
'' Siapa pun mereka kita tetap harus berbuat baik walau kadang kebaikan kita dibalas dengan kejahatan..''
.
.
.
πΌπΌπΌπΌ
Alisa tersenyum sendiri mengingat orang yang baru saja dikenalnya. Padahal sebelumnya Alisa tidak pernah seperti ini yang ada dia selalu menghindar setiap lelaki dewasa datang ataupun hanya sekedar basa basi saja.
Entah kenapa kali ini berbeda..
mungkin inilah yang disebut suka pada pandangan pertama..
Tapi biarlah berjalan seperti air mengalir jika menentang arus yang ada tidak akan pernah sampai ke tujuan.
Alisa terlelap setelah berapa saat tersenyum sendiri teringat bang Emil.. begitulah sapaan Alisa untuknya tapi itu mulai berlaku besok atau kapan mereka bertemu lagi..ππ
Keesokan paginya.
'' Pa.. Alisa ijin ya mau kerumah Hani ada pelajaran yang harus kami diskusikan.''
'' Ya, jangan lama lama pulang nya ingat waktu dan jangan kelayapan''
'' Iya pa.. Alisa gak akan kemana-mana kok..''
'' Ma ? Alisa pergi dulu.. kalau udah selesai langsung pulang..''
'' Iya hati hati.. ini dirumahnya Hani kan belajarnya ?''
'' Iya ma.. kenapa? Mama ingin beli sesuatu??''
'' Tau aja kamu..''
Alisa nyengir..
'' Ya iyalah kan Mama udah biasa kayak gitu kalau aku pergi kerumah Hani pasti ada aja yang mau dibeliin''
'' Kan sekalian kamu lewati tempatnya.. yaa sudah ini uangnya belikan Mama pakan ayam sekilo untuk anak ayam yang baru saja netas''
'' Iya mamaku yang cantiiiiikk...''
'' Ishh.. dasar nakal !''
Alisa pun bergegas pergi ke rumah Hani untuk melakukan tugas kelompok yang akan dikumpulkan pada saat masuk sekolah.
Sesampainya disana Hani dan teman nya yang lain sudah datang hanya Alisa saja yang belum datang.
'' Udah lama ya nunggu nya??''
'' Nggak juga..''
'' Santai aja lagi Lis...''
'' Kita tetap setia menanti kok..'' ucap Moli
'' Ya sudah ayo masuk diluar panas..'' ajak Hani
'' Alah.. kalau panas pakai sunblock neng...'' canda Moli
Hani menyebikkan bibir nya '' dok ngerasa gak pakai sunblock aja kamu mol..'' kesal Hani
'' Hehehe... canda Han.. jangan marah napa! ''
'' Iya deh.. iya...''
'' Sudah sudah ayo masuk...'' lerai Ema
Mereka pun memulai pelajaran kelompoknya.
Semuanya fokus mengerjakan tugas hingga tak terasa sudah tengah hari. Mereka istirahat sejenak untuk makan siang yang disediakan Hani dan juga sholat dhuhur.
Setelah semua selesai mereka melanjutkan tugas mereka hingga tak terasa sudah hampir sore mereka baru selesai.
Alisa dan yang lainnya berpamitan pada Hani karena hari sudah hampir sore jadilah mereka semua bubar untuk pulang kerumah masing masing.
__ADS_1
Alisa menaiki sepedanya mengayuh dengan perlahan dan santai sesaat dia teringat akan pesanan Mama Alina.
'' Oh ya ampun ! hampir saja kelewatan tokonya.. untung saja..'' gumaam Alisa
Alisa turun didepan toko pakan ternak ayam dan membeli pesanan Mamanya.
Setelah selesai dia melanjutkan perjalanan nya kembali, saat akan mengayuh sepedanya tiba tiba ada motor yang melaju kencang hampir saja menyenggol Alisa yang sedang naik sepeda padahal Alisa sudah ditepi jalan tapi tetap saja Pengendara nya ingin menyenggol Alisa.
Alisa kaget bukan main hampir saja dia tertabrak pengendara motor itu.
Bibir Alisa pucat kakinya gemetaran, tangannya lemas, jantungnya dag dig dug seperti baru habis lari maraton.
'' Asstagfirullahal adhim.. hampir saja aku kesenggol..'' gumamnya.
'' Woyyy... hati hati dong bawa motor kok ugal ugalan sih..? Emang ini jalan nenek moyang lu apa.. sembarangan aja nyetirnya!! kalau nabrak orang gimana hah...? Mau tanggung jawab kamu..??'' ucap penjual toko.
