Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Menagih janji


__ADS_3

Puas dengan menggoda Alisa, kini Emil berubah menjadi lebih serius. Karena hal yang akan dibicarakan sangatlah serius.


Alisa masih aja cemberut, karena Emil selalu berhasil menggodanya setiap saat. Dan setiap ada kesempatan, Emil tak henti hentinya menggoda Alisa.


''Dek... Abang mau bicara!'' ucap Emil sembari menatap Alisa.


Alisa mencebik, ia masih saja cemberut.


''Kali ini Abang serius Dek! ini tentang hubungan kita! Apa adek masih ingat tentang janji yang dulu pernah kita ucapkan bersama saat setelah Abang mengikat mu??'' tanya Emil.


Alisa menegakkan duduknya setelah mendengar ucapan Emil. Alisa menatap Emil yang juga menatapnya.


''Ya, Alisa masih ingat! Apakah Abang menagih janjinya sekarang??'' tanya Alisa.


''Ya, ini sudah waktunya! Abang nggak mau menunda lagi! Kedua orang tua Abang sudah tua, jadi Abang harus segera kembali ke Medan. Dan rencananya, setelah menikahimu Abang akan membawa mu bersama Abang!'' jawab Emil.


Alisa terkejut. Dibawa? Ke Medan?


''Ke Medan bang? Apa nggak terlalu cepat ya??'' tanya Alisa


''Bukankah sudah ada perjanjian ketika Abang melamar mu dulu? Dan sekarang lah waktunya! Untuk masalah sekolahmu, nanti kita bicarakan lagi. Nggak hanya disini, tapi di Medan juga bisa kan??'' tanya Emil


''Iya sih.. tapi gimana sama Papa? Takutnya nanti Papa nggak mengijinkan kita ke Medan! Abang kan tau jika Alisa anak tunggal? Apa iya, papa akan mengijinkan??'' jawab Alisa.


''Malam ini, Abang akan bertanya langsung pada Papa mu, untuk kelanjutan hubungan kita! Abang nggak mau berlama-lama dalam kondisi ini, tidak baik untuk kita berdua. Nanti bisa menimbulkan fitnah! Tapi jika sudah menikah, kita bebas! nggak ada yang berani melarang. Bener nggak??''


Alisa mengangguk malu. Ia menunduk, untuk menyembunyikan semburat merah yang timbul dipipi tirusnya.


''Kabarkan pada keluarga besar mu, agar bisa berkumpul untuk membicarakan hal ini. Abang nggak mau hanya berdua saja dengan papa mu, karena Abang tau jika Papa mu pasti akan melarang!''


''Kok Abang su'udzon sih sama Papa? Kan belum tentu seperti itu Bang!''


''Bukan Abang su'udzon sayang.. alangkah baiknya, jika seluruh keluarga mu berkumpul untuk menyaksikan semua keputusan Abang. Abang nggak mau nantinya, ada omongan lain dibelakang Abang! Jadi lebih baik sebelum terjadi, lebih baik kita kumpulkan dulu mereka semua, agar nantinya biar sama-sama mendengar apa yang menjadi keputusan Papa mu dan juga keputusan Abang! Kamu paham kan??''

__ADS_1


''Baiklah, setelah nanti Mama pulang dari pengajian, akan Alisa sampaikan maksud Abang. Semoga mama setuju.'' lirih Alisa sambil menunduk.


''Insyaallah Dek.. hal baik maka juga akan berhasil baik! Ya sudah, Abang harus balik dulu ingin mengabarkan pada kakak ipar Abang dan juga Pak Oman sebagai perwakilan untuk nanti malam. Abang pulang ya!'' seru Emil, seraya berlalu meninggalkan Alisa.


''Ya, Alisa tunggu Abang nanti malam! jangan macam-macam ya bang! jangan kayak dulu lagi!'' peringat Alisa.


''Iya sayangku.. udah ah! nanti nggak pulang-pulang nih Abang! mau kamu kita digerebek, terus dinikahkan paksa??'' tanya Emil


Alisa menggeleng. ''Nggak mau! Alisa maunya terhormat! Dinikahkan secara terhormat! huh! mau dinikahin paksa kayak begitu!'' ujarnya ketus.


Emil tergelak. ''Hahaha.. iya sayang iya! Nggak akan mungkin itu terjadi! Abang pulang ya? assalamualaikum..''


Alisa tersenyum. ''Waalaikum salam, hati-hati bang!'' seru Alisa.


Emil tersenyum dan mengangguk. ''Ya.''


