
Keesokan hari nya, Linda kembali kepada klinik bidan Novi untuk melihat keadaan Alisa dan juga bayinya.
Linda sangat terkejut mengetahui jika bayi Alisa BBLR. Berat bayi lahir rendah. Bidan Novi hanya bisa pasrah sekarang, karena melihat bayi itu begitu lemah di saluran pernapasan nya.
Alisa hanya bisa tersenyum. Ia yakin, jika putranya itu akan sehat. Keyakinan itu membuat bidan Novi salut padanya.
Sedangkan Rita, sibuk dengan menelpon seseorang yang berada di Pekanbaru sana. Rita menyuruh anak buahnya untuk mencari tau dimana keberadaan Emil.
Dan tepat seperti perkataan suami nya, jika Emil tinggal bersama perempuan yang sangat cantik.
Terlihat dari foto yang dikirimkan oleh orang suruhan Rita. Rita tersenyum sinis melihat Emil begitu kurus bersama wanita itu.
''Tunggu dua hari lagi! Aku akan datang menyusul adikku! Tapi sebelum itu, aku akan mengurus Alisa terlebih dahulu. Aku harus melaksanakan sholat malam selama tiga malam sebelum aku berangkat ke Pekanbaru. Karena yang akan aku temui ini, bukan wanita biasa! Tapi wanita iblis pemakai susuk! Makanya si sialan itu, terpikat oleh nya! Tunggu kau wanita sialaaaannn...'' geram Rita.
Saking geramnya, Rita hingga mengepalkan tangan putihnya itu hingga berubah menjadi merah.
Begitu juga dengan wajah nya. Ia akan menyusul Emil ke Pekanbaru atas izin dari suaminya.
Ia akan menunggu Alisa pulang dari klinik bidan Novi dua hari lagi. Selama itu, Rita harus bersabar.
Ia akan berpuasa dan malamnya bermunajat kepada Allah, agar adik sialan nya itu sadar dari pengaruh pelet wanita sialan itu.
Tiga hari berlalu.
Hari ini Alisa sudah di izinkan pulang kerumah oleh bidan Novi. Dan hari ini juga, Rita akan berangkat ke Pekanbaru.
Ia tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Alisa tentang Emil. Tapi Rita akan menceritakan semuanya nanti, setelah ia pulang dari Pekanbaru.
''Lis, sore ini kakak berangkat. Kamu tak apa kan kakak tinggal??'' tanya Rita pada Alisa.
Alisa tersenyum. ''Tak apa Kak.. pergilah! Bang Daman pasti lebih membutuhkan Kakak disana. Tenang... nanti aku ditemani Kak Linda kok. Sepulang kerja, ia akan langsung kemari.'' sahut Alisa
Rita yang mendengar nya menjadi tenang. ''Oke. Kalau ada apa-apa, hubungi saja kakak ya? Kakak nggak lama kok. Lima hari aja disana. Ya sudah, Kakak pulang! Doakan agar Kakak selamat dan sukses dengan tujuan Kakak sampai kesana.'' imbuhnya lagi. dengan tersenyum manis.
Alisa mengangguk. ''Tentu. Aku doakan jika Kakak akan selamat sampai tujuan, dan Kakak akan sukses dengan tujuan Kakak kesana. Yaitu, membantu Bang Daman.'' sahut Alisa.
__ADS_1
Membuat Rita tersenyum lebar. ''Terimakasih Dek! Semua ini, demi rumah tangga mu..'' lirih Rita begitu pelan, hingga Alisa pun tak mendengar nya.
Sore ini juga Rita berangkat ke Pekanbaru sendirian. Sedangkan anak-anak nya ada Mak mertua Alisa yang menunggui nya bersama Ayah Bram.
****
Satu malam Rita di perjalanan. Kini ia sudah berada di terminal Arenka Pekanbaru. Disana telah menunggu Bang Daman suami kak Rita.
Mereka berdua pagi itu akan datang menemui Emil. Jarak antara terminal dengan tempat tinggal Emil hanya dua menit saja.
Cukup dengan berjalan kaki sudah sampai. Sedangkan tempat kerja Bang Daman jauh sedikit lagi membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai kesana.
''Assalamualaikum, Bang??'' ucap Rita saat bertemu dengan suaminya.
Ia mengecup tangan suaminya itu hingga membuat Pak Daman tersenyum. ''Ayo! Emil saat ini sedang berada di kafe itu. Konon katanya, kafe itu di huni oleh makhluk halus penghuni kafe itu. Emil terperangkap disana hingga tidak bisa keluar.'' ucap Bang Daman membuat Rita menganggu.
