
'' Apa yang sudah kamu berikan padanya ?? Hingga Emil begitu ingin memiliki mu?? Dia begitu menyukaimu! Apakah kamu menjual tubuhmu padanya??''
Deg!
Deg!
Alisa mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan kak Ros yang terakhir. Begitu sakit ditelinga nya. Mengapa semua orang menganggap nya begitu hina hingga menuduhnya berbuat keji.
Kemarin kedua orangtuanya, sekarang tetangga nya pula. Apa sebenarnya yang ada dipikiran mereka, hingga mereka semua menuduhnya tanpa bukti.
Sungguh keterlaluan!
Menuduh tanpa bukti. Alisa tidak akan membiarkan ini lagi. Ini adalah pencemaran nama baik nya. Jika masih orangtuanya, ia masih maklum. Tapi jika orang lain, maka ia harus menindaknya.
Harga dirinya dipertanyakan disini!
Alisa memandang kak Ros dengan tatapan yang entah. Membuat Kak Ros tersenyum miring. Ia terkekeh melihat raut wajah Alisa yang berubah datar setelah mendengar ucapannya tadi. Ia melanjutkan lagi ucapannya...
'' Kenapa? apa yang aku katakan benar kan? kamu Memang sengaja kan menjual tubuhmu-''
'' Hanya orang yang hina bisa menuduh orang tanpa bukti! Kamu tau apa tentang ku?! Apakah cuma segitu pemikiran mu terhadapaku?? atau... kamu kecewa karena Emil lebih memilihku di banding dirimu?? Kenapa? Apa salah jika Emil memilihku?? Mengapa semua orang menuduhku dengan perbuatan yang tak terpuji?? Apakah memang seperti itu watak kalian semua?? Bisanya hanya menuduh saja! Apakah kau tau jika tuduhan mu bisa saja saya laporkan atas tuduhan pencemaran nama baik??
__ADS_1
Siapa kamu yang menuduhku tanpa bukti? Siapa kamu yang dengan sengaja menghakimiku dengan keji?? Singguh! aku heran dengan kalian semua para orang dewasa! Bisanya hanya menuduh saja! Cih! Membuatku muak dengan kalian semua! Bisa-bisanya menuduh orang tanpa bukti. Mengapa pemikiran kalian itu terlalu pendek hah?!''
Alisa terkekeh.
Sedangkan kak Ros diam terpaku mendengar ucapan Alisa. Ia kaget mendengar Alisa berbicara seperti itu. Selama ia mengenal Alisa, gadis ini tidak banyak omong dan juga sangat menghargai yang lebih tua, tapi mengapa sekarang jadi seperti ini? Dan tadi mengapa Alisa menyebutkan kata kalian, ada apa dengan anak ini? Dan siapa yang disebut dengan kalian?? Bisik kak Ros dalam hati.
Alisa memandang kak Ros yang juga memandangnya terkejut, membuat Alisa terkekeh disela wajah datar itu.
'' Kenapa kakak diam?? Apakah sudah tidak ada yang ingin ditanyakan lagi?? Atau.. bingung?? karena apa yang aku ucapkan ini benar?? Mengapa semua orang menuduhku berbuat dosa dengan Emil? Jangankan untuk berbuat seperti itu, menyentuhku tanganku saja pemuda itu tidak pernah. Bagaimana ceritanya ia bisa meniduriku?! Sungguh ya! Ck! Kalian orang dewasa pemikiran nya tak lepas dari hal yang begituan! Heran saya!''
Alisa terkekeh lagi. Kekehan nya seperti kekehan burung gagak yang ingin memakan buruan nya. Sangat seram jika di dengar. Kak Ros masih saja diam. Ia tak tau harus berucap apa. Lidahnya terasa Kelu untuk membalas setiap ucapan Alisa.
Ia masih terkejut melihat perubahan pada diri Alisa. Alisa yang lembut kini berubah menjadi singa yang garang. Ia jadi berpikir, apakah ucapannya terhadap gadis itu salah?? Kak Ros tak mampu untuk berbicara, ia hanya bisa memandangi Alisa tanpa kedip.
Kak Ros tak menjawab, ia hanya memandang Alisa tanpa kedip. Wajah terkejutnya kentara sekali dilihat oleh Alisa. Alisa sengaja mengatakan hal itu padanya. Karena kak Ros sedang mempertanyakan harga dirinya disini sebagai seorang wanita. Alisa geram, mengapa setiap orang menuduhnya seperti itu. Ia tak menyangka saja bahwa mereka Setega itu padanya.
Jika masih dihina Alisa masih diam, karena jika masih wajar ia tak akan peduli. Tapi jika harga dirinya yang ditanya maka ia akan tegas dengan ini. Wanita mana yang mau menerima tuduhan yang sama sekali tidak diperbuat nya?? Taka ada yang mau seperti itu.
Lama Alisa terdiam. Begitu juga dengan kak Ros ia lebih diam lagi tak mampu berbicara walau sepatah katapun.
'' Jika kalian ingin menuduh, cari dulu buktinya! Aku tidak serendah itu dengan rela menjual tubuhku pada seorang pria.. mengapa Dimata kalian aku ini seperti seorang gadis yang tak bermartabat? Yang rela menjual tubuhnya hanya untuk mendapat cinta seorang laki laki! Aku tidak seperti itu kak.. tega kamu menuduhku seperti itu! Apakah kamu melihat jika bang Emil meniduriku?? Coba katakan dimana Kakak melihatnya menyentuhku??'' ucapnya tegas namun sendu.
__ADS_1
Kak Ross tergugu. Ia memandang Alisa dengan perasaan yang bersalah. Ia jadi tak enak hati sudah menuduh Alisa seperti itu. Tapi hatinya masih kesal. Kesal karena Emil lebih memilihnya. Padahal selama ini dialah yang selalu bersama dengan Emil. Tapi mengapa pemuda itu lebih memilih Alisa dibanding dirinya.
Karena hatinya masih kesal kak Ros tetap tak peduli dengan ungkapan hati Alisa. Baginya Alisa tetap salah, karena Emil lebih memilih gadis itu ketimbang dirinya.
Ia tersenyum mengejek melihat Alisa yang tertunduk. Sekali ini saja ia ingin menunjukkan jika ia lebih baik daripada gadis itu.
'' Heleh.. jika memang sudah keturunan nya begitu, mau dibuat sebaik apapun tetap tak akan ada yang percaya! jika kamu itu gadis murahan! Ingin menggaet pria dengan menjual tubuhnya cih!''
'' Kamu memang lacur Alisa! Kamu sengaja menjual tubuhmu pada Emil agar Emil menyukaimu benarkan? Dan karena dia sudah merasakannya, makanya dia memilihmu kan?? Dasar pelacur! sekali pelacur tetap pelacur!!''
'' Rosss!!!! ''
Deg!
💟💟💟💟
Hayo kak Ros.. kamu nuduh tanpa bukti Lo..
Awas aja entar pawang Alisa ngamuk habis kamu! 🤣🤣
Yuhuuu.. masih ada yang nunggu kah??
__ADS_1
😁😁😁
''