
Setelah pertemuan dan percakapan antara pakde Tarman dan pak Yoga, kini mereka memutuskan jika Alisa akan tetap tinggal dengan kedua orangtuanya.
Pakde Tarman lega setelah mendengar permintaan maaf dari adik nya. Begitu juga dengan mama Alina, ia juga meminta maaf kepada mereka semua karena telah mengabaikan Alisa.
Mereka berdua akan berusaha membujuk Alisa agar jangan mau menikah setelah tamat sekolah. Akan sangat disayangkan jika Alisa menikah di usia muda. Karena Alisa mempunyai prestasi yang bagus di sekolahnya.
Pakde Tarman menyetujui permintaan orangtua Alisa dengan syarat jika Alisa menginginkan untuk menikah muda maka biarkan. Tapi jika Alisa menginginkan sekolah lagi setelah menikah itu juga boleh. Karena keputusan ada ditangan Alisa.
Setelah urusan semua selesai seluruh keluarga pak Yoga kembali ketempat mereka Masing-masing. Walau terasa berat meninggalkan Alisa , mereka tetap harus kembali kesana karena disana lah tempat mereka mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.
Mereka semua pamit dengan Alisa. Alisa saat ini sudah sehat walaupun masih agak meriang tapi ia tetap mengantar ke depan dimana keluarga nya akan berangkat pulang ke desa masing masing.
Melihat wajah Alisa yang pucat, mata sayu seperti tak ada gairah hidup. Pakde Tarman berpesan kepada pak Yoga dan mama Alina agar mengurus Alisa dengan baik.
Jangan jadikan ia pelampiasan kemarahan mereka dikarenakan rasa kecewa. Cukuplah hanya memendam saja.
Untuk masalah pertunangannya dengan Emil, biarlah keputusan itu Alisa sendiri yang memutuskan. Apakah masih ingin berlanjut atau cukup sampai disini saja.
Alisa sudah dewasa ia bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya.
Begitulah pesan yang disampaikan oleh pakde Tarman sebelum mereka kembali ke desanya.
Sekarang Alisa sedang duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya. Pak Yoga melihat keadaan Alisa terasa tercubit hatinya. Ia menatap nanar pada putrinya.
Begitu juga dengan mama Alina ia terisak sejak tadi. Saat Alisa keluar dari kamarnya untuk mengantar kepergian keluarga papanya mama Alina berpapasan dengan Alisa.
Mama Alina tertegun.
Lama ia berdiri pada tempatnya padahal Alisa sudah berjalan kedepan meninggalkan nya disana. Mama Alina terisak melihat keadaan Alisa.
Begitu inginkah Alisa dengan pemuda itu hingga ia demam seperti itu. Mama Alina tersenyum kecut memikirkan Alisa sebentar lagi akan menikahi pemuda perantauan yang mereka saja belum mengenal keluarga mereka. Hanya Kakak ipar nya saja.
Alisa memandang kedua orangtuanya dengan dingin. Tak ada sapaan juga senyum lembut, yang ada hanya wajah datar tanpa ekspresi.
Pak Yoga berusaha menekan rasa sesak dihatinya melihat Alisa yang berubah kepada mereka berdua.
Pak Yoga menghela nafasnya, paru parunya terasa sesak. Ingin rasanya ia berlari untuk membuang rasa sesak dihatinya, tapi itu tidak mungkin.
''Nak...'' sapanya dengan lembut
__ADS_1
Alisa diam saja. Tatapan nya kosong. Mata tertuju kedepan tapi hati dan pikiran entah kemana.
''Lis...'' mama Alina memanggil nya dengan terisak. Tetap saja Alisa diam membuat kedua orang tuanya dilanda rasa bersalah.
''Maafkan papa nak... bukan maksud papa menghakimi mu.. papa hanya-
Belum selesai perkataan pak Yoga Alisa sudah memotong nya.
''Nggak apa apa Pa.. Alisa baik baik saja kok.. Alisa nggak kenapa kenapa.. papa nggak usah khawatir ya..'' ucapnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Pak Yoga dan mama Alina saling pandang, mereka tak tau harus berbuat apa untuk meluluhkan hati Alisa. Belum lagi wajahnya yang datar sulit untuk menebak ekspresi nya.
''Jika ingin menangis, menangis lah nak.. jangan ditahan..'' ucap mama Alina memberi Alisa saran supaya ia bebas berekspresi.
''Apakah kamu masih marah dengan kami berdua nak..??'' tanya pak Yoga
Alisa menggeleng '' buat apa Alisa marah kepada kalian berdua.. toh apa yang kalian lakukan memang benar kan?? Dan lagi Alisa nggak punya hak apapun untuk melarang papa dan mama. Saya hanya seorang anak. Bukankah seorang anak itu wajib berbakti kepada kedua orangtuanya sebelum ia menikah nantinya??''