''Aku siap! Apapun resikonya ku tanggung! Yang penting adikku selamat dan bisa pulang kembali. Aku sudah mengantongi doa Alisa dan juga doa kedua orang tua kita. Ayah sangat marah kala tau, jika Emil kena pelet wanita sialan itu!'' ketus Rita.
Bang Daman terkekeh mendengar ucapan ketus Rita. ''Ayo! kamu udah wudhu kan??'' tanya pada Rita.
Bang Daman terkekeh. ''Ayo kita sekarang pada wanita itu.'' Ajaknya pada Rita.
Rita mengangguk. Setelah nya mereka berjalan ke kafe pasar bawah yang ada di tempat itu.
Setibanya disana, mata Rita menatap sosok Emil yang sedang menuruti perintah wanita jelek itu.
Ya, dari pandangan Pak Daman dan Rita wanita itu sangatlah jelek. Wajah cantiknya itu hanya ilusi dari makhluk halus yang ia puja.
Wanita yang berada di dekat Emil itu ketakutan ketika melihat Pak Daman dan Rita. Cahaya pada tubuh Rita dan Pak Daman sangatlah terang, membuat cahaya yang ada pada dirinya meredup seketika.
''Assalamualaikum... Dek.. Kakak datang ingin menjemput mu pulang.. Ayo kita pulang Dek??'' ucap Rita membuat Emil terkejut dan menoleh.
''Kakak! Kakak datang?? Alisa mana?? Nggak ikutkah??'' tanya Emil dengan senang, ia melihat kebelakang mencari seseorang tapi tak jua ia temukan.
Wajah itu berubah menjadi sendu. ''Tenang lah Dek.. kita akan pulang. Kamu tau? Jika putra mu telah lahir dengan selamat. Hanya saja..''
__ADS_1
''Hanya saja apa Kak??''
''Bayi mu sangat kecil, kemungkinan untuk hidup sangat lah kecil..'' lirih Rita.
Membat Emil berlari kedalam dan mengambil tasnya. Ia menghampiri wanita itu yang sedang di hadang oleh Pak Daman.
''Kak Lusy! Aku minta uang gajiku selama dua bulan untuk biaya lahiran putraku! Karena aku bekerja dengan mu tanpa henti, berikan gaji beserta bonus yang kau janjikan!'' tukas Emil, membuat wanita itu gelagapan.
''Bayar! atau aku dan istriku akan membinasakan mu!'' ancam Pak Daman, membuat wanita itu masuk keruangan nya di ikuti Emil dan Pak Daman.
Sedangkan Rita, ia berusaha menyadarkan seluruh pelanggan yang terkena pelet dari wanita itu.
''I-ini u-upah mu selama du-dua bulan, beserta bo-bonus nya..'' ucap wanita itu dengan sedikit tergagap karena takut melihat wajah Pak Daman.
Emil tersenyum senang. ''Alhamdulillah.. ini untuk putra ku! Lain kali jangan mengajak orang kerja rodi tanpa dibayar! Setiap manusia itu punya kehidupan masing-masing. Begitu juga dengan mu! Buang sesuatu yang ada pada tubuh mu itu! Aku pastikan, kau akan kembali seperti biasa. Apa kau bersedia??''
Wanita itu menggeleng. ''Maaf.. aku tidak bisa.. aku sudah terikat sumpah dengan nya.. jika aku bisa memilih, tentulah aku ingin bebas. Tapi inilah perjanjian kami..'' lirih wanita itu dengan tubuh bergetar.
Karena sudah merasakan kedatangan sesuatu disana. Pak Daman tau itu. ''Ya sudah, kami permisi! Kalau kamu mau bertobat, silahkan cari ustad terdekat.'' imbuh Pak Daman lagi.
Wanita itu tetap menggeleng. Pak Daman menoleh kebelakang, ia melihat wanita itu sedang dicumbui oleh makhluk halus yang mengikat dirinya.
Pak Daman menggeleng kan kepalanya. Mereka berdua keluar dari ruangan itu. Terlihat Rita sedang bercakap-cakap dengan para tamu cafe itu.
Rita menoleh saat mendengar derap langkah kaki suaminya. ''Sudah selesai??''
''Ya! Ayo kita Pulang! Kamu pulang ke Medan sore ini. Dan Emil akan kembali dengan ku! Aku akan mengobati nya terlebih dahulu. Aku sengaja membawa mu, karena aku tau jika kita bersama maka akan lebih kuat. Bersatu kita teguh bercerai kita rubuh!''
Rita tertawa. Sedang Emil hanya menatap kosong jalanan itu.
💕
Maaf telat! Bayi othor lagi sakit, jadi harap maklum ye?
TBC
__ADS_1