Aku Bukan Pembawa Sial

Aku Bukan Pembawa Sial
Pak Oman


__ADS_3

" Jangan menyukai nak Alisa karena dirinya sudah ada yang punya.."


Emil masih memikirkan kata kata dari pak Oman..apa maksudnya dan siapa?? Ini menjadi sebuah tanda tanya besar untuknya. Tetapi selagi janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan untuk mendapatkan nya.


Emil yakin akan hal itu.


Berbeda dengan Emil pak Oman merasa risau..berulang kali ia menarik nafasnya tapi tetap saja terasa sesak. Pak Oman menjadi tak tenang setelah tau Emil menyukai Alisa begitu pun sebaliknya. Apa yang harus ia katakan kepada adiknya disana..apakah ia harus menelponnya?? Tapi takut mengganggu kerjanya..Pak Oman jadi bingung sendiri.


Pak Oman mondar mandir sambil memegang telepon genggam nya.


''Telepon..nggak...telepon..nggak..haishhh...kok jadi galau begini sih gara gara Nia nak malah akunya repot sebenarnya apa sih Aksis Inah dengan mengatakan bkalaau Alisa itu jodoh anak majikannya?? Darimana dia tau coba?? Hadeuuuhhh galau euuuyyy galau...mana ni anak nggak ngangkat ngangkat lagi telepon nya..''


Pak Oman memijit kembali hp butut nya untuk menelpon adiknya yang sedang bekerja di kota Medan.


Tuut Tuut Tuut


''Tersambung tapi mengapa tak diangkat ya?? kemana sih ni anak ?? Disaat genting begini malah ngilang..'' Pak Oman masih saja memijit hp jadulnya ia tetap harus menyampaikan hal ini.


Dulu sekali ketika buk Inah pulang kampung ia pernah berpesan kepada pak Oman untuk menjaga Alisa dari lelaki lain karena Alisa itu jodohnya anak majikan ditempat ia bekerja tapi tidak disebut kan berapa usianya. Bik Inah hanya bertugas menyampaikan pesan saja, pesan yang ditujukan untuknya oleh majikan bik Inah yang bernama Oma Diana.


Dan disaat itulah apapun yang terjadi dengan Alisa pak Oman selalu mengabarinya. Dan seperti sekarang ini Pak Oman sedang menunggu balasan dari sana.

__ADS_1


Pak Oman duduk termenung, dalam lamunannya mengapa harus alisa yang menjadi jodoh anak majikan ditempat adiknya bekerja, dan dengan bodohnya pak Oman menerima saja apa yang dititahkan oleh majikan adiknya tersebut padahal kan kalau jodoh itu rahasia Allah mengapa jadi orang tua itu yang tau kalau Alisa adalah jodoh cucunya??


Aneh sih sebenarnya tapi inilah yang terjadi pada mereka pak Oman terjebak dalam lingkaran masa depan yang masih abu abu. Ditengah lamunannya tentang Alisa pak Oman dikejutkan dengan bunyi dering telepon genggam nya ia berjingkat kaget karena suara volume deringnya begitu tinggi.


Hampir saja ia terjungkal kebelakang jika tidak berpegangan pada pintu depan rumahnya. Pak Oman mengusap dada merasa lega ia mengangkat telepon nya dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh adiknya.


''Hallo nah..''


''...''


''Waalaikum salam inaaaahhh..apaan sih..tunggu dulu itu suara kenapa berisik banget kamu sedang dimana??''


''...''


''...''


''Waalaikum salam..''


''Ada apa ya dengan den Gilang?? kok Inah jadi panik begitu ya?? Apa jangan jangan den Gilang kecelakaan juga??' Astaghfirullah..mengapa aku jadi berpikiran sempit sih mana mungkin kecelakaan terjadi sama pada dua orang yang berbeda..?? Itu namanya musibah yang datang dari Allah..semoga mereka semua sehat selalu Amiiin..'' ucapnya seraya memandang matahari yang sudah menunjukkan semburat jingganya.


Pak Oman masih saja kepikiran tentang Alisa gimana caranya ia tetap harus menjauhkan mereka berdua bisa gawat ini jika mereka terus berlanjut.

__ADS_1


Semenjak hari itu Emil dan pak Oman berjauhan seolah mereka sedang perang dingin. Hal itu terlihat nyata oleh pak Yoga yang senantiasa selalu berhadapan dengan nya. Pak yoga merasa aneh ada apa dengan tetangga nya ini?? Dan Emil juga jadi aneh kenapa mereka malah diam diam seperti itu. Apakah ada yang terlewat semenjak ia dirumah sakit??


*****


Nan jauh di negeri seberang ada seorang anak pingsan ia masih koma karena mengalami kecelakaan parah, kepalanya terbentur pembatas jalan saat tertabrak hingga mengeluarkan banyak darah.


Bik Inah yang jadi penyelamat sat kecelakaan itu terjadi terheran mengapa semuanya serba kebetulan dikampung kakaknya seorang gadis juga sedang koma karena kecelakaan yang ternyata dia adalah Alisa gadis yang kelak akan menjadi jodohnya Gilang.


Bik Inah merasa heran darimana majikannya tau bahwa Alisa lah jodoh cucunya seperti cenayang saja pikirnya. Belum lagi Gilang juga sering sekali menyebutkan bahwa dirinya sering bermimpi seorang wanita beranak tiga duduk termenung dengan menggendong seorang bayi perempuan.


Matanya sayu sarat akan kesedihan yang mendalam seperti baru saja mendapatkan musibah..Begitu kata Gilang tapi yang lebih tau yentangimpibya Gilang sendiri. Bik Inah hanya heran bagaimana seorang anak kecil bisa berjodoh dengan seorang gadis yang sudah belia?? pikirnya.


Biarlah seperti air yang mengalir..ia akan berhenti dimana tempat seharusnya berhenti jika belum sampai berarti memang sudah seperti itu jalan takdirnya. Alisa ibarat daun yang mengambang di sungai yang mengalir daun yang terbawa arus akan mengikuti kemana arus mengalir jika daun itu berhenti sejenak berarti Memang disitulah tempat persinggahan nya namun jika daun itu terlepas dan kembaliengikuti arus air bearti Aris itulah yang akan membawanya ke tempat persinggahan terakhir nya.


Begitu juga dengan jodoh jika memang belum waktunya bertemu maka tidak akan dipertemukan tapi jika memang sudah menjadi garis takdirnya maka jodoh itu akan datang sendiri padanya walau dengan perantara orang lain..


########


Seperti halnya Alisa dan Emil apakah mereka akan berjodoh??


Kita lihat saja nanti...

__ADS_1


Kabuuurrr...


__ADS_2