. ''Nggak dek.. Abang nggak mau! Ini semua bukan salah abang! Pak jali sengaja menghasut Abang agar bisa tinggal disini lebih lama. Dan rencananya malam Minggu ini Abang mau pulang!''
''Loh? bukannya Abang janji pada ku ya? akan ngajak aku jalan-jalan malam ini??'' sela gadis belia itu.
Emil memejamkan matanya saat mendengar ucapan gadis itu.
Sial! Mengapa pula gadis ini menyahuti nya!
Rita tersenyum miring. ''Kau dengar Lis? apa bisa dipercaya omongan buaya ini?? Udah salah! tapi tidak mengakui nya! huh!!''
''Tentukan pilihan mu! atau aku yang akan tentukan pilihan ku! Sekarang ataupun nanti itu sama saja!'' sela Alisa.
''Tentukan Adik sialan! pilih Alisa istri SAH mu! atau PE LA KOR ini?!'' tunjuk Rita pada gadis itu.
Emil diam, dia tidak bisa menjawabnya. Jika salah menjawab dua orang di depannya ini akan mengamuk.
Alisa tersenyum kecut. Rita pun semakin geram.
''Jangan bilang, jika kau sudah meniduri gadis ini?! Maka dari itu kau tidak pulang-pulang?? Kau berani melakukan itu Emil ?!'' sentak Rita.
''Ya. Kami sudah melakukan mya!!'' pekik gadis belia itu.
Emil memejamkan matanya. Alisa terkejut. Lagi dan lagi hatinya terluka. Bagai teriris sembilu yang begitu tajam.
Air matanya mengalir tanpa di pinta. Tanpa ada suara isakan tangis sama sekali. Emil menatap Alisa dengan tatapan bersalah.
''Kau jahat Emil! Tega-tega nya kau menduakan istrimu?? Aku tak menyangka jika didikan ayah selama ini sia-sia.. aku kecewa pada mu Mil.. hiks.. hiks.. aku kecewa....'' lirih Rita.
Dadanya begitu sesak mendengarnya pengakuan dari gadis belia itu.
''Sekarang putuskan Lis! apa yang ingin kau lakukan!'' tegas Rita sembari menatap Alisa.
Alisa tak menyahuti namun ia berbalik dan berjalan gontai meninggalkan Emil yang termangu disana.
''Dan kau! jika kau memang menginginkan j****g ini! Lepaskan Alisa! gadis itu berhak untuk bahagia! tapi tidak dengan mu! Mulai hari ini... kau bukanlah adikku lagi Milham Syah putra! Kau bukanlah suami Alisa lagi! Tidak perlu mengejarnya! Aku akan segera memulangkan nya pada ibu dan Ayahnya di Aceh sana! Selamat bersenang-senang Emil! semoga bahagia dengan kehidupan mu Sekarang! Dan kau Pak Jali! pulanglah! istrimu sedang menunggu mu disana!'' ucap Rita dengan penuh penekanan dan dingin.
''Kak...''
💕
Greget othor sama suami Alisa ini! huh!
TBC
__ADS_1