Alisa tersentak mendengar penjual tokonya memarahi pengendara motor tadi.
'' Aduhh udah bang saya tidak apa apa kok..'
'
'' Dek kamu hampir saja terserempet Lo.. kok dibilang gak papa sih..?'' sewot abang yang punya toko.
Alisa tersenyum manis.
'' Saya gak papa bang udah usah dipikirin orang kayak gitu gak akan ada kapoknya bang walaupun dimarahi percuma saja kita hanya bisa mendoakan saja agar dia bisa berubah menjadi baik oke..'' Suara Alisa begitu lembut mengalun ditelinga si empunya toko.
'' Baiklah dek lain kali hati hati ya itu anak emang kebiasaan.. dari dulu begitu kelakuan nya.. Abang bukan marah.. cuma kesel aja..!bukan apa kalau nabrak kan toko Abang juga yang kena.. susah sih diomongin tapi untunglah kamu selamat..'' suaranya berubah lembut gak sesangar tadi.
'' Iya bang terimakasih banyak atas perhatiannya.. saya permisi dulu bang..'' Abang Abang toko mengangguk.
Alisa mengayuh lagi sepedanya dengan perlahan sambil menyandung kan sebuah lagu yang sangat digemari pada saat itu.
'" Selama ini kumencari cari
teman yang .. sejati..
buat menemani... perjuangan suci..
" Bersyukur kini padamu illahi
selama ini.. telah ku temui..
'' Denganmu disisi..
perjuangan ini ... telah di arungi bertambah
murni kasih illahi...
'' Kepadamu teman... teruskan
perjuangan.. pengorbanan.. dan kesetiaan..
'' Telah ku korbankan segala galanya...
itulah tandanya.. tujuan kita..''
''bener gak sih " gumam Alisa '' ah ya sudahlah ikuti aja iramanya..hihihi.. '' Alisa tertawa sendiri..
Saat sampai ditikungan jalan Alisa menajamkan matanya dia melihat ada orang yang sedang duduk sambil menelungkup kan wajahnya kelutut.
Alisa mengayuh sepedanya dengan cepat berharap bisa membantu orang itu, sesampainya disana Alisa kaget dan berdiri terpaku disebelah sepeda motor itu.
Alisa mengenali siapa orang itu.. ya, dia adalah pengendara yang kebut kebutan tadi yang hampir saja terserempet olehnya.
Dengan pelan Alisa datang menghampiri orang tersebut.
'' Haii kamu kenapa? Bang ? Mas ? atau siapa pun kamu kenapa kamu tidur dijalan nanti kalau ada mobil yang lewat gimana kan ketabrak jadinya..? Hallo... ayo bangun..''
Pengendara itu terbangun dan mengangkat wajahnya yang pucat kearah Alisa dia tidak berbicara tapi hanya memandang wajah Alisa saja dengan bibir pucat mata merah dan wajah datar.
Tiba tiba saja dia menggapai tangan Alisa.. Alisa yang terkejut hampir terjungkal kebelakang.
'' Apa yang bisa kamu bantu buat saya hah??'' tanyanya dengan wajah datar.
'' Ak-ak-ak-akuuu..'' Alisa tergagap menjawab orang tadi.
__ADS_1
Dengan sekejap pengendara itu menghentak tangan Alisa hingga Alisa jatuh terduduk dihadapannya.. bibir Alisa pucat pasi, tangannya gemetar berhadapan langsung dengan pengendara tadi. Ditengah rasa terkejutnya Alisa masih saja ingin menolong orang tersebut.
'' Ka-kamu kenapa?? Kenapa tidur disini??'' tanya Alisa sambil menengok kanan kiri kira kira ada orang nggak untuk meminta pertolongan, sayangnya jalanan pada sore itu sepi tak ada seorang pun disana yang lewat hingga membuat Alisa bertambah takut.
Orang itu tidak menjawab tapi...
Cara
Cara
Alisa membulatkan matanya dia melongo terkejut bercampur jadi satu ingin teriak.. sepi.. ingin menangis saja rasanya..
' Sumpah ya ni orang ditolong malah melecehkan!! '' gumam Alisa didalam hati..
'' Saya mau ini.. bisa kamu beri lebih ? Karena itu yang saya butuhkan sekarang!''
Alisa hanya diam saja bibirnya terasa Kelu untuk mengucapkan sepatah kata..
Matanya sudah menggenang seperti air hujan yang sudah tertampung dan siap kapan saja akan tumpah.
Orang itu tetap memperhatikan Alisa dia memandangnya tanpa berkedip sedikitpun seolah tersihir oleh wajah manis nan sayu itu.
