
Setelah pertemuan antara Alisa dan pakde Johan, kini sekolah mereka terasa aman. Madan yang ditugaskan dalam menangani Maslah Alisa dengan senang hati menerimanya.
Madan adalah seorang pemuda baik hati namun tegas. Ia terkenal dingin. Ia terlalu cuek terhadap keadaan. Tapi ada satu kelebihannya yaitu Madan pemuda Sholeh yang selalu berbakti kepada ibunya.
Ia terkenal sebagai pemuda religius. Bukan apa, karena ketika SMP, ia pernah mengenyam bangku pesantren selama empat tahun lamanya. Sesuai dengan ketetapan di pesantren.
Awalnya ia ingin melanjutkan dipesantren lagi. Tapi karena terkendala biaya, hadiah Madan hanya masuk sekolah menengah atas saja. Disekolah yang sama dengan Alisa. Madrasah Aliyah.
Madan pemuda cerdas. Ia terkenal pemegang juara setiap tahunnya. Sama seperti Alisa. Mereka berdua hanya berbeda kelas saja.
Sejak pertama kali bertemu dengan Alisa, ia sudah jatuh hati dengan gadis itu. Tapi ia tak mau mendekati gadis itu. Ia hanya menjaganya dari jauh.
Saling jaga jarak. Saling berjauhan. Tapi cinta didalam hati. Alisa tak menyadari jika Madan menyukainya, sejak pertama kali mereka bertemu. Andai Alisa tau, entah apa yang akan terjadi padanya.
Selama ini yang Alisa tau jika selama mereka bersekolah disana, Madan banyak disukai oleh para teman sebayanya. Murid cewek sering kali memuji ketampanan, serta Madan yang begitu pintar.
Sempat beredar gosip bahwa Madan layak bersanding dengan Alisa, yang juga memiliki anak kepintaran yang sama. Alisa yang mendengar itu tidak menggubrisnya sama sekali. Baginya itu hanya sebuah gosip. Dan akan menjadi gosip dikalangan para cewek seantero sekolah.
Hingga pada suatu hari, Madan mendatanginya didalam kelasnya. Membuat para sahabatnya bersorak gembira. Jarang banget seorang Madan yang terkenal pintar itu mampir dikelas mereka.
Ema, Shinta, moly serta Umay, mereka heboh. Saking hebohnya membuat Madan bingung dengan tingkah mereka semua. Madan hanya bisa menghela nafasnya berat. Niat hati ingin bertemu dengan Alisa, malah dikerumuni oleh teman teman Alisa.
Madan tak bisa menolak keinginan mereka untuk berfoto bersama. Lama kelamaan Madan mulai bosan. Belum lagi waktunya sangat terbatas. Membuat raut wajahnya berubah dari yang tersenyum manis menjadi datar.
Ema yang sadar akan raut wajah pangeran sekolah itu, akhirnya berbisik membiarkan Madan untuk berbicara dengan Alisa.
'' Lis! bisa kita bicara sebenyar? ada yang perlu aku bicarakan dengan mu, bisakan aku meminta waktumu sebentar??'' tanya nya dengan lugas, membuat Alisa mengangguk.
Alisa mengangguk patuh. Karena sejak kedatangan dikelas, Alisa sudah paham jika Madan ingin berbicara dengannya. Entah mengapa, Alisa selalu menurut dengan apa yang dikatakan Madan padanya.
'' Iya.'' sahut Alisa dengan segera berdiri mengikuti Madan dari belakang.
'' Ayo.. kita ke perpus!'' ajaknya pada Alisa. Alisa mengangguk.
'' Kenapa diam Lis? kamu kok dibelakang aku sih?? kayak aku ini bos kamu aja!'' sewotnya.
'' Hehehe.. nggak apa Kak.. lagian nggak enak jalannya barengan. Malu... tuh semua cewek disekolah kita merhatiin aku yang jalan sama kakak! Takutnya mereka nanti ngeroyokin aku pula! secara kan kakak pangeran pintar disekolah kita?'' ujar Alisa, membuat Madan terkekeh.
'' Makanya.. kalau nggakau dikeroyok sama murid cewek disekolah, kamu harus terima lamaran aku sekarang juga! biar mereka tau kalau aku punya kamu! jadi mereka ngga akan berani lagi natap aku seperti itu!'' imbuhnya, membuat Alisa berdiri terpaku karena terkejut.
