Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Kau membelanya??


__ADS_3

Setelah percakapan mereka tadi selesai, kini waktunya sang ibu mertua yang harus berbicara kepada Ayah mertua.


''Yah!'' panggilnya.


''Hem,'' sahut Ayah Bram.


''Kamu kenapa sih lebih percaya kepada gadis itu dibandingkan dengan putra mu sendiri??'' tanya nya dengan ketus kepada Ayah Bram.


''Maksudnya??''


''Hadeeeuuhh... jangan pura-pura bodoh deh Yah! Mak tau kok, jika tadi Ayah berbicara pada menantu kita di teras??'' tanya nya lagi.


Ayah Bram menghela nafasnya.


''Ada yang salah? Jika Ayah, berbicara dengan menantu kita?? Istri Emil??'' selidik ayah Bram.


Wajah ibu mertua Alisa berubah menjadi kesal. ''Sebenarnya apa sih yang Ayah lihat dari gadis itu?? Tingkahnya aja sok alim! cih!" ujarnya Sewot.


''Kamu kenapa sih? Dari pertama Alisa datang kerumah ini, kau sudah ketus kepadanya. Apa yang diperbuat oleh gadis itu, hingga kau marah padanya??'' cecar ayah Bram lagi.

__ADS_1


''Ishh.. bukannya malah dijawab! malah balik tanya sama Mak. Ayah kan tau, jika aku tidak sembarangan pilih menantu. Aku tuh maunya menantu yang kaya yang bermanfaat untuk ku! Ini apa?? Malah menyusahkan! Lihat saja! Dirinya saja juga dari orang miskin! gimana aku mau merubah nasib coba??'' gerutu Mama mertua Alisa.


''Astaghfirullah.. Rima! apa yang kau katakan?? Berarti selama ini kau menyesal menikah dengan ku begitu?? Kau menyesal karena aku miskin?? Tidak bisa memenuhi semua keinginan mu?? Tidak bisa membeli apapun yang kau inginkan?? Bukankah sedari dulu sudah aku katakan! jika aku ini hanya orang miskin! tidak bisa memberikan apa yang kau inginkan! Tapi mengapa kau menerima ku menjadi suamimu?? Jika kau sudah menerima ku, maka kau juga sudah siap untuk miskin! Sekarang, setelah kian tahun kau baru berbicara kepada ku seperti ini?? Sebenarnya apa yang kau inginkan?? hah?!'' sentak Ayah Bram.


Ia begitu murka dengan perkataan Ibu Rima. Ya, nama mertua Alisa adalah Rima. Ibu Rima menunduk.


''Bu-bukan begitu Yah.. hanya saja-''


''Apa?? Ingin bilang, jika menantu kita itu tidak cocok karena ia lebih cantik karena dirimu sudah tua?? Apakah karena dia lebih pintar dari mu, makanya kau iri?? Dan apakah karena Emil lebih menyayangi nya di banding dirimu begitu?!''


Deg.


''Ayah!'' sentak ibu Rima.


Ibu Rima terpancing emosi. "Blansak katamu?!? Kenapa sih?! Ayah selalu membandingkan aku sama gadis itu?! seharusnya itu, Ayah lebih mementingkan putra sendiri ketimbang gadis tidak tau di untung itu?! Baru dua hari dia disini, Ayah sudah bertengkar denganku!" imbuhnya dengan wajah masam.


"Heh! aku tidak membandingkan kau dengan dirinya! karena kau Dan dirinya memanglah sangat berbeda! seharusnya kau sadar Rima! apa yang lebih dari putra mu itu, hah?! Bisa nya hanya membuat masalah saja! kau lihat kelakuannya itu, bisa-bisanya dia merecoki hubungan Kakak iparnya karena pacarnya yang tidak jelas itu?! Apa kau masih ingat Rima? Bagaimana Rita marah-marah padanya karena pacar gelap nya itu memaki suami Rita yang tidak tahu apapun?? Itu yang kau bilang bagus dengan kelakuan putra mu?! Jangan kau pikir aku tidak tahu apa-apa Rima! aku tau segalanya! Dan sekarang, ketika putra mu itu mendapat kan gadis yang baik, kenapa pula kau yang ingin merusak nya! Sungguh keterlaluan kau Rima. Masih baik gadis itu, ketimbang jodoh yang kau pilihkan untuk putra mu itu?! Bukan aku yang mencari keributan dengan mu! Tapi kau lah yang membawa keributan itu didepan ku!" ujarnya ketus pada ibu Rima.


"Jadi, kau membelanya?! Kau membela gadis yang baru dua hari ini datang ke rumah kita?! Pelet apa yang diberikan oleh gadis itu padamu hingga kau berubah seperti ini?! Apakah dia sudah memberikan tubuhnya padamu? Hingga kau begitu membela nya?!" hardik ibu Rima.

__ADS_1


Ia begitu geram, karena Ayah Bram lebih berpihak pada gadis itu.


"Jaga ucapan mu Rima!! aku tak mengijinkan mu berbicara yang buruk terhadap menantuku itu?! Aku kecewa pada mu Rima! seharusnya aku sadar, jika kau bukanlah wanita yang baik untuk aku jadikan istri! Kalau ku tau dulunya kau bersifat seperti ini, aku tak Sudi membuat mu menjadi istriku! Aku melarang mu untuk tidak keluar dari rumah ini selama 44hari! Aku menghukum mu Rima! karena kau telah membuat ku kecewa! Sekarang nikmati hukuman mu Rima! mulai nanti malam, kau tidur diluar! Itulah hukuman mu! sebelum masa 44 hari itu berakhir, maka kau ku larang untuk masuk kedalam kamar ku!!" seru ayah Bram begitu dingin.


Ibu Rima tersentak. Matanya melotot memandangi Ayah Bram. Sedangkan dua orang diluar sana berdiri mematung mendengar ucapan Ayah mereka.


💕


Hayoo.. ada apa lagi setelah ini??


Nantikan kelanjutannya!


Cerita ini akan segera othor selesai kan. Karena othor harus segera menyelesaikan yang disebelah.


Karena waktu pembuatan nya yang hampir sama, maka othor harus memilih mana dulu yang harus othor selesaikan.


Jadi othor akan memilih yang ini.


Semoga klean nggak bosan ya dengan cerita recehan othor ini??

__ADS_1


Makasih yang udah like dan komen! juga hadiahnya 🤗🤗


TBC


__ADS_2