
Bik Inah adalah pembantu dirumahnya keluarga terpandang dirinya sudah mengabdikan hidupnya pada keluarga itu sudah lama dari semenjak beliau tamat SMA dibawa oleh pamannya ke Jakarta sebagai pembantu.
Ia bekerja siang malam demi merubah nasib keluarga nya hingga suatu saat paman nya bik Inah mendapatkan kabar bahwa ada seorang pengusaha kaya raya sedang mencari pembantu yang masih muda. Maklum beliau kan orang terpandang butuh banyak gadis untuk melayani keperluan mereka. Jadilah bik Inah yang didaftar kan namanya, beruntung pada saat itu bik Inah diterima karena istri pengusaha kaya itu menyukai cara kerja Inah yang rapi dan bersih. Jadilah bik Inah ikut bekerja dengan nya.
Selama bekerja dengan pengusaha kaya ini bik inah tidak pernah mendengar beliau kasar kepada pembantunya beliau begitu lembut terutama istrinya yang bernama ibu Diana Maheswari dan suami beliau bernama Adam Bhaskara pengusaha sukses yang masih muda baru dikarunia satu orang putra bernama Angga Bhaskara berusia lima tahun.
Ibu Diana begitu ramah terhadap para pembantunya dia tidak membedakan mereka semua bagi beliau semua manusia itu sama yang berbeda hanya statusnya saja. Selama bik Inah bekerja disana ia bertugas mengikuti beliau kemanapun pergi karena khusus untuk menjaga Angga yang sedang aktif aktif nya pingin tau.
Tak hanya sebagai pengasuh Angga bik Inah juga bertugas mengumpulkan seluruh pakaian mereka untuk dicuci. Dan masih banyak lagi bik Inah merangkap semuanya ibu begitu menyukai bik Inah hingga bik Inah menikah pun beliau yang membiayai. Setelah menikah beliau tetap bekerja dengan suaminya pun ikut dan diperbolehkan oleh Ibu Diana. Jadilah suami dan bik Inah bekerja pada Ibu Diana. Ibu Diana melarang bik Inah untuk berhenti bekerja dengan alasan ikut suami maka dari itu beliau memboyong serta suami bik Inah kejakarta waktu itu sebagai tukang kebun dirumahnya.
Bik Inah sangat bahagia ia terharu begitu baik majikannya ini hingga suatu saat kerajaan bisnis keluarga Bhaskara harus berpindah dan berpusat di kota Medan katanya disana tempatnya lebih nyaman dan akan ada sesuatu yang menggembirakan untuk mereka semua jika tinggal disana.
Dengan berat hati mereka meninggalkan tanah kelahirannya dengan pindah ke pulau seberang yaitu Sumatera Utara bertempat di kota Medan. Pusat kerajaan bisnis keluarga Bhaskara berpindah ke Medan. Ibu Diana bilang ia akan mendapatkan cucunya disini beserta jodohnya.
''Kamu tau inah?? Dari dulu aku sangat ingin tinggal di kota Medan kota yang penuh kenangan antara ayah dan ibuku mereka dipertemukan disini. Aku berharap aku juga akan mendapatkan calon menantu dari sini semoga seperti impian ibuku dulu ingin memiliki menantu disini.''
''Aku mendoakan jika kelak aku mendapatkan seorang cucu laki-laki aku ingin ia mendapat kan jodohnya orang Medan nggak mesti penduduk asli pendatang pun boleh karena aku tidak bisa mewujudkan impian ibuku mendapat jodoh orang Medan. Tapi tak apa kelak dimasa depan akan datang seseorang yang sama seperti ku didalam keluarga ini dia yang akan menjadi penghubung antara anak anakku cucuku keluargaku dan ibuku.'' begitu katanya bik Inah hanya mengangguk saja karena beliau sendiri pun tak tau ada masalah apa yang menimpa Ibu Diana hingga berkata seperti itu.
Bik Inah sangat betah bekerja dengan beliau hingga suatu saat Angga akan menikah dengan wanita pilihannya. Calon menantu ibu Diana berasal dari Jakarta tempat dimana putranya menimba ilmu serta bekerja di anak cabang perusahaan Bhaskara.
Saat itu ibu Diana sedih karena impiannya tidak terkabul. Tapi apalah daya jodoh memang sudah menjadi ketetapan Nya. Ibu Diana menerima nya dengan lapang dada ia berharap keturunannya setelah ini yang akan mewujudkan impian nya itu.