Setelah Emil pergi, Alisa masuk kedalam untuk istirahat sambil menunggu Mama dan Papanya pulang dari pengajian.


Dua jam kemudian.


Tak ada sahutan dari dalam. Sunyi. Mama Alina dan Pak Yoga saling pandang.


''Kemana ya Pa? kok sepi?? Apa Alisa kerumah temannya?? Tapi.. jika Alisa kesana, pastinya ia ijin dulu kan? Lalu kemana ini anak! Dipanggil nggak nyahut-nyahut!'' kesal Mama Alina.


''Sabar Ma... barangkali Alisa ketiduran.. tuh, lihat banyak tanaman Mama yang sudah diberes kan oleh nya! Jadi mana mungkin Alisa pergi? Tadi pagi kan Alisa bilang, jika dia nggak akan kemana-mana?''


''Iya sih.. Alisa..! Nak.. buka pintunya! kok dikunci sih?! biasanya nggak pernah dikunci begini pintunya! Alisa!!'' pekik Mama Alina.


Pak Yoga tersentak mendengar suara Mama Alina yang begitu keras. Hingga membuatnya terkejut.


''Ishhh Mama! kaget Papa! kok teriak gitu sih?! Pengang nih telinga Papa! ishh..'' tegur Pak Yoga.


''Hehe maaf Pa! habisnya ni anak, dari tadi kok nggak buka pintu sih?! pegal ini kaki! berdiri terus! mana ni encok kambuh lagi! aduh... Alisa!! Dasar ni anak! kalau udah molor kayak kebo! susah dibangunin nya! Alisa!!'' seru mama Alina lagi. Ia semakin jengkel karena Alisa belum juga membuka pintu.

__ADS_1


Dari dalam, sayup-sayup Alisa mendengar suara orang memanggilnya begitu keras.


''Ishh.. siapa sih?! berisik amat! nggak tau apa aku capek! Mana ngantuk lagi! ishh.. ganggu orang tidur aja!'' gerutunya kesal.


Walaupun begitu, ia tetap bangun. Alisa mengambil hijab instannya, lalu ia memakai dan berlalu kedepan.


''Iya, iya sebentar! sabar kenapa sih! pusing kepala aku! bangun mendadak! ishh...'' gerutunya lagi.


Mama Alina dan Pak Yoga saling pandang mendengar gerituan putrinya dari dalam.


Ceklek!


Pintu terbuka, terlihat disana Alisa dengan mata terpejam. Mama Alina melongo melihatnya. Benar tebakan nya jika Alisa tidur.


''Alisa Febrianty!!'' seru Mama Alina.


Alisa membuka matanya. Alisa melotot memandangi kedua orang tua nya sudah berdiri dihadapannya.


''Astaghfirullah! Mama! Papa! ngagetin aja sih?! huh...'' seru Alisa sambil mengusap dadanya.


''Makanya kalau tidur itu baca doa! jangan tidur begitu aja! tuh lihat, kamu jadi nggak konsen kan saat bangun?? Awas! Mama mau masuk! pegal ini kaki dari tadi nungguin pintu nggak buka-buka! kesel Mama! Mana encok lagi nih kaki! aduh...'' keluh Mama Alina.


''Hehehe.. maaf Ma! Alisa ketiduran! tadi selepas beresin bunga Mama, bang Emil datang kemari berkunjung. Setelah bang Emil pulang, baru deh, Alisa tidur!'' ucap Alisa tanpa melihat raut wajah Papa nya yang berubah menjadi tegang.


''Ada apa dia kemari??'' tanya Pak Yoga.


''Eh?? I-iya tadi bang Emil ingin ketemu sama Papa dan Mama! tapi karena nggak ada ia pulang lagi.'' Alisa menatap Papanya, kemudian menatap Mamanya dan berbicara lagi. ''Bang Emil, ingin mengumpulkan seluruh keluarga besar kita malam ini disini, ada yang ingin disampaikan olehnya! jadi ia datang kemari untuk menyampaikan hal itu.'' ujar Alisa.


Pak Yoga dan Mama Alina saling menatap. Saling tanya melalui lirikan mata. Alisa yang paham, ia bergegas menyampaikan Emil selanjutnya.


''Bang Emil berpesan, malam ini seluruh keluarga kita harus berkumpul disini. Untuk membicarakan tentang masalah kami berdua, jadi kalau bisa Papa dan Mama menghubungi pakde, Bulek, Bibi, serta Tante Irma. Agar semua bahasannya dibicarakan malam ini juga.''


Apa yang di inginkan oleh pemuda ini?

__ADS_1


💕


TBC


__ADS_2