Pak Yoga tertegun dengan ucapan Alisa.
Papa salah nak.. maafkan papa..
Alisa ingin bangkit dari duduknya, tapi tertahan karena ucapan mama Alina.
Alisa memejamkan matanya.
Lagi.. mamanya melukai hatinya setelah tadi malam papa nya sekarang Mama nya pula. Tidak taukah mereka jika saat ini Alisa begitu sakit dan rapuh?? Mengapa semudah itu mereka menebak apa yang ada pada pada Alisa sedangkan mereka tidak tau apa yang sebenarnya Alisa pikirkan??
Sungguh! Alisa begitu kecewa dengan mama nya. Ia tak menyangka mama nya yang melahirkan dirinya bisa menuduhnya seperti itu??
Alisa kembali duduk. ''Baiklah katakan apa yang ingin papa dan mama sampaikan kepada Alisa?''
Mama Alina menatap nya nanar. Segitu bencinya kah Alisa terhadap mereka hingga Alisa berani menjawab setiap pertanyaan nya.
''Mengapa kamu berubah Lis.. apakah kami sebagai orang tua tidak berguna sama sekali dimata mu??'' tanya mama Alina dengan kesal.
Taka tahan dengan pertanyaan mama nya, Alisa menjawab dan menatap Mamanya '' Apakah segitunya Mama menilai Alisa?? Apakah mama selama tidak mengenal seperti apa Alisa?? Mengapaa selalu menuduh Alisa, tanpa bertanya terlebih dahulu?? Apakah mama sudah lupa siapa yang mengajarkan Alisa tentang baik buruknya suatu hubungan?? Mama sudah lupa?? Segitu burukkah Alisa Dimata kalian?? Hanya karena bang Emil meminang Alisa, mama dan papa menuduh Alisa berbuat dosa??'' diakhir perkataan nya Alisa memelankan suaranya.
Mereka tersentak dengan ucapan Alisa.
__ADS_1
Pak Yoga menatap Alisa tanpa kedip, apakah ia telah salah menilai Alisa??
Mama Alina terkejut, apakah dia salah bertanya seperti itu?? tapi dimana letak kesalahannya??
Alisa menunduk '' segitu bencikah kalian berdua pada bang Emil, hingga kalian berdua tega menuduhnya telah menodai Alisa, padahal jangankan menodai.. menyentuh tangan Alisa pun ia tak pernah kecuali tanpa disengaja.. tega mama dan papa menilainya buruk padahal bang Emil tidak seperti itu..
Dimana letak kesalahan Alisa Pa??
Dimana letak kesalahan Alisa Ma??
Bahkan Alisa pun tak tau jika tadi malam bang Emil merencanakan lamaran dadakan itu. Sebelum nya ia tak pernah mengatakan apapun pada ku.. selama lebih dari dua bulan aku sama sekali tak berjumpa dengannya!
Dan bagaimana mungkin bang Emil bisa menodai ku dalam jarak seperti itu.. jika iya pasti sekarang aku sudah hamil kan??
Tega papa menuduhku berbuat keji dengannya! Kami tak sejauh itu Pa hubungannya!
Asal papa tau selama sebulan ini ia mencoba mendekati ku tapi tidak ku gubris karena aku tahu mama dan papa tidak menyukai nya.
Aku bertahan sekuat yang aku bisa, tapi apalah dayaku.. aku seorang gadis yang belum tau tentang namanya perasaan kepada lawan jenis. Perhatian nya itu membuatku luluh walau berulang kali aku menolak tapi tetap saja ia kekeh.
Terakhir kali aku juga menolaknya tapi apa?? Bang Emil malah melamarku!
Coba mama jelaskan dimana letak kesalahan ku??
Dimana Pa??
Dengan tega teganya kalian menuduhku seperti itu. Aku juga tidak mau dilamar oleh nya!
Aku menginginkan nya!
Dimana salahku Pa?? Dimana??'' tanyanya dengan nafas yang memburu.
Selama ini Alisa tidak berani berkata demikian kepada kedua orangtuanya. Ia tetap diam walaupun disalahkan. Tapi kali ini Alisa terpaksa melakukan nya karena harga dirinya yang menjadi tanda tanya kedua orang tuanya.
Semua nya telah berubah ... tidak sama lagi seperti dulu. Jangan salahkan diri nya berbuat demikian kepada kedua orangtuanya.
''Dimana letak kesalahan ku Pa..?? Dimana Ma?? Tega kalian menuduhku tanpa bertanya dulu padaku?? Sakit rasanya seperti ada ribuan pisau yang menusuk hatiku! Dikarenakan curiga tanpa bertanya dulu. Dan itu dilakukan oleh kedua orang tua ku..''
Ddddduuuaaarrrr
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈ
Masih ada yang baca nggak ya??π€π€