Singkat cerita setelah beberapa bulan pernikahan Angga istrinya yang bernama Dewi mengandung dan sudah dibuktikan bahwa janin yang dikandungnya berjenis kelamin laki laki. Ibu Diana yang mendengar nya begitu bahagia. Hari itu juga beliau berangkat ke Jakarta dengan ditemani bik Inah.
__ADS_1
Ibu Diana begitu bahagia wajahnya berbinar senang setelah tau menantunya akan melahirkan pewaris kerajaan bisnis keluarga Bhaskara. Ibu Diana membuat hajatan besar besaran ia mengundang beberapa panti dijakarta dan juga ibu Diana mengundang para pebisnis yang bekerja sama dengan perusahaan suaminya.
Ibu Diana merasa bahagia saat itu. Hidupnya yang dulu hanya termenung kini berangsur membaik sejak kabar kehamilan istri Angga. Bik Inah yang melihat itu sangat terharu ia sangat bersyukur akan kehamilan majikannya ini. Semoga keturunan nya kali ini bisa mewujudkan impiannya yang sudah lama belum tercapai.
''Semoga kali ini impian nyonya terkabul ya mendapatkan seorang menantu dari Medan.''
''Semoga nyonya diberikan umur panjang agar bisa melihat nanti cucunya menikah..''
''Semoga nyonya sehat selalu ya..'' Begitu lah suara pujian dari bik Inah untuk ibu Diana karena hanya bik Inah lah yang tau seperti apa kesedihan ibu Diana.
Beberapa bulan berlalu bik Inah yang ikut dengan ibu Diana ke Jakarta meninggalkan anak dan suaminya dimedan dirumah kediaman ibu Diana. Sedangkan Tuan Adam papa nya Angga bolak balik Medan Jakarta beliau tidak bisa meninggalkan perusahaan nya begitu saja walau pun sudah ada orang kepercayaan nya tapi beliau tetap turun tangan sendiri untuk menangani perusahaan nya.
Bik Inah yang selalu mengikuti kemana pun ibu Diana pergi hingga pada saat menantunya melahirkan beliaulah yang menemaninya.
''Kalau boleh bibik tau siapa atuh namanya Aden kecil ini??'' tanyanya saat menggendong bayi yang baru saja dilahirkan.
Ibu Diana yang mendengar nya tersenyum ''Namanya Gilang...Gilang Bhaskara..Penerus keluarga Bhaskara..''
Bik Inah tersenyum mendengar nya..tampan sesuai dengan namanya...
''Gilang Bhaskara ia yang akan menjadi penerang dalam kegelapan melanjutkan cita cita yang tertunda semoga kelak kamu bisa mewujudkan cita cita Oma sayang...''ibu Diana mencium kening Gilang yang masih bayi ia menitikkan air matanya.
Semua yang melihatnya ikut terharu. Hari hari pun berlalu mereka semua tetap tinggal di Jakarta hingga suatu saat mereka harus kembali ke Medan karena opa Adam sudah tua sudah tidak sanggup lagi memimpin kerajaan bisnisnya.
__ADS_1
Jadilah mereka semua berangkat ke Medan seluruh anggota keluarga mereka merasa kehilangan karena kepindahan mereka. Bik Inah yang selalu ingin sekali pulang ke Medan akhirnya bernafas lega ia bisa kembali ketempat ia bekerja dengan suaminya.
Bik Inah tetap menjadi seorang pembantu di keluarga Bhaskara beliau dilarang untuk berhenti Smpai waktu yang ditentukan. Bik Inah tetap bertahan karena beliau sudah betah bekerja di sana hingga sampai ibu Diana menutup usia bik Inah tetap mengabdikan dirinya pada keluarga itu.
Ia tidak sanggup meninggalkan Gilang yang masih kecil walau usianya sudah renta. Bik Inah sudah sangat menyayangi Gilang seperti cucunya sendiri.
Hingga sampai dimana nanti Gilang dipertemukan dengan jodohnya barulah ia berhenti bekerja pada keluarga mereka.
Semoga saja..
########
Ada yang mau tau lagi gimana ceritanya Gilang sudah berjodoh saat dirinya masih kecil??
Ikutin terus kisahnya ya..
Untuk lanjutannya Mak udah release kok baca aja mana tau kalian suka tapi sebaiknya kalian ikuti yang ini dulu biar nanti bacanya nyambung ya hehehe..
Maklum aja ya Mak masih amatir dalam menulis jika ada typo bertebaran mohon maap kheun..😀😀
Semoga kalian syyuukkaaa..
See you..
__ADS_1
🤗🤗🤗😘😘😉