Setelah tersadar dari lamunannya barulah dia melepaskan cekalannya dari tangan Alisa.
'' Pergi ''
Alisa tersentak
'' Pergi jika kamu masih ingin hidup..'' tanpa memandang Alisa dia berkata dengan suara yang rendah namun tegas.
Alisa bangkit dari duduknya dan berbalik
sesaat dia berdiri diam terpaku sambil memandang si pengendara tadi.
'' Jika ada seseorang yang ingin menolongmu hargailah! Dia hanya ingin berbuat baik dan membantu itu saja tapi sayangnya dia dilecehkan.. lain kali jika kamu punya masalah jangan lampiaskan pada orang lain.. Masalah ada karena dirimu sendiri jangan lari! tapi hadapilah..! seorang laki laki itu harus bisa berpikir dengan bijak bukan dengan nafsu karena dia adalah seorang imam pemimpin !!
Jadi jika lain kali ada yang ingin menolong jangan lampiaskan amarahmu pada orang lain..! kamu sadar? Dengan perbuatanmu seperti tadi kamu telah menyakiti perasaan orang lain dengan berbuat tidak senonoh.. jadi camkan itu!! aku harap kita tidak pernah berjumpa lagi..
Terimakasih karena kamu sudah mengingatkan bahwa saya harus berhati-hati dalam menolong orang karena ada orang yang bisa ditolong dan ada orang yang ingin ditolong tapi dibalas dengan kejahatan..''
Setelahelah mengatakan itu Alisa terus berjalan menaiki sepedanya dan mengayuhnya tanpa melihat kebelakang.. hatinya begitu sakit.. ingin menolong malah dilecehkan bukankah itu suatu kejahatan namanya? Tapi biarlah.. semua itu pasti akan ada balasan bagi orang yang berbuat jahat.
'' Akuu tidak akan berhenti berbuat baik kepada orang lain walaupun aku hampir saja... ah sudahlah! Aku tetap akan berbuat baik kepada yang mau menerima uluran tangan dariku!biarlah ini kusimpan sendiri kujadikan ini sebuah pengalaman hidup.."
Alisa memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan amarah dihatinya dia harus tenang.. Alisa menghirup udara dan melepas nya. Semua terasa plong seakan beban yang menghimpit dadanya terangkat begitu saja.
" Ya Allah ampuni hamba.. ada saja ujiannya ketika ingin berbuat baik pada orang lain.." mata Alisa memerah.. dan setitik air yang ditahan pun jatuh juga.
"Hiks hiks... sabar Lis... sabar.. Allah bersama dengan orang yang sabar.." Alisa terus melanjutkan perjalanan untuk pulang kerumahnya.
Berbeda dengan pemuda tadi dia termenung mencerna setiap ucapan yang dilontarkan kepadanya sesaat setelah dia sadar.. dia celingak-celinguk celinguk mencari gadis yang baru saja memberi ultimatum kepadanya.
Pandangan matanya menjurus kearah depan yang menunjukkan seorang gadis yang baru saja menceramahi nya. Matanya nanar memandang lurus hingga satu tetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.
" YaAllah.. apa yang sudah kulakukan ? Gadis yang malang .. padahal dia hanya ingin berniat baik dan membantuku.. maafkan Abang dek..."
" Hampir saja aku menabraknya tadi dan sekarang?? Lihatlah betapa baik hatinya.. dua kali aku melakukan kesalahan tapi dia masih saja berbuat baik kepadaku dengan cara menasehati ku.. ya Allah.." dia sesegukan dipinggir jalan.
"Maafkan Abang dek... abang tak bermaksud.. hanya saja apa yang kamu katakan benar adanya.. Abang lagi ada Masalah tapi malah Abang lampiaskan padamu.. maaf dek maaf..." dia menangis sendiri ditepian jalan yang sepi sampai2 ada yang menegurnya barulah ia sadar dan kembali lagi mengendarai sepeda motor nya.
"Abang berjanji akan berubah dek.. terimakasih sudah mengingatkan! jika suatu saat kita berjumpa lagi Abang akan mengucapkan terimakasih kasih padamu karena telah menyadarkan ku.."
Dia berkata sambil terus mengendarai sepeda motor nya.
πΈπΈπΈπΈ
Nah loh bang siapa kamu sebenarnya??
Kena batunya kamu kan??
Tuh kurang apa coba Alisa walaupun dijahatin tapi masih juga ingin membantu orang lain ..
Ada yang seperti Alisa nggak??
πΎπΎπΎπΎ
see you...
__ADS_1
π€π€π€π€