
Sesaat setelah membaca surat itu Alisa terdiam merenung. Alisa teringat akan seorang pemuda yang pernah menciumnya beberapa saat lalu.
Pemuda itu begitu rapuh, Ia terlihat sangat kusut, ternyata inilah jawabannya. Dia memang sedang dalam masalah rupanya kedatangan Alisa tepat waktu karena Alisa nerhasilbuka mata dan hatinya walaupun Ia sempat membuat Alisa kesal tapi Alisa tak membalasnya, Ia menegur pemuda itu dengan caranya sendiri.
Ivan Hariadi...
Itulah namanya, nama yang bagus sesuai dengan orangnya hanya saja ketika itu ia sedang kalut maka terjadilah yang tak seharusnya terjadi. Kini Alisa telah tau siapa sebenarnya si pendonor itu. Alisa menitikkan air matanya setelah memahami bahwa dialah pemuda yang menjadi penyelamat hidupnya.
Ia bertekad jika suatu saat nanti kita bertemu lagi, Ia akan membalas kebaikan orang tersebut.
Alisa menangis hingga air mata menetes membasahi pipi mulusnya. Ia terhubung setelah tau yang sebenarnya. Mama Alina yang melihat alisa menangis merasa heran.
''Kamu kenapa nak?? kok menangis?? apakah ada sesuatu yang telah menyakiti hatimu Karna surat itu??'' cecar Mama Alina
''Nggak pa pa Ma hanya sedih saja membaca suratnya..Alisa nggak disakiti kok sama orang ini bahkan Ia sangat baik karena sudah mendonorkan darahnya untukku..''
''Hoo iyakah?? terus siapa nama pemuda itu? apakah ia menyebutkan namanya didalam surat itu??'' alisa jadi gelagapan
''Eng-enggak Ma..nggak ada namanya, pemuda ini tidak menyebutkan siapa namanya.''ucapnyabdengn wajah tertunduk selama ini Alisa tak pernah berbohong kepada Mama Alina, Alisa terpaksa melakukan nya demi menyelamatkan nama baik sipemuda dan juga dirinya.
Mama Alina yang melihat Alisa tertunduk jadi heran ada apa sebenarnya bisik hati Mama Alina.
''Apakah ada yang kamu sembunyikan Lis dari Mama??''
deg
Alisa terkejut mendengar nya ia jadi salah tingkah. Alisa menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
''Nggak ada yang Alisa sembunyikan kok Ma..hanya saja pemuda ini berpesan biarlah namanya hanya Alisa saja yang tau tentang namanya..''terpaksa Alisa jujur jika tidak, maka Mama Alina akan terus bertanya sampai ia mendapatkan jawabannya. Alisa tertunduk tak berani menatap semua orang disana terutama Emil yang menatapnya dengan instens.
Ditatap seperti itu Alisa jadi salah tingkah. Alisa tak berani memandang wajah Emil yang datar tanpa ekspresi menandakan dirinya sedang dalam keadaan tidak baik baik saja setelah mendengar ucapan Alisa.
Mama Alina bertanya lagi yang membuat Alisa bertambah tersudut didepan Emil.
''Apakah dia seorang le la ki??'' tanya nya
Alisa terkejut bukan main bagaimana Mamanya ini bisa tau kalau pendonor itu seorang lelaki??
Alisa mengangguk.
''Ya...dia seorang lelaki tapi dia bukan siapa siapa Alisa kok..dia hanya pemuda yang pernah Alisa tolong ketika dirinya mendapatkan masalah..'' Alisa *****@* kedua tangannya karena gugup dipandang Emil tak berkedip.
''Masalah apa??'' desak Mama Alina, seperti yang sudah dikatakan Mama Alina tak kan berhenti sebelum mendapatkan jawabannya.
''Sudahlah Ma..jangan memaksa Alisa ingat ia baru saja siuman biarkan ia istirahat dulu setelah sehat Mama boleh bertanya lebih banyak lagi padanya ya??'' bela papa yoga Karna ia tau jika Mama Alina sudah mengintrogasi akan lebih lama daripada polisi hadeuhhh..
Alhamdulillah selamat...tapi ..kenapa wajah bang Emil dari tadi datar ya..??
Emil yang melihat nya hanya diam saja mamanya tetap tertuju kepada Alisa ia menerka nerka siapa sebenarnya pendonor itu sampai Alisa tak mau menyebutkan namanya dan juga tadi Alisa menangis sebenarnya ada hubungan apa Antara Alisa pendonor rahasia itu?? bisik hati Emil.
'Mengapa pula pemuda itu merahasiakan identitas nya?? Apakah ia seorang Nara pidana??' bisik Emil lagi
Emil masih terus saja menatap Alisa ia masih saja menerka ada apa sebenarnya diantara mereka..jika memang ada sesuatu mengapa Alisa menerima coklat pemberian darinya dan bertanya dimana sekarang coklat itu berada. Emil masih saja berkutat dengan pemikiran nya, saat pak Oman menegurnya ia terkejut tapi ia tetap bisa mengontrol dirinya.
''Ayo Mil kita pulang..baiklah kalau begitu pak Yoga Bu Alina kami pamit ya..Alisa cepat sembuh ya..'' pak Oman menatap Alisa sebentar kemudian bergegas keluar sedangkan Emil menyusul. Sebelum keluar Emil memandang Alisa ia ingin mengatakan sesuatu tapi tak berani karena ada pak Yoga dan juga Malam Alina disana.
__ADS_1
Emil hanya menggerakkan mulutnya tanpa bersuara dan itu dipahami oleh Alisa.
"Cepat sembuh ya dek..Abang sayang kamu.."
Alisa yang mengerti dengan ucapan tak bersuara dari Emil melotot tak lama setelahnya ia tersipu malu.
"Alisa juga sayang Abang.."
Emil tersenyum ia kemudian keluar dengan wajah yang berseri seri..tetapi semua itu buyar ketika pak Oman menegurnya.
"Jangan suka sama nak Alisa gadis itu sudah ada yang punya..''
deg
deg
########
Aduh meleleh Mak euuy..
Tapi mengapa pak Oman bilang gitu ya??
Memangnya siapa jodoh Alisa??🤔🤔
See you..
🤗🤗😘😘😉
__ADS_1