'' Apa yang kakak katakan barusan?'' tanya Alisa.
Madan berbalik dan menoleh pada Alisa, yang tertinggal dibelakang.
'' Kenapa? kamu tak ingin menjadi pendamping hidupku Lis? Apakah selama ini kamu tidak menyukaiku? sama seperti aku yang menyukaimu sejak dulu??'' tanya nya, membuat Alisa terkejut sekaligus gugup, didekati Madan dirinya jadi panas dingin.
__ADS_1
'' Bu-bukan seperti itu kak.. hanya saja aku kaget! kakak mau melamar ku disini??'' tanyanya sambil melihat sekitar dengan pemandangan mata dari para fans nya Madan. Alisa menatap Madan dalam, kemudian ia bertanya lagi. '' Inikah yang ingin kakak sampaikan padaku?? tapi kita salah tempat kak!'' ujarnya, membuat Madan terkekeh sbol terus menatapnya.
'' Jangan ditatap seperti itu napa?!'' Madan tergelak. Membuat siswi disana terpesona dengan ketampanannya ketika tertawa.
Alisa merengut. Bibir maju lima senti. Ingin sekali Madan menyentuh bibir itu, tapi ia takut Alisa marah.
'' Jangan marah dong sayang.. nanti mukanya jelek loh.. mau??''
Blushhh
Pipi Alisa merona.. Alisa menjadi malu ketika dipanggil sayang oleh Madan. Madan gemas melihat tingkah Alisa.
Boleh nggak sih aku peluk ini cewek? gemes banget.. wajahnya itu memerah seperti buat jambu, membuatku ingin menyentuh nya.
Astagfirullah! Sadar Madan! belum waktunya ku seperti itu! Jika sudah sah, kamu boleh memeluknya sesuka hatimu.
Sabar...
'' Udah ih kak Madan! jadi nggak nih ke perpus nya? kalau nggak jadi aku balik ya??'' ancamnya, membuat Madan mengangguk cepat. Itu terlihat lucu dimata Alisa.
'' Oke. Kita jalan! lanjutkan perkataan kita disana ya??'' ujarnya, Alisa bingung perkataan yang mana yang harus dilanjutkan pikirnya.
Mereka terus berjalan bergandengan. Setiap melewati para murid cewek, semua menyapanya. Madan membalasnya dengan tersenyum saja.
Sesampainya disana, mereka duduk dibawah pohon Pinus yang rindang. Disebelah sana perpus. Madan sengaja mengatakan pada Alisa jika ingin ke perpus, pada kenyataan nya tidaklah seperti itu.
'' Kenapa kakak mbawa ku kesini? bukankah kita ingin ke perpus?''
'' Ya, aku sengaja mengatakan itu didepan temanmu agar mereka tidak mengikuti kesini! tapi pada kenyataannya mereka tetap mengikuti kita kesini! tuh lihat! mereka mojok disana!'' tunjuk Madan, membuat Alisa menoleh. Dan benar saja seperti yang dikatakan Madan.
Alisa melototi temannya. Mereka hanya cekikikan disana.
'' Apa yang ingin kakak bicarakan?'' tanya Alisa to the poin.
Madan menghela nafasnya.'' Lis.. kamu Taukan jika dari dulu aku sangat menyukai mu?? Apakah boleh hubungan ini kita resmikan setelah kita tamat sekolah? Aku takut nantinya kamu diambil orang Lis! makanya aku nekat mengatakan ini padamu!'' imbuhnya, membuat Alisa kaget.
'' Kan kan kan.. kak Madan lamar aku ya? ih kok bisa sih..? malu aku.. masa ditempat beginian sih??'' tanyanya dengan bibir manyun.
Madan tertawa mvuat teman temannya memasangkan kuping, ingin tau apa yang ditertawakan oleh Madan.
'' Iya aku melamar mu! tapi bukan secara resmi! ini hanya permintaan yang bersifat sementara. Karena setelah hari ini aku akan pergi dari sini untuk melanjutkan kuliah ditempat buang sudah diputuskan oleh bea siswa ku! Jadi.. sebelum aku berangkat, aku inginbenyampaikan ini padamu! apakah kamu bersedia Lis??'' tanya Madan.
Alisa terdiam. Ia termenung memikirkan perkataan Madan. Hening, hanya suara angin bertiup sepoi-sepoi Sepoi serta suara riuh teman mereka sedang yang sedang olahraga dilapangan.
