Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Melupakanmu


__ADS_3

Terus melangkah.. melupakanmu


Lelah hati perhatikan sikapmu


Dalam pikiran membuatku ragu


Tak mungkin ini tetap bertahan..


Belahan mimpi terasa mengganggu


Kucoba untuk terus menjauh


Belahan hati ku terbelenggu


Ku coba untuk lupakan itu..


Engkau bukan lah segalaku..


Bukan tempatku hentikan langkahku..


Usai sudah.. semua berlalu


Biar mudah menghapus jejak mu..


Alisa melewati jalan setapak sambil mendengarkan alunan lagu yang begitu cocok dengan keadaannya saat ini.


Hati dan pikiran nya tak sejalan. Ingin hati tak menjauh tapi pikiran menolaknya. Ingin bertahan tapi tak sampai hati dengan wanita lain yang akan disakiti nya.

__ADS_1


Sungguh pelik kisah cintanya. Mundur sebelum berperang membuatnya kalah sebelum berjuang.


Alisa hanya bisa pasrah akan takdir yang menimpanya. Belum lagi tadi ia melihat pujaan hatinya disana tertawa begitu senangnya.


Sampai sampai dirinya pun tak terlihat olehnya. Alisa menghela nafasnya. Ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan.


Lagi dan lagi, ia terluka karena seseorang yang begitu dicintainya. Sangat sulit untuk melupakan seseorang yang sedang bertahta dihati.


Seperti merenggut paksa hatinya oleh orang lain. Begitu sakit hingga sukar untuk dijelaskan.


Alisa melamun berjalan dijalan setapak menuju rumah Moli sambil mendengar alunan lagu yang begitu menyentuh hatinya.


Entah karena perasaan nya sedang tak enak, atau memang dirinya yang memang melankolis. Dikit dikit baper, begitulah kata orang jaman sekarang.


Alisa mencoba mengingat hal yang baru saja terjadi. Ia melamunkan sepanjang jalan.


Flashback


Saat ingin pergi tadi sempat ia melihat sekelabat bayangan Emil disana. Pada saat itu Alisa melihatnya sedang tertawa bersama teman kerjanya.


Emil membeli kopi cukup banyak. Dari kejauhan ia juga melihat Alisa tapi pura pura tidak tau. Emil masih saja sibuk dengan kopi hitam untuk para kerja di proyek.


Setelah selesai dengan kopinya, Emil keluar dengan mengendarai motor serta temannya dibelakang membawa kopi itu.


Saat ingin menghidupkan motornya, Emil melihat Alisa yang semakin dekat dengannya. Tapi ia pura pura tak melihatnya.


Dari jauh Alisa terus saja memandang pujaan hatinya itu. Alisa ingin menarik sedikit ujung bibirnya, tapi tak jadi melihat Emil yang tak melihatnya sama sekali.

__ADS_1


Emil melewati Alisa begitu saja tanpa tegur sapa seperti tadi pagi. Alisa menatap nanar kepergian Emil.


'' Seginikah cinta yang kau banggakan untukku bang..? Apakah memang sudah tidak ada harapan lagi untuk aku bisa bertahan denganmu..? Melihat dari sikapmu itu membuat ku percaya jika cintaku memang bertepuk sebelah tangan! kamu melamar ku karena ingin melampiaskan amarahmu kepadaku karena kak Ross. Dan setelah kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan kamu pergi meninggalkan aku dengan luka yang dengan sengaja kau torehkan!''


Mata Alisa mengembun, ingin menangis tapi ia malu karena dirinya sedang berada diluar. Bukan didalam kamarnya.


Alisa menghela nafas panjang sebelum dirinya benar benar pergi meninggalkan Emil yang berbalik melihatnya.


Emil berhenti dan berbalik melihat Alisa tanpa menoleh kebelakang. Ia pikir tadi Alisa akan menegurnya, karena kejadian tadi pagi. Rupanya ia salah. Jangan kan untuk menegur nya, Alisa bahkan tidak berbalik untuk melihatnya pergi tanpa sepatah katapun.


Emil sadar dari lamunannya karena teman kerja dibelakang nya menegur dirinya agar cepat berjalan.


Emil bergegas meninggalkan tempat itu. Tanpa ia sadari sepasang mata menatapnya nanar.


*Maafkan Alisa bang..


Maafkan Abang dek.. bukan maksud Abang cuek padamu. Hanya saja Abang kesal! Tega teganya ksu cuekin Abang! Padahal Abang kan nyata bukan kasat mata!


Sekali lagi maafkan Abang.. jika Abang ada salah padamu*.


Gumam Emil seraya pergi tanpa menoleh kebelakang lagi.


Flashback end.


Hati mereka masih sama abu abu. Sama seperti kelakuan mereka yang selalu tidak menentu.


Akankah Emil bisa meluluhkan Alisa kembali?? Sama seperti kemarin saat ia ingin mendapat kan cinta Alisa?

__ADS_1


Nantikan kelanjutannya!


See you..


__ADS_2