Setelah lama termenung, Alisa menjawab pertanyaan Madan.
__ADS_1
'' Sebenarnya sih.. bukan aku tak ingin kak.. hanya saja papaku tak mengijinkan ku untuk menerima siapapun dalam hidupku sebelum sekolahku selesai. Aku harus menutup hatiku dari semua lelaki termasuk kak Madan Papa ingin aku lebih fokus dalam belajar, bukan dalam hal pribadi. Bukaan aku menolak keinginan kakak.. alku hanya ingin menjaga amanah papa. Beliau akan menerima pinangan seorang pemuda jika waktunya sudah tiba untukku menikah. Begitu katanya kak.. jadi akuohon kakak jangan marah ya??'' jelasnya.
Madan tersenyum lembut. Ia menatap Alisa yang juga menatapnya dalam.
'' Aku pikir, kamu akan menolakku! ternyata aku su'udzon padamu.. maaf ya? berarti hubungan ini akan berlanjut karena Lis?''
Alisa tersenyum.'' Biarlah waktu yang menjawabnya kak.. jika memang aku adalah jodohmu, maka kita akan dipersatukan lagi! sejauh apapun jarak yang merentang, jika memang sudah terikat takdir, kita pasti akan dipersatukan. Berdoalah pada Allah! agar kita di persatukan dalam ikatan sakral! Tapi... jika suatu saat nanti kita tidak berjodoh.. Maka itulah jalan yang harus kita lewati. Karena semua yang tertulis tidak akan tertukar kak.. untuk sekarang kita jalani saja sebagaimana semestinya.. Aku tau kak Mada orang baik, maka juga akan mendapatkan jodoh yang baik pula!'' tukasnya lembut, membuat terpesona akan setiap perkataan yang Alisa ucapkan.
'' Insyaallah Lis.. semoga kita dipersatukan ya? Dan jika Syariah saat aku tidak berjodoh dengan nya maka aku akan meminta sama Allah, agar salah satu dari anak kita nantinya berjodoh. Dan jika masih ada kesempatan, maka aku akan meminta jandamu pada Allah! kutunggu jandamu Lis!'' Madan terkekeh setelah mengatakan itu, membuat Alisa manyun.
'' Ih kakak kok gitu sih..? masa kutunggu jandamu? itukan lirik lagu kak! ishh...'' sewot Alisa, membuat Madan terbahak. Alisa kesal. Ia menghentakkan kakinya ketanah dengan keras.
Madanasih saja tertawa. Ia masih ingin melihat wajah Alisa yang jutek padanya.
'' Jika kau sudah menjadi seorang istri.. nggak boleh Lo.. berwajah masam seperti itu! dosa neng!'' godanya.
Aisa mendengus.'' Ih .. dasar kak Madan! udah selesai kan pembahasan nya? jika udah Alisa pamit, mau masuk kekelas!'' sewotnya.
'' Oke oke.. kakak hanya bercanda sayang.. ups! maaf nggak lagi deh.. ya udah.. sekarang kita udah saling mengerti. Jangan merindukan aku ya.. karena rindu itu berat. Jadi kamu harus kuat sampai pada waktunya. okey??''
'' Iya bawel, ya udah sekarang kita masuk ya.. udah bek masuk itu..''
'' Oke!''
Setelah nya mereka berlalu pergi dan masuk kekelas masing masing. Semenjak pertemuan nya pada waktu Alisa terkena Masalah, sejak itu juga hubungan Madan dan Alisa menjadi akrab. Sampailah pada hari ini.
Semoga mereka disatukan nantinya ya.. biarlah waktu yang menjawabnya. Yang terpenting Madan sudah lega mengungkapkan isi hatinya yang terpendam selama ini.
Semoga Alisa memang jodohnya. Madan berharap dalam hati.
Semoga saja!
💕
Yuhuuu.. kisahnya udah mulai othor perbaiki ya.. dan akan terus othor revisi.
Cerita Madan ini akan berkesinambungan dengan cerita Alisa.
Untuk kisah Madan, nanti ya othor tulis kali Alisa udah separuh jalan. Baru akan othor reales cerita baru lagi.
Okey?
Tinggalkan jejak cinta kalian ya!
Salam hangat dari othor.😘😘
__ADS_